alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Minim Sosialiasi, Asuransi Nelayan dan AUTP Tidak Capai Target

DENPASAR – Minat nelayan mengikuti asuransi nelayan ternyata masih rendah. Dari target tahun ini yang mencapai 9.000 nelayan di Bali, realisasinya hanya 4.000 orang nelayan saja.

Menurut pihak Jasindo selaku penjamin pembiayaan, ada beberapa faktor yang menyebabkan tidak teralisasinya asuransi nelayan ini.

“Minimnya informasi, karena saat dilakukan sosialisasi dengan mengundang ketua kelompok nelayan tapi tidak sampai ke anggotanya.

Selain itu anggota asuransi nelayan ini maksimal umur 60 tahun sedangkan nelayan kita rata-rata lebih dari itu usianya,” ujar Kepala OJK Regional 8 Bali-Nusa Tenggara Hizbullah kemarin.

Selain asuransi nelayan, realisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) juga tidak mencapai target. Hingga Oktober tahun ini baru mencapai 17 ribu hektare sedangkan target yang ditentukan mencapai 29 ribu hektare.

Baca Juga:  Penyaluran Kredit di Bali Tak Maksimal, Ini Penyebab Utamanya…

Dalam hal ini juga dipengaruhi beberapa faktor seperti adanya permasalahan koordinasi antara pihak Pemrov Bali dengan dinas di Tingkat Kabupaten dan Kota.

“Jadi, ketika di sini (Pemprov Bali) sudah diputus asuransinya, implementasi di Kabupaten tidak jalan. Dan hingga Oktober ini AUTP sudah ditutup untuk tahun ini,” jelas Hizbullah.

Untuk itu saat ini OJK, Pemprov Bali dan seluruh Kepala Dinas di Bali telah sepakat membentuk tim khusus untuk meningkatkan kinerja tahun 2018 mendatang.

Nantinya tim ini yang akan mendorong agar realisasi pembiaya lini sektor bisa tercapai sesuai target bahkan bisa mencapai lebih.

“Tahun depan ini harus tercapai. TPAKD ini memiliki tujuan agar perekonomian di Bali semakin bertumbuh,” terangnya.

Baca Juga:  Harga Pasir Melambung Tinggi, Kontraktor Pusing Tujuh Keliling


DENPASAR – Minat nelayan mengikuti asuransi nelayan ternyata masih rendah. Dari target tahun ini yang mencapai 9.000 nelayan di Bali, realisasinya hanya 4.000 orang nelayan saja.

Menurut pihak Jasindo selaku penjamin pembiayaan, ada beberapa faktor yang menyebabkan tidak teralisasinya asuransi nelayan ini.

“Minimnya informasi, karena saat dilakukan sosialisasi dengan mengundang ketua kelompok nelayan tapi tidak sampai ke anggotanya.

Selain itu anggota asuransi nelayan ini maksimal umur 60 tahun sedangkan nelayan kita rata-rata lebih dari itu usianya,” ujar Kepala OJK Regional 8 Bali-Nusa Tenggara Hizbullah kemarin.

Selain asuransi nelayan, realisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) juga tidak mencapai target. Hingga Oktober tahun ini baru mencapai 17 ribu hektare sedangkan target yang ditentukan mencapai 29 ribu hektare.

Baca Juga:  HOT NEWS! OJK Cabut Izin Usaha BPR Legian

Dalam hal ini juga dipengaruhi beberapa faktor seperti adanya permasalahan koordinasi antara pihak Pemrov Bali dengan dinas di Tingkat Kabupaten dan Kota.

“Jadi, ketika di sini (Pemprov Bali) sudah diputus asuransinya, implementasi di Kabupaten tidak jalan. Dan hingga Oktober ini AUTP sudah ditutup untuk tahun ini,” jelas Hizbullah.

Untuk itu saat ini OJK, Pemprov Bali dan seluruh Kepala Dinas di Bali telah sepakat membentuk tim khusus untuk meningkatkan kinerja tahun 2018 mendatang.

Nantinya tim ini yang akan mendorong agar realisasi pembiaya lini sektor bisa tercapai sesuai target bahkan bisa mencapai lebih.

“Tahun depan ini harus tercapai. TPAKD ini memiliki tujuan agar perekonomian di Bali semakin bertumbuh,” terangnya.

Baca Juga:  Potensi Besar, Dewan Anggap Potensi Pajak PBB Belum Digarap Maksimal

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/