alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Bank bjb Raih TOP BUMD dan BPD

JAKARTA –  Bank bjb berhasil meraih prestasi tertinggi dengan memenangi penghargaan TOP BPD 2018, dan TOP BUMD 2018.

Selain itu, Direktur Utama Bank bjb Ahmad Irfan dinobatkan sebagai TOP CEO BUMD 2018.  TOP BUMD merupakan acara penganugerahan penghargaan sebagai bentuk apresiasi tertinggi yang diberikan kepada BUMD di Indonesia yang dinilai berhasil dalam peningkatan kinerja keuangan dan bisnisnya.

Di ajang TOP BUMD 2018, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan juga dinobatkan sebagai pemenang TOP PEMBINA BUMD 2018.

Bank bjb telah turut serta mengikuti penilaian dan penjurian hingga penyerahan penghargaan yang diselenggarakan di Ballroom Balai Kartini, Jakarta, Kamis (3/5) lalu.

Baca Juga:  Bali Terancam Krisis Listrik, Parta Minta Jangan PLTU Batubara Terus

TOP BUMD merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Majalah BusinessNews Indonesia bekerjasama dengan Asia Business Research Center beserta beberapa asosiasi bisnis dan ekonomi, serta didukung oleh Kementerian Dalam Negeri RI.

Untuk mengikuti ajang ini, peserta diminta mengikuti proses penilaian dan penjurian yang dilakukan secara objektif, fair, dan independen. Penghargaan TOP BUMD yang paling kredibel di Indonesia.

Penilaian lebih objektif dan komprehensif (menyeluruh), karena ada kuesioner dan pendalaman melalui wawancara penjurian dan merupakan kegiatan penghargaan BUMD yang terbesar di Indonesia, karena disaring dari lebih 2.000-an BUMD, menjadi 200 BUMD terbaik, dan diseleksi lagi untuk menjadi pemenang atau BUMD paling top di Indonesia.

Baca Juga:  Pemkab Badung Raih Role Model Nasional Pelayanan Publik Terbaik 2017

Sebagai informasi, membuka tahun 2018 Bank bjb berhasil membukukan total aset sebesar Rp 110,8 triliun atau tumbuh 13 persen year on year (y-o-y).

Di mana total laba bersih mencapai Rp 454 miliar yang didorong dari hasil ekspansi kredit yang tumbuh sebesar 13,2% y-o-y dengan total kredit yang disalurkan bank bjb sebesar Rp 71 triliun dan diimbangi dengan kenaikan fee based income 54,3 persen y-o-y dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 87 triliun atau tumbuh 11,3 persen y-o-y.



JAKARTA –  Bank bjb berhasil meraih prestasi tertinggi dengan memenangi penghargaan TOP BPD 2018, dan TOP BUMD 2018.

Selain itu, Direktur Utama Bank bjb Ahmad Irfan dinobatkan sebagai TOP CEO BUMD 2018.  TOP BUMD merupakan acara penganugerahan penghargaan sebagai bentuk apresiasi tertinggi yang diberikan kepada BUMD di Indonesia yang dinilai berhasil dalam peningkatan kinerja keuangan dan bisnisnya.

Di ajang TOP BUMD 2018, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan juga dinobatkan sebagai pemenang TOP PEMBINA BUMD 2018.

Bank bjb telah turut serta mengikuti penilaian dan penjurian hingga penyerahan penghargaan yang diselenggarakan di Ballroom Balai Kartini, Jakarta, Kamis (3/5) lalu.

Baca Juga:  All New Honda PCX Raih Bike of the Year

TOP BUMD merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Majalah BusinessNews Indonesia bekerjasama dengan Asia Business Research Center beserta beberapa asosiasi bisnis dan ekonomi, serta didukung oleh Kementerian Dalam Negeri RI.

Untuk mengikuti ajang ini, peserta diminta mengikuti proses penilaian dan penjurian yang dilakukan secara objektif, fair, dan independen. Penghargaan TOP BUMD yang paling kredibel di Indonesia.

Penilaian lebih objektif dan komprehensif (menyeluruh), karena ada kuesioner dan pendalaman melalui wawancara penjurian dan merupakan kegiatan penghargaan BUMD yang terbesar di Indonesia, karena disaring dari lebih 2.000-an BUMD, menjadi 200 BUMD terbaik, dan diseleksi lagi untuk menjadi pemenang atau BUMD paling top di Indonesia.

Baca Juga:  Polytron Raih Penghargaan Top Brand Audio dan Home Theater

Sebagai informasi, membuka tahun 2018 Bank bjb berhasil membukukan total aset sebesar Rp 110,8 triliun atau tumbuh 13 persen year on year (y-o-y).

Di mana total laba bersih mencapai Rp 454 miliar yang didorong dari hasil ekspansi kredit yang tumbuh sebesar 13,2% y-o-y dengan total kredit yang disalurkan bank bjb sebesar Rp 71 triliun dan diimbangi dengan kenaikan fee based income 54,3 persen y-o-y dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 87 triliun atau tumbuh 11,3 persen y-o-y.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/