Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Berhasil Rajai Ekspor ke Tiongkok, Manggis Bali Mengincar Pasar Eropa

15 Oktober 2021, 09: 34: 32 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Berhasil Rajai Ekspor ke Tiongkok, Manggis Bali Mengincar Pasar Eropa

Salah satu manggis di Desa Padangan, Pupuan, Tabanan. (JULIADI/ RADAR BALI)

Share this      

TABANAN – Di tengah harga yang menjanjikan, buah manggis asal Bali terus akan melebarkan sayapnya untuk bisa ekspor ke sejumlah negara. Setelah Tiongkok dan negara di Timur Tengah, pasal Eropa pun diincar.

Saat ini harga manggis cukup menggiurkan. Harganya menembus Rp30 ribu per kilogram. Naik dari sebelumnya Rp15 ribu.

Ketua Perkumpulan Eksportir Manggis dan Hortikultura Indonesia Jro Putu Tesan mengaku permintaan buah manggis untuk eksport sedang tinggi saat ini. Setiap kali pengiriman ke negeri tirai bambu mencapai 36 ribu ton.

Baca juga: Harga Porang Anjlok, Harga Manggis Malah Melompat Sampai Dua Kali

Sementara khusus di Bali sendiri mampu menyumbang buah manggis sekitar 55 persen setiap kali pengiriman.

Dia menambahkan buah manggis Bali juga telah tembus pasar eksport negeri timur tengah. Dengan pengiriman Uni Emirat Arab, namun volumenya masih kecil hanya 1-2 ton setiap kali pengiriman ton.

“Terbesar serapan buah manggis berada di Kabupaten Tabanan, Kemudian sisanya berada di Kabupaten Jembrana, Buleleng dan Karangasem,” tutur eksportir buah manggis asal Desa Padangan, Pupuan yang dikonfirmasi, Rabu (13/10).

Tingginya harga manggis ini menurut Jro Tesan karena factor permintaan yang tinggi di luar negeri. Di sisi lain, buah manggis dari Bali mampu bersaing dipasar ekspor, karena kualitas buahnya.

“Sejauh ini persaingan buah manggis eksport masih dengan negara Thailand,” ungkapnya.

Yang lebih menggembirakan, pasar ekspor buah manggis dari Bali rencananya tidak hanya ke negeri Tirai Bambu dan Timur Tengah saja. Kata Jro Tesan, negara di Uni Eropa juga sudah masuk dalam bidikan.

Jelas Jro Tesan, pihaknya bersama rekan-rekan di asosiasi eksportir sudah melakukan kontak dagang dengan Uni Eropa.

“Sekarang kita lagi persiapan apa saja syarat dan verifikasi buah manggis untuk ke Uni Eropa. Karena kita tahu sendiri market Uni Eropa besar dan peluang pasar terbuka lebar,” terangnya.

Jro Tesan menyebut ada beberapa syarat untuk masuk pasar retail di Eropa yang harus dilengkapi. Salah satunya syarat good agriculture practices (GAP). Syarat ini untuk menjamin mutu dan kualitas buah.

Di samping itu syarat tersebut menunjukkan buah tersebut berasal dari kebun yang sudah melalui pembinaan kelompok-kelompok yang tergabung dalam petani buah. Syarat lainnya harus memiliki rumah kemas.

“Nah kita sudah jajaki di Uni Eropa, kalau ini bisa tembus. Otomatis serapan manggis Bali lebih besar. Untuk tembus ke sana kami juga masih tunggu regulasi dan melengkapi persyaratan,” terangnya.

(rb/jul/yor/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia