alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Dolar Menguat, Harga Barang Elektronik Naik 5 Persen, AC Paling Diburu

DENPASAR – Efek penguatan dolar Amerika yang menyentuh angka Rp 14 ribu membuat sebagian pelaku ekonomi resah.

Terutama pelaku industri elektronik yang sebagian besar produknya mengandalkan impor.

Owner Bali Electronic Center (BEC) Wijaya Anggarawan mengungkapkan, kenaikan harga akibat melemahnya rupiah diprediksi berjalan aktif pertengahan bulan Mei ini.

Kenaikannya diprediksi 3 – 5 persen. “Perlengkapan rumah tangga naik 3 persen, sedangkan televisi, AC dan lainnya naik 5 persen,” ujar Wijaya kemarin (11/5).

Disinggung mengenai efek penjualan, Wijaya mengaku belum ada dampak. Namun, berkaca dua tahun sebelumnya ketika harga dolar naik, penjualan produk elektronik mengalami penurunan drastis hingga 50 persen.

“Kami masih wait and see. Apakah akan ada penurunan penjualan atau tidak,” terangnya.

Baca Juga:  Dolar Menguat, Perekonomian Bali Terancam Melemah

Pihaknya meminta supplier yang memasok barang di tokonya memberikan door prize atau hadiah tambahan pada pembelian barang-barang tertentu.

Pemberlakuan tersebut sebagai upaya untuk menarik minat pembeli di tengah kondisi rupiah yang tidak stabil.

“Jadi pembeli merasa tertarik, ini salah satu upaya menghindari merosotnya penjualan,” kata Wijaya. 

Saat ini, penjualan di BEC sendiri masih didominasi televisi LED dengan penjualan per hari hingga 30 unit.

Namun, di tengah cuaca panas saat ini, penjualan AC juga bertumbuh dengan tingkat penjualan rata-rata per hari hingga 25 unit



DENPASAR – Efek penguatan dolar Amerika yang menyentuh angka Rp 14 ribu membuat sebagian pelaku ekonomi resah.

Terutama pelaku industri elektronik yang sebagian besar produknya mengandalkan impor.

Owner Bali Electronic Center (BEC) Wijaya Anggarawan mengungkapkan, kenaikan harga akibat melemahnya rupiah diprediksi berjalan aktif pertengahan bulan Mei ini.

Kenaikannya diprediksi 3 – 5 persen. “Perlengkapan rumah tangga naik 3 persen, sedangkan televisi, AC dan lainnya naik 5 persen,” ujar Wijaya kemarin (11/5).

Disinggung mengenai efek penjualan, Wijaya mengaku belum ada dampak. Namun, berkaca dua tahun sebelumnya ketika harga dolar naik, penjualan produk elektronik mengalami penurunan drastis hingga 50 persen.

“Kami masih wait and see. Apakah akan ada penurunan penjualan atau tidak,” terangnya.

Baca Juga:  Pasar Saham di Bali Tumbuh Pesat, Transaksi Tembus Rp 1,4 Triliun

Pihaknya meminta supplier yang memasok barang di tokonya memberikan door prize atau hadiah tambahan pada pembelian barang-barang tertentu.

Pemberlakuan tersebut sebagai upaya untuk menarik minat pembeli di tengah kondisi rupiah yang tidak stabil.

“Jadi pembeli merasa tertarik, ini salah satu upaya menghindari merosotnya penjualan,” kata Wijaya. 

Saat ini, penjualan di BEC sendiri masih didominasi televisi LED dengan penjualan per hari hingga 30 unit.

Namun, di tengah cuaca panas saat ini, penjualan AC juga bertumbuh dengan tingkat penjualan rata-rata per hari hingga 25 unit


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/