alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Lama Terhenti Akibat Pandemi, Kini Bali Ekspor 8 Ton Manggis Per Hari

DENPASAR  – Angin segar untuk ekspor komoditas pertanian, khususnya buah segar mulai berembus setelah dibukanya beberapa penerbangan langsung ke negara tujuan ekspor.

 

Proses ekspor buah manggis dari Bali ke China sempat terhenti selama ditutupnya penerbangan internasional selama pandemi covid-19. Ditutupnya Bandara I Gst Ngurah Rai menyebabkan terhentinya ekspor yang menyebabkan terpuruknya penyerapan hasil produksi petani di Bali. 

 

Namun sekarang ini, para petani buah manggis di Bali mendapat angin segar. Setelah dibukanya beberapa penerbangan langsung ke negara tujuan ekspor proses ekspor buah manggis dari Bali kembali dilakukan. 

 

Dari data Iqfast Karantina Denpasar, kegiatan ekspor buah segar  seperti manggis sudah mulai terjadi di minggu terakhir bulan September kemarin. Rata-rata pengiriman manggis 2 sampai 3 ton per-hari menuju China, bahkan sudah sampai 8 ton sehari.

Baca Juga:  Rubrik Si OMA Siap Cerdaskan Masyarakat Bali

 

“Sampai saat ini, permintaan manggis dari Bali ke China, tiap hari rutin ada pengiriman,” ungkap I Putu Terunanegara, selaku Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, Minggu (10/10/2021). 

 

Terunanegara menjelaskan manggis dari Bali punya peminatnya tersendiri di pasar China. Hal itu dikarenakan buah manggis dari Bali memiliki daging yang lebih empuk dan tidak lembek serta tampilan luarnya lebih cantik. 

 

“Sekarang musim panen manggis sudah mulai ada di beberapa daerah di Bali, saya optimis setelah adanya pembukaan penerbangan langsung di Bandara International I Gusti Ngurah Rai, volume ekspor manggis akan melonjak naik,”  tambah Terunanegara.

 

Karantina Pertanian Denpasar terus melalukan pendampingan dari hulu sampai ke hilir, sehingga produk yang dihasilkan petani terjaga kualitasnya dan pasar  terus berkelanjutan. 

Baca Juga:  Sebelum Ditangkap Mahasiswa Ini Ngaku ke Bali Mau Cari Kerja

 

Dijelaskannya agar masyarakat Bali juga bisa selalu menerapkan protokol kesehatan agar pandemi berlalu. Sehingga proses ekspor hasil pertanian dan juga pariwisata di Bali kembali berjalan normal.

 

“Mari selalu terapkan Prokes. Menjalankan 3M. Mencuci tangan, memakai masker dan selalu menjaga jarak, ” tandasnya.

 


DENPASAR  – Angin segar untuk ekspor komoditas pertanian, khususnya buah segar mulai berembus setelah dibukanya beberapa penerbangan langsung ke negara tujuan ekspor.

 

Proses ekspor buah manggis dari Bali ke China sempat terhenti selama ditutupnya penerbangan internasional selama pandemi covid-19. Ditutupnya Bandara I Gst Ngurah Rai menyebabkan terhentinya ekspor yang menyebabkan terpuruknya penyerapan hasil produksi petani di Bali. 

 

Namun sekarang ini, para petani buah manggis di Bali mendapat angin segar. Setelah dibukanya beberapa penerbangan langsung ke negara tujuan ekspor proses ekspor buah manggis dari Bali kembali dilakukan. 

 

Dari data Iqfast Karantina Denpasar, kegiatan ekspor buah segar  seperti manggis sudah mulai terjadi di minggu terakhir bulan September kemarin. Rata-rata pengiriman manggis 2 sampai 3 ton per-hari menuju China, bahkan sudah sampai 8 ton sehari.

Baca Juga:  Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Kepala Daerah Lain Contoh Gubernur Koster

 

“Sampai saat ini, permintaan manggis dari Bali ke China, tiap hari rutin ada pengiriman,” ungkap I Putu Terunanegara, selaku Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, Minggu (10/10/2021). 

 

Terunanegara menjelaskan manggis dari Bali punya peminatnya tersendiri di pasar China. Hal itu dikarenakan buah manggis dari Bali memiliki daging yang lebih empuk dan tidak lembek serta tampilan luarnya lebih cantik. 

 

“Sekarang musim panen manggis sudah mulai ada di beberapa daerah di Bali, saya optimis setelah adanya pembukaan penerbangan langsung di Bandara International I Gusti Ngurah Rai, volume ekspor manggis akan melonjak naik,”  tambah Terunanegara.

 

Karantina Pertanian Denpasar terus melalukan pendampingan dari hulu sampai ke hilir, sehingga produk yang dihasilkan petani terjaga kualitasnya dan pasar  terus berkelanjutan. 

Baca Juga:  Pengembangan Artificial Intelligence untuk Stabilitas&Kemakmuran ASEAN

 

Dijelaskannya agar masyarakat Bali juga bisa selalu menerapkan protokol kesehatan agar pandemi berlalu. Sehingga proses ekspor hasil pertanian dan juga pariwisata di Bali kembali berjalan normal.

 

“Mari selalu terapkan Prokes. Menjalankan 3M. Mencuci tangan, memakai masker dan selalu menjaga jarak, ” tandasnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/