alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Dollar Menguat, Rupiah Melemah, Kenaikan PPh Picu Inflasi

DENPASAR – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) beberapa hari ini bergerak cenderung melemah.

Bahkan, nilai tukar rupiah beberapa kali menyentuh level Rp 15.000 per USD. Untuk mengatasi kondisi ini, pemerintah pun melakukan berbagai upaya.

Salah satunya dengan menaikkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) impor 22 untuk 1.147 barang. Ini dilakukan sebagai upaya mengendalikan defisit neraca transaksi berjalan yang memberikan dinamika tinggi pada nilai tukar rupiah.

Terkait hal ini, Pengamat Ekonomi, Prof I Wayan Ramantha mengatakan, kondisi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar serta kenaikan PPh bagi Bali cenderung seimbang.

Kebijakan menaikkan PPh oleh pemerintah, menurutnya, untuk menghemat cadangan devisa negara supaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar yang merupakan dasar impor.

Baca Juga:  Kompak Dukung Regulasi Arak, Tata Kelola Diatur Bakal Diatur Pergub

Dia menjelaskan, ketika kebijakan menaikkan PPh ini diberlakukan dalam jangka panjang, akan memicu terjadinya inflasi.

“Tapi, perkiraan saya (inflasi) tidak tinggi. Tapi di antara sekian barang komoditas, yang mempengaruhi inflasi tidak terlalu banyak berasal dari Impor,” ujar Prof Ramantha.

Karena, menurutnya, dengan adanya kebijakan kenaikan PPh ini membuat masyarakat mengurangi impor.

“Untuk Bali sebenarnya dampaknya tidak terlalu. Karena impor yang dibutuhkan Bali bukan merupakan bahan pokok,” imbuhnya.



DENPASAR – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) beberapa hari ini bergerak cenderung melemah.

Bahkan, nilai tukar rupiah beberapa kali menyentuh level Rp 15.000 per USD. Untuk mengatasi kondisi ini, pemerintah pun melakukan berbagai upaya.

Salah satunya dengan menaikkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) impor 22 untuk 1.147 barang. Ini dilakukan sebagai upaya mengendalikan defisit neraca transaksi berjalan yang memberikan dinamika tinggi pada nilai tukar rupiah.

Terkait hal ini, Pengamat Ekonomi, Prof I Wayan Ramantha mengatakan, kondisi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar serta kenaikan PPh bagi Bali cenderung seimbang.

Kebijakan menaikkan PPh oleh pemerintah, menurutnya, untuk menghemat cadangan devisa negara supaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar yang merupakan dasar impor.

Baca Juga:  WASPADA! Uang Palsu Jaringan Bangkalan Beredar di Bali

Dia menjelaskan, ketika kebijakan menaikkan PPh ini diberlakukan dalam jangka panjang, akan memicu terjadinya inflasi.

“Tapi, perkiraan saya (inflasi) tidak tinggi. Tapi di antara sekian barang komoditas, yang mempengaruhi inflasi tidak terlalu banyak berasal dari Impor,” ujar Prof Ramantha.

Karena, menurutnya, dengan adanya kebijakan kenaikan PPh ini membuat masyarakat mengurangi impor.

“Untuk Bali sebenarnya dampaknya tidak terlalu. Karena impor yang dibutuhkan Bali bukan merupakan bahan pokok,” imbuhnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/