alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Kerek Roda Ekonomi, Pemkot Pangkas Uang Sewa Tempat Usaha 50 Persen

DENPASAR – Pemkot Denpasar terus berupaya membantu sektor perdagangan agar roda perekonomian masyarakat tetap berjalan selama wabah corona virus diseases (Covid-19) terjadi.

Melalui Perumda Pasar Sewakadarma, Pemkot Denpasar merilis SK Direksi Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar No. 135/2020 tentang

Keringanan Pembayaran Sewa dan Biaya Operasional Pasar (BOP) bagi pedagang di unit-unit pasar di lingkungan Perumda Pasar Sewakadarma.

“Tujuan kebijakan ini adalah untuk membantu meringankan beban para pedagang di tengah omset penjualannya yang semakin menurun,” ujar Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar IB Kompyang Wiranata. 

Untuk besarannya disesuaikan dengan kemampuan cash flow perusahaan sehingga perusahaan masih tetap bisa eksis ditengah menurunnya total pendapatan perusahaan.

Baca Juga:  Pertamax Naik Rp 600, Ini Respons Mengejutkan Konsumen di Bali…

Kebijakan ini diputuskan sejak 11 Maret 2020 dan berlaku hingga 29 Mei 2020 dan selanjutnya akan dievaluasi atau diperpanjang melihat situasi yang berkembang di lapangan.

“Sejak wabah Covid-19 muncul, pendapatan Perumda pasar turun sampai dengan 20 persen dibanding saat kondisi normal. Dasar itulah yang menjadikan Perumda merilis kebijakan ini,” bebernya.

IB Wiranata berharap selain memberi keringanan, agar protokol pencegahan penyebaran Covid 19 terus ditingkatkan.

“Kebijakan ini sudah sesuai dengan arahan Bapak Walikota terkait pembentukan tim perlindungan sosial dan ekonomi sebagai bagian dari dampak Covid-19 di Kota Denpasar,” paparnya. 

Dalam surat tersebut keringanan pembayaran sewa tempat usaha (kios, los dan tanah) sebesar 50 persen dari nilai penetapan sewa setiap bulan dan pembebasayan pembayaran BOP setiap hari Minggu.

Baca Juga:  Lima Srikandi E-Sport Kumpulkan Donasi untuk Pekerja Terdampak Corona

Pemberian keringanan berlaku sekak 12 April meski kebijakan diputuskan sejak bulan Maret lalu. 



DENPASAR – Pemkot Denpasar terus berupaya membantu sektor perdagangan agar roda perekonomian masyarakat tetap berjalan selama wabah corona virus diseases (Covid-19) terjadi.

Melalui Perumda Pasar Sewakadarma, Pemkot Denpasar merilis SK Direksi Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar No. 135/2020 tentang

Keringanan Pembayaran Sewa dan Biaya Operasional Pasar (BOP) bagi pedagang di unit-unit pasar di lingkungan Perumda Pasar Sewakadarma.

“Tujuan kebijakan ini adalah untuk membantu meringankan beban para pedagang di tengah omset penjualannya yang semakin menurun,” ujar Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar IB Kompyang Wiranata. 

Untuk besarannya disesuaikan dengan kemampuan cash flow perusahaan sehingga perusahaan masih tetap bisa eksis ditengah menurunnya total pendapatan perusahaan.

Baca Juga:  Airlangga Hartarto Dorong Percepatan Pembangunan di Jabar, Jatim, dan Jateng

Kebijakan ini diputuskan sejak 11 Maret 2020 dan berlaku hingga 29 Mei 2020 dan selanjutnya akan dievaluasi atau diperpanjang melihat situasi yang berkembang di lapangan.

“Sejak wabah Covid-19 muncul, pendapatan Perumda pasar turun sampai dengan 20 persen dibanding saat kondisi normal. Dasar itulah yang menjadikan Perumda merilis kebijakan ini,” bebernya.

IB Wiranata berharap selain memberi keringanan, agar protokol pencegahan penyebaran Covid 19 terus ditingkatkan.

“Kebijakan ini sudah sesuai dengan arahan Bapak Walikota terkait pembentukan tim perlindungan sosial dan ekonomi sebagai bagian dari dampak Covid-19 di Kota Denpasar,” paparnya. 

Dalam surat tersebut keringanan pembayaran sewa tempat usaha (kios, los dan tanah) sebesar 50 persen dari nilai penetapan sewa setiap bulan dan pembebasayan pembayaran BOP setiap hari Minggu.

Baca Juga:  Tambah Kasus Positif Corona, Ini Respons Cepat GTTP Covid-19 Tabanan

Pemberian keringanan berlaku sekak 12 April meski kebijakan diputuskan sejak bulan Maret lalu. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/