alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Lama Terhenti Akibat Pandemi, Kini Bali Ekspor 8 Ton Manggis Per Hari

DENPASAR  – Angin segar untuk ekspor komoditas pertanian, khususnya buah segar mulai berembus setelah dibukanya beberapa penerbangan langsung ke negara tujuan ekspor.

 

Proses ekspor buah manggis dari Bali ke China sempat terhenti selama ditutupnya penerbangan internasional selama pandemi covid-19. Ditutupnya Bandara I Gst Ngurah Rai menyebabkan terhentinya ekspor yang menyebabkan terpuruknya penyerapan hasil produksi petani di Bali. 

 

Namun sekarang ini, para petani buah manggis di Bali mendapat angin segar. Setelah dibukanya beberapa penerbangan langsung ke negara tujuan ekspor proses ekspor buah manggis dari Bali kembali dilakukan. 

 

Dari data Iqfast Karantina Denpasar, kegiatan ekspor buah segar  seperti manggis sudah mulai terjadi di minggu terakhir bulan September kemarin. Rata-rata pengiriman manggis 2 sampai 3 ton per-hari menuju China, bahkan sudah sampai 8 ton sehari.

Baca Juga:  Airlangga: Pesantrenpreneur untuk Kemandirian dan Ekonomi Kerakyatan
- Advertisement -

 

“Sampai saat ini, permintaan manggis dari Bali ke China, tiap hari rutin ada pengiriman,” ungkap I Putu Terunanegara, selaku Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, Minggu (10/10/2021). 

 

Terunanegara menjelaskan manggis dari Bali punya peminatnya tersendiri di pasar China. Hal itu dikarenakan buah manggis dari Bali memiliki daging yang lebih empuk dan tidak lembek serta tampilan luarnya lebih cantik. 

 

“Sekarang musim panen manggis sudah mulai ada di beberapa daerah di Bali, saya optimis setelah adanya pembukaan penerbangan langsung di Bandara International I Gusti Ngurah Rai, volume ekspor manggis akan melonjak naik,”  tambah Terunanegara.

 

Karantina Pertanian Denpasar terus melalukan pendampingan dari hulu sampai ke hilir, sehingga produk yang dihasilkan petani terjaga kualitasnya dan pasar  terus berkelanjutan. 

Baca Juga:  Backlog di Bali Tinggi, Himppera Target 2019 Bangun 3.000 Unit Rumah

 

Dijelaskannya agar masyarakat Bali juga bisa selalu menerapkan protokol kesehatan agar pandemi berlalu. Sehingga proses ekspor hasil pertanian dan juga pariwisata di Bali kembali berjalan normal.

 

“Mari selalu terapkan Prokes. Menjalankan 3M. Mencuci tangan, memakai masker dan selalu menjaga jarak, ” tandasnya.

 

- Advertisement -

DENPASAR  – Angin segar untuk ekspor komoditas pertanian, khususnya buah segar mulai berembus setelah dibukanya beberapa penerbangan langsung ke negara tujuan ekspor.

 

Proses ekspor buah manggis dari Bali ke China sempat terhenti selama ditutupnya penerbangan internasional selama pandemi covid-19. Ditutupnya Bandara I Gst Ngurah Rai menyebabkan terhentinya ekspor yang menyebabkan terpuruknya penyerapan hasil produksi petani di Bali. 

 

Namun sekarang ini, para petani buah manggis di Bali mendapat angin segar. Setelah dibukanya beberapa penerbangan langsung ke negara tujuan ekspor proses ekspor buah manggis dari Bali kembali dilakukan. 

 

Dari data Iqfast Karantina Denpasar, kegiatan ekspor buah segar  seperti manggis sudah mulai terjadi di minggu terakhir bulan September kemarin. Rata-rata pengiriman manggis 2 sampai 3 ton per-hari menuju China, bahkan sudah sampai 8 ton sehari.

Baca Juga:  Buah Sawo Khas Dawan Klungkung; Punya Rasa Unik, Kini Rambah Luar Bali

 

“Sampai saat ini, permintaan manggis dari Bali ke China, tiap hari rutin ada pengiriman,” ungkap I Putu Terunanegara, selaku Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, Minggu (10/10/2021). 

 

Terunanegara menjelaskan manggis dari Bali punya peminatnya tersendiri di pasar China. Hal itu dikarenakan buah manggis dari Bali memiliki daging yang lebih empuk dan tidak lembek serta tampilan luarnya lebih cantik. 

 

“Sekarang musim panen manggis sudah mulai ada di beberapa daerah di Bali, saya optimis setelah adanya pembukaan penerbangan langsung di Bandara International I Gusti Ngurah Rai, volume ekspor manggis akan melonjak naik,”  tambah Terunanegara.

 

Karantina Pertanian Denpasar terus melalukan pendampingan dari hulu sampai ke hilir, sehingga produk yang dihasilkan petani terjaga kualitasnya dan pasar  terus berkelanjutan. 

Baca Juga:  Demo Peringati Kemerdekaan Papua Barat, AMP dan PGN Bentrok di Bali

 

Dijelaskannya agar masyarakat Bali juga bisa selalu menerapkan protokol kesehatan agar pandemi berlalu. Sehingga proses ekspor hasil pertanian dan juga pariwisata di Bali kembali berjalan normal.

 

“Mari selalu terapkan Prokes. Menjalankan 3M. Mencuci tangan, memakai masker dan selalu menjaga jarak, ” tandasnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/