alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Selama IMF – World Bank Meeting, Pemerintah Jamin Stok Pangan Aman

DENPASAR – Annual meeting tahunan IMF – World Bank Meeting yang akan dihadiri 15 ribu delegasi dari 189 negara sudah dekat.

Dalam even bergengsi tersebut, selain peningkatan akomodasi yang dipastikan meningkat, kebutuhan pangan dipastikan mengalami kondisi sama.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali Wayan Mardiana mengungkapkan, masing-masing dinas diberikan mandat untuk menjaga ketersediaan pangan selama IMF-World Bank berlangsung.

Beberapa kebutuhan central, seperti beras, telur, daging ayam, sapi gula dan minyak menjadi kebutuhan yang dipastikan meningkat.

“Kami pastikan semuanya aman, bahkan sampai akhir tahun bisa mencukupi,” tutur Mardiana. Untuk beras, stok yang tersedia mencapai 18 ribu ton yang saat ini disimpan di Bulog Bali.

Baca Juga:  Menko Airlangga: Riset, Tekonologi dan Big Data Jadi Kunci PEN

Stok tersebut bisa memenuhi kebutuhan hingga pertengahan 2019 mendatang. Rata-rata konsumsi beras di Bali dalam kurun satu bulan mencapai 36 ribu ton.

“Kalau ditambah dengan beras di petani lokal, dan juga cadangan beras pemerintah totalnya mencapai 130 ribu ton,” kata Mardiana.

Pun terkait harga, Mardiana menyebut, terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait salah satunya dalam menjaga stabilitas harga pangan tidak meningkat jelang IMF-World Bank.

Disinggung mengenai ketersediaan daging ayam mengingat Bali kerap terjadi kelangkaan, pihaknya telah menjalin koordinasi dengan beberapa pemasok DOC atau bibit ayam.

“Sekarang sudah normal, termasuk harga daging ayam juga normal. Kami minta pasokan DOC di tambah,” bebernya.

Baca Juga:  BRI Sediakan Asuransi Untuk Aktivitas Usaha Mitra

Namun, untuk kebutuhan daging sapi, Mardiana menyebut, serapan daging sapi lokal tidak terlalu banyak dibutuhkan.

Ini mengingat adanya pasokan daging impor yang memiliki kualitas lebih ketimbang daging lokal. “Yang hadir itu kan semua orang penting. Jadi selera juga harus dari kualitas bagus.

Kalau daging sapi lokal kita mungkin masih dianggap alot, sehingga kebutuhan daging impor akan lebih dibutuhkan,” tuturnya.

Dalam pemenuhan bahan makanan, diakui ada beberapa yang dipasok dari luar. Beberapa di antaranya sayur-sayuran yang sebagian dipasok dari Jawa dan juga buah



DENPASAR – Annual meeting tahunan IMF – World Bank Meeting yang akan dihadiri 15 ribu delegasi dari 189 negara sudah dekat.

Dalam even bergengsi tersebut, selain peningkatan akomodasi yang dipastikan meningkat, kebutuhan pangan dipastikan mengalami kondisi sama.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali Wayan Mardiana mengungkapkan, masing-masing dinas diberikan mandat untuk menjaga ketersediaan pangan selama IMF-World Bank berlangsung.

Beberapa kebutuhan central, seperti beras, telur, daging ayam, sapi gula dan minyak menjadi kebutuhan yang dipastikan meningkat.

“Kami pastikan semuanya aman, bahkan sampai akhir tahun bisa mencukupi,” tutur Mardiana. Untuk beras, stok yang tersedia mencapai 18 ribu ton yang saat ini disimpan di Bulog Bali.

Baca Juga:  Woow…Baru Rilis, Inden All New Terios Membeludak

Stok tersebut bisa memenuhi kebutuhan hingga pertengahan 2019 mendatang. Rata-rata konsumsi beras di Bali dalam kurun satu bulan mencapai 36 ribu ton.

“Kalau ditambah dengan beras di petani lokal, dan juga cadangan beras pemerintah totalnya mencapai 130 ribu ton,” kata Mardiana.

Pun terkait harga, Mardiana menyebut, terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait salah satunya dalam menjaga stabilitas harga pangan tidak meningkat jelang IMF-World Bank.

Disinggung mengenai ketersediaan daging ayam mengingat Bali kerap terjadi kelangkaan, pihaknya telah menjalin koordinasi dengan beberapa pemasok DOC atau bibit ayam.

“Sekarang sudah normal, termasuk harga daging ayam juga normal. Kami minta pasokan DOC di tambah,” bebernya.

Baca Juga:  Kopi Kintamani Jadi Sajian Khusus untuk Delegasi IMF – World Bank

Namun, untuk kebutuhan daging sapi, Mardiana menyebut, serapan daging sapi lokal tidak terlalu banyak dibutuhkan.

Ini mengingat adanya pasokan daging impor yang memiliki kualitas lebih ketimbang daging lokal. “Yang hadir itu kan semua orang penting. Jadi selera juga harus dari kualitas bagus.

Kalau daging sapi lokal kita mungkin masih dianggap alot, sehingga kebutuhan daging impor akan lebih dibutuhkan,” tuturnya.

Dalam pemenuhan bahan makanan, diakui ada beberapa yang dipasok dari luar. Beberapa di antaranya sayur-sayuran yang sebagian dipasok dari Jawa dan juga buah


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/