alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Koster Minta Pedagang Pakai Baju Adat Bali,Harga Sewa Tunggu Appraisal

GIANYARPasar Seni Sukawati di Banjar Dlod Tangluk, Kecamatan Sukawati resmi diserahterimakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali kepada Pemerintah Gianyar, kemarin (10/2).

Proses peresmian disaksian langsung Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Gianyar Made Mahayastra.

Gubernur Bali Wayan Koster meminta para pedagang nantinya bisa kompak mengenakan pakaian adat Bali dan menjual produk Bali.

“Pedagang pakai busana adat Bali. Dan menerapkan Pergub tentang pemasaran produk industri lokal Bali,” jelasnya.

Untuk dagangannya, Koster meminta memprioritaskan produk Bali. “Prioritaskan industri kecil menengah dari Gianyar. Supaya perajin Gianyar punya tempat,” pinta gubernur.

Di lain sisi, sebelum pedagang pindah ke pasar yang baru, akan dilakukan survei dan penghitungan dulu.

Baca Juga:  Dirut BRI Dinobatkan Sebagai CEO CSR of The Year

“Kami ketemu (pedagang, red) dulu . Walaupun dari awal sudah disosialisasikan. Kami adakan survei apakah undian atau bagaimana.

Yang jelas zonasi (barang jualan, red) harus tetap,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Luh Eka Suary.

Rencananya, akan ada zonasi kerajinan pakaian, patung dan barang kerajinan. “Nanti kami koordinasi dulu. Supaya orang tidak jenuh dan bisa naik ke lantai tiga, maka diatur. Di lantai satu apa, dua apa,” terangnya.

Untuk jumlah pedagangnya, pihaknya menjamin tetap seperti dulu. “Satu pedagang, dulu punya kontrak dari dulu, ada punya satu, ada punya dua. Nanti kesepakatan saja, nanti bersama,” terangnya.

Mengenai harga sewa per los, akan dihitung terlebih dulu. “Seperti apa perjanjian harus di-appraisal oleh konsultan. Berapa yang harus diperjanjikan,” terangnya.

Baca Juga:  Indef: Merger Tokopedia Gojek Berdampak Positif bagi Konsumen

Apal lebih mahal? “Tergantung itu konsultan penilaian, memang yang ahlinya,” tukasnya.



GIANYARPasar Seni Sukawati di Banjar Dlod Tangluk, Kecamatan Sukawati resmi diserahterimakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali kepada Pemerintah Gianyar, kemarin (10/2).

Proses peresmian disaksian langsung Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Gianyar Made Mahayastra.

Gubernur Bali Wayan Koster meminta para pedagang nantinya bisa kompak mengenakan pakaian adat Bali dan menjual produk Bali.

“Pedagang pakai busana adat Bali. Dan menerapkan Pergub tentang pemasaran produk industri lokal Bali,” jelasnya.

Untuk dagangannya, Koster meminta memprioritaskan produk Bali. “Prioritaskan industri kecil menengah dari Gianyar. Supaya perajin Gianyar punya tempat,” pinta gubernur.

Di lain sisi, sebelum pedagang pindah ke pasar yang baru, akan dilakukan survei dan penghitungan dulu.

Baca Juga:  Stop Reklamasi Teluk Benoa, Koster Minta Restoran Akame Ikut Ditutup

“Kami ketemu (pedagang, red) dulu . Walaupun dari awal sudah disosialisasikan. Kami adakan survei apakah undian atau bagaimana.

Yang jelas zonasi (barang jualan, red) harus tetap,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Luh Eka Suary.

Rencananya, akan ada zonasi kerajinan pakaian, patung dan barang kerajinan. “Nanti kami koordinasi dulu. Supaya orang tidak jenuh dan bisa naik ke lantai tiga, maka diatur. Di lantai satu apa, dua apa,” terangnya.

Untuk jumlah pedagangnya, pihaknya menjamin tetap seperti dulu. “Satu pedagang, dulu punya kontrak dari dulu, ada punya satu, ada punya dua. Nanti kesepakatan saja, nanti bersama,” terangnya.

Mengenai harga sewa per los, akan dihitung terlebih dulu. “Seperti apa perjanjian harus di-appraisal oleh konsultan. Berapa yang harus diperjanjikan,” terangnya.

Baca Juga:  Cegah Babi Sakit Dipotong, Penyuluh Peternakan Kawal Rumah Jagal

Apal lebih mahal? “Tergantung itu konsultan penilaian, memang yang ahlinya,” tukasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/