alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Motif Kian Beragam, Endek Klasik Jadi Buruan Konsumen

DENPASAR – Kain endek menjadi salah satu produk endemik asal Bali yang mulai berkembang sejak beberapa tahun terakhir.

Bahkan, inovasi kain ini tidak hanya sekadar menjadi kain, namun telah menjelma menjadi berbagai produk fashion. Di tengah meredupnya bisnis sandang, endek masih menjadi buruan konsumen.

Tak hanya diminati warga Bali namun juga wisatawan. Meski efek lesunya bisnis sandang tersebut juga memberi sedikit efek untuk penjualan endek di Bali.

Salah seorang pedagang kain endek, Putu Suandewi, mengatakan, munculnya inovasi di industri fashion membuat kain endek kian dicari. Apalagi kain endek memiliki motif cukup beragam.

Dan, salah satu yang diburu adalah motif klasik yang menjadi incaran pemburu kain endek. “Motif klasik, seperti motif lobeng, gerinsing, dan juga motif songket tetap digemari konsumen,” kata Suandewi.

Baca Juga:  Disinyalir Ada Kerja Sama Bisnis di Wilayah Pantai Utara

Perempuan yang juga memiliki toko di Kawasan Pulau Misol, Denpasar ini lebih banyak menyajikan motif klasik.

Ditambah lagi, kebijakan Pemerintah Daerah di Bali, yang mewajibkan penggunaan produk sandang lokal untuk seragam kantor sangat memberi suntikan peningkatan penjualan di tengah kondisi perekonomian yang melesu.

“Selain adanya aturan tersebut, inovasi fashion yang sangat banyak pilihan juga membuka ruang penjualan endek di Bali semakin bagus,” tandasnya.



DENPASAR – Kain endek menjadi salah satu produk endemik asal Bali yang mulai berkembang sejak beberapa tahun terakhir.

Bahkan, inovasi kain ini tidak hanya sekadar menjadi kain, namun telah menjelma menjadi berbagai produk fashion. Di tengah meredupnya bisnis sandang, endek masih menjadi buruan konsumen.

Tak hanya diminati warga Bali namun juga wisatawan. Meski efek lesunya bisnis sandang tersebut juga memberi sedikit efek untuk penjualan endek di Bali.

Salah seorang pedagang kain endek, Putu Suandewi, mengatakan, munculnya inovasi di industri fashion membuat kain endek kian dicari. Apalagi kain endek memiliki motif cukup beragam.

Dan, salah satu yang diburu adalah motif klasik yang menjadi incaran pemburu kain endek. “Motif klasik, seperti motif lobeng, gerinsing, dan juga motif songket tetap digemari konsumen,” kata Suandewi.

Baca Juga:  Kain Endek, dari Dulu Hingga Sekarang

Perempuan yang juga memiliki toko di Kawasan Pulau Misol, Denpasar ini lebih banyak menyajikan motif klasik.

Ditambah lagi, kebijakan Pemerintah Daerah di Bali, yang mewajibkan penggunaan produk sandang lokal untuk seragam kantor sangat memberi suntikan peningkatan penjualan di tengah kondisi perekonomian yang melesu.

“Selain adanya aturan tersebut, inovasi fashion yang sangat banyak pilihan juga membuka ruang penjualan endek di Bali semakin bagus,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/