alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Update, Air Kemasan Tirta Sanjiwani Selangkah Lagi Diproduksi Massal

GIANYAR – Masyarakat Gianyar sebentar lagi akan memiliki air minuman kemasan. Air kemasan itu dikelola oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Sanjiwani Gianyar.

Pengelolaan berlangsung di Desa Bukian Payangan. Namun untuk operasional, tinggal menunggu izin pusat.

Yakni menunggu izin dari Dirjen Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Hal ini dikarenakan pejabat yang menangani terkait perijinan masih berstatus pejabat pelaksana harian (Plh), sehingga tidak berwenang

untuk mengeluarkan izin. Menunggu itu saja, aman,” ujar Dirut Perumda Tirta Sanjiwani, Gianyar, Made Sastra Kecana, kemarin.

Lanjut Sastra, dari informasi yang diterima dari Kementrian, di Bali baru hanya Perumda Tirta Sanjiwani, Gianyar yang resmi memiliki izin.

Baca Juga:  Target Pendapatan Parkir Naik, Sayang Titik Parkir Malah Turun

Sementara di kabupaten lainya yang telah menggarap  lebih awal, izinnya masih menumpang “Meskipun sudah lebih dulu ada air kemasan Yeh Buleleng di Singaraja, tapi izinnya masih jadi satu,” ujarnya. 

Pihaknya menarget, air kemasan bisa diuji coba pada akhir tahun 2020. Yaitu dengan mencoba mencuci seluruh mesin. 

Sementara kepastian penjualan atau pendistribusian produk diperkirakan baru bisa dijalankan pertengahan tahun 2021.

“Kalau menurut saya bisa jualnya itu di pertengahan 2021. Karena proses mencuci mesin itu sampai 3 bulan agar segala seluk beluk mesin diketahui,” terangnya.

Kata Sastra, pembangunan pengelolaan air dalam kemasan Tirta Sanjiwani, digarap oleh dua dinas. Di antaranya oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Baca Juga:  KB Kookmin Ambisi Ambil Alih Bank Bukopin saat RUPSLB 25 Agustus

Dinas PUPR sebagai peyedia gedung produksi, pembangunan reservoir, hingga jaringan pipa, termasuk jalan inspeksinya. Sedangkan Disperindag khusus pengadaan mesin sampai ke tahap ISO SNI BPOM.  

Sementara itu, peran Perumda Tirta Sanjiwani menyiapkan aturannya. Mulai perekrutan tenaga kerja, organisasi, serta peningkatan sumber daya manusia.

Selain itu Detail Engineering Design mesin, Detail Engineering jalan, sipil, sampai ke izin dan termasuk rekomendasi teknik di pusat. 



GIANYAR – Masyarakat Gianyar sebentar lagi akan memiliki air minuman kemasan. Air kemasan itu dikelola oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Sanjiwani Gianyar.

Pengelolaan berlangsung di Desa Bukian Payangan. Namun untuk operasional, tinggal menunggu izin pusat.

Yakni menunggu izin dari Dirjen Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Hal ini dikarenakan pejabat yang menangani terkait perijinan masih berstatus pejabat pelaksana harian (Plh), sehingga tidak berwenang

untuk mengeluarkan izin. Menunggu itu saja, aman,” ujar Dirut Perumda Tirta Sanjiwani, Gianyar, Made Sastra Kecana, kemarin.

Lanjut Sastra, dari informasi yang diterima dari Kementrian, di Bali baru hanya Perumda Tirta Sanjiwani, Gianyar yang resmi memiliki izin.

Baca Juga:  Kegembiraan Nasabah BRI Raih Hadiah Mobil Undian Simpedes

Sementara di kabupaten lainya yang telah menggarap  lebih awal, izinnya masih menumpang “Meskipun sudah lebih dulu ada air kemasan Yeh Buleleng di Singaraja, tapi izinnya masih jadi satu,” ujarnya. 

Pihaknya menarget, air kemasan bisa diuji coba pada akhir tahun 2020. Yaitu dengan mencoba mencuci seluruh mesin. 

Sementara kepastian penjualan atau pendistribusian produk diperkirakan baru bisa dijalankan pertengahan tahun 2021.

“Kalau menurut saya bisa jualnya itu di pertengahan 2021. Karena proses mencuci mesin itu sampai 3 bulan agar segala seluk beluk mesin diketahui,” terangnya.

Kata Sastra, pembangunan pengelolaan air dalam kemasan Tirta Sanjiwani, digarap oleh dua dinas. Di antaranya oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Baca Juga:  Garap Proyek Baru, PDAM Badung Rancang Produksi Air Minum Kemasan

Dinas PUPR sebagai peyedia gedung produksi, pembangunan reservoir, hingga jaringan pipa, termasuk jalan inspeksinya. Sedangkan Disperindag khusus pengadaan mesin sampai ke tahap ISO SNI BPOM.  

Sementara itu, peran Perumda Tirta Sanjiwani menyiapkan aturannya. Mulai perekrutan tenaga kerja, organisasi, serta peningkatan sumber daya manusia.

Selain itu Detail Engineering Design mesin, Detail Engineering jalan, sipil, sampai ke izin dan termasuk rekomendasi teknik di pusat. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/