alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Kemarau, Debit Air Menurun 17,81 persen, Ayo Mulai Berhemat

RadarBali.com – Musim kemarau bulan Agustus ini membuat debit air di Buleleng menurun. Angkanya mencapai 17,81 persen.

Meski begitu, kondisi ini menurut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng masih cukup aman.

Menurut Direktur PDAM Buleleng I Made Lestariana kepada Jawa Pos Radar Bali, kuantitas debit air di Buleleng mencapai 709 per detik dengan jumlah pelanggan 46.746 ribu per bulan Juli ini.

“Debit air sebenarnya cukup secara kuantitas. Diasumsikan 1 liter per detik bisa untuk 80 pelanggan, jadi bisa untuk 56 ribu pelanggan,” ujar Lestariana.

Tapi, sejak memasuki bulan kemarau ini, berdasar hasil penelitian tim PDAM Buleleng, debit air turun di angkat 17,81 persen atau sekitar 517 per detik.

Baca Juga:  Bank BPD Bali: QRIS Peta Jalan Pengembangan UMKM Indonesia

“Musim kemarau cukup terik sehingga minus sedikit. Tapi secara umum, pelayanan kami masih terkendali,” katanya.

Lalu bagaimana bila terjadi kekeringan? “Kami selalu berkoordinasi dengan pihak BPBD Buleleng untuk membantu menyalurkan air bersih ke warga. 5 armada sudah kita siapkan,” jelasnya.

Hal ini jadi tantangan bagi PDAM Buleleng di tengah usianya yang hari ini sudah 31 tahun.

Sebagai catatan, PDAM Buleleng menyumbangkan PAD tahun 2016 lalu sebesar Rp 4,79 miliar. Tahun 2017 ditarget turun tipis menjadi Rp 4,783 miliar.

“Kami ikut mendorong perekonomian daerah. Targetnya dapat memberi kontribusi terhadap PAD,” ungkapnya. 



RadarBali.com – Musim kemarau bulan Agustus ini membuat debit air di Buleleng menurun. Angkanya mencapai 17,81 persen.

Meski begitu, kondisi ini menurut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng masih cukup aman.

Menurut Direktur PDAM Buleleng I Made Lestariana kepada Jawa Pos Radar Bali, kuantitas debit air di Buleleng mencapai 709 per detik dengan jumlah pelanggan 46.746 ribu per bulan Juli ini.

“Debit air sebenarnya cukup secara kuantitas. Diasumsikan 1 liter per detik bisa untuk 80 pelanggan, jadi bisa untuk 56 ribu pelanggan,” ujar Lestariana.

Tapi, sejak memasuki bulan kemarau ini, berdasar hasil penelitian tim PDAM Buleleng, debit air turun di angkat 17,81 persen atau sekitar 517 per detik.

Baca Juga:  Debit Air di Timuhun Mengecil, Dua Tahun Sekali Baru Bisa Tanam Padi

“Musim kemarau cukup terik sehingga minus sedikit. Tapi secara umum, pelayanan kami masih terkendali,” katanya.

Lalu bagaimana bila terjadi kekeringan? “Kami selalu berkoordinasi dengan pihak BPBD Buleleng untuk membantu menyalurkan air bersih ke warga. 5 armada sudah kita siapkan,” jelasnya.

Hal ini jadi tantangan bagi PDAM Buleleng di tengah usianya yang hari ini sudah 31 tahun.

Sebagai catatan, PDAM Buleleng menyumbangkan PAD tahun 2016 lalu sebesar Rp 4,79 miliar. Tahun 2017 ditarget turun tipis menjadi Rp 4,783 miliar.

“Kami ikut mendorong perekonomian daerah. Targetnya dapat memberi kontribusi terhadap PAD,” ungkapnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/