25.4 C
Denpasar
Tuesday, June 6, 2023

Pemilik Toko Modern Diminta Serap Produk UMKM Warga

SINGARAJA – Pemerintah berencana mengetatkan regulasi pendirian toko modern. Rencananya pemerintah akan menambah salah satu regulasi dalam proses perizinan. Yakni mewajibkan toko modern menyerap produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal Buleleng. Sehingga keberadaan toko modern juga memberikan dampak pada UMKM.

Hal itu diungkapkan Penjabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana saat menghadiri upacara melaspas Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Banyuasri, Senin kemarin (13/2/2023).

Kepada wartawan, Lihadnyana mengatakan PLUT akan jadi motor pengembangan UMKM di Buleleng. Sebab fasilitas itu dilengkapi dengan inkubator bisnis, klinik bisnis, konsultasi bisnis, hingga ruang etalase untuk memajang produk UMKM Buleleng. Ia meyakini dengan UMKM yang kuat, praktis kondisi perekonomian Buleleng akan lebih stabil.

Ia berjanji akan mengawal operasional PLUT. Terutama penempatan sumber daya manusia (SDM) yang bertugas di PLUT. “Saya minta yang ditempatkan di sini bukan orang copotan. Kalau nggak punya jiwa entrepreneurshipnggak akan jalan PLUT ini. Saya akan intervensi ini,” ujar Lihadnyana.

Baca Juga:  Imbas Virus Corona, Ekspor Buah Naga Buleleng ke China Terhambat

Selain itu ia meminta agar toko modern juga wajib menjual produk UMKM lokal. Maklum saja, belum banyak toko modern yang menjual produk lokal. Kalau toh ada, hanya toko modern yang pemiliknya warga setempat. Sementara toko modern berjaringan, nyaris tak menjual produk UMKM.

Ia mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) agar selektif memberikan izin usaha toko modern. “PLUT ini harus ada tim kurasi yang menyeleksi produk-produk UKM,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM (Dagerin) Buleleng, Dewa Made Sudiarta mengatakan, Gedung PLUT akan beroperasi penuh pada Maret mendatang. Saat ini pihaknya tengah menyiapkan susunan kelembagaan, serta merekrut tenaga pendamping. Rencananya PLUT akan dikelola oleh sebuah Unit Pelaksana Teknis (UPT) khusus yang dibentuk.

Baca Juga:  Airlangga: Refocusing Anggaran-Inovasi Pemda Minimalisir Efek Pandemi

“Nanti ada tenaga pendamping konsultan, pendamping pengembangan SDM, kelembagaan, pemasaran, keuangan, kerjasama, dan digitalisasi. Jadi tenaga pendamping ini akan mendampingi UMKM, mulai dari proses penyiapan produk sampai pemasaran. Sehingga para pengusaha UMKM ini siap tinggal landas,” demikian Sudiarta.

Asal tahu saja, Gedung PLUT berdiri di atas lahan seluas 12,3 are. Lahan itu tadinya dimanfaatkan untuk areal parkir Kolam Renang Nirmala Asri. Gedung PLUT telah dibangun sejak tahun lalu dengan anggaran sebesar Rp 3,36 miliar. (eps)



SINGARAJA – Pemerintah berencana mengetatkan regulasi pendirian toko modern. Rencananya pemerintah akan menambah salah satu regulasi dalam proses perizinan. Yakni mewajibkan toko modern menyerap produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal Buleleng. Sehingga keberadaan toko modern juga memberikan dampak pada UMKM.

Hal itu diungkapkan Penjabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana saat menghadiri upacara melaspas Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Banyuasri, Senin kemarin (13/2/2023).

Kepada wartawan, Lihadnyana mengatakan PLUT akan jadi motor pengembangan UMKM di Buleleng. Sebab fasilitas itu dilengkapi dengan inkubator bisnis, klinik bisnis, konsultasi bisnis, hingga ruang etalase untuk memajang produk UMKM Buleleng. Ia meyakini dengan UMKM yang kuat, praktis kondisi perekonomian Buleleng akan lebih stabil.

Ia berjanji akan mengawal operasional PLUT. Terutama penempatan sumber daya manusia (SDM) yang bertugas di PLUT. “Saya minta yang ditempatkan di sini bukan orang copotan. Kalau nggak punya jiwa entrepreneurshipnggak akan jalan PLUT ini. Saya akan intervensi ini,” ujar Lihadnyana.

Baca Juga:  Imbas Virus Corona, Ekspor Buah Naga Buleleng ke China Terhambat

Selain itu ia meminta agar toko modern juga wajib menjual produk UMKM lokal. Maklum saja, belum banyak toko modern yang menjual produk lokal. Kalau toh ada, hanya toko modern yang pemiliknya warga setempat. Sementara toko modern berjaringan, nyaris tak menjual produk UMKM.

Ia mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) agar selektif memberikan izin usaha toko modern. “PLUT ini harus ada tim kurasi yang menyeleksi produk-produk UKM,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM (Dagerin) Buleleng, Dewa Made Sudiarta mengatakan, Gedung PLUT akan beroperasi penuh pada Maret mendatang. Saat ini pihaknya tengah menyiapkan susunan kelembagaan, serta merekrut tenaga pendamping. Rencananya PLUT akan dikelola oleh sebuah Unit Pelaksana Teknis (UPT) khusus yang dibentuk.

Baca Juga:  KB Kookmin Bank Jadi Pemegang Saham Pengendali Bank Bukopin

“Nanti ada tenaga pendamping konsultan, pendamping pengembangan SDM, kelembagaan, pemasaran, keuangan, kerjasama, dan digitalisasi. Jadi tenaga pendamping ini akan mendampingi UMKM, mulai dari proses penyiapan produk sampai pemasaran. Sehingga para pengusaha UMKM ini siap tinggal landas,” demikian Sudiarta.

Asal tahu saja, Gedung PLUT berdiri di atas lahan seluas 12,3 are. Lahan itu tadinya dimanfaatkan untuk areal parkir Kolam Renang Nirmala Asri. Gedung PLUT telah dibangun sejak tahun lalu dengan anggaran sebesar Rp 3,36 miliar. (eps)


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru