alexametrics
27.8 C
Denpasar
Thursday, June 30, 2022

Maret 2020, Dispar Prediksi Turis ke Bali Hilang 100 Ribu Orang

DENPASAR –Dampak wabah penyebaran virus corona benar-benar berdampak terhadap jumlah kunjungan turis atau wisatawan yang datang ke Bali.

 

Terbukti, meski awal Januari 2020 jumlah kunjungan wisatawan ke Bali naik atau meningkat sekitar 100 ribu orang dibanding tahun sebelumnya (Januari 2019).

 

Namun angka ini terus mengalami penurun sejak merebaknya wabah virus corona.

 

Bahkan, khususnya di Bali, penurunan jumlah kunjungan secara signifikan sudah terjadi sejak awal Februari 2020 lalu.  

Seperti disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali Putu Astawa.

 

Menurutnya, akibat isu wabah corona, dari data Dispar Bali, Bali mengalami penurunan jumlah kunjungan wisatawan dari sejak Februari 2020 lalu.

 

Menurutnya, penurunan jumlah kunjungan pun terjadi diangka 50 ribu orang dibanding bulan februari pada tahun 2019 lalu.

 

“Ini karena adanya penutupan penerbangan di Tiongkok,” ujarnya usai rapat di Gedung DPRD Bali pada Senin (16/3).

 

Lalu bagaimana dengan bulan Maret? Putu Astawa memaparkan data yang diterima hingga tanggal 9 Maret 2020, jumlah kunjungan wisatawan ke Bali rata-rata mencampai 10 ribu hingga 11 ribu per hari.

 

Jika hingga akhir Maret jumlah kunjungan wisatawan tetap bertahan diangka di atas, maka maka pihaknya memprediksi jika di akhir bulan, total jumlah kunjungan wisatawan ke Bali mencapai 330 ribu orang

 

“Jika dibanding tahun lalu pada bulan maretnya, maka diprediksi ada penurunan sekitar 100 ribu wisatawan di bulan Maret 2020 ini,” ujarnya.

 

Jumlah kunjungan ini pun berdampak pada perekonomian masyarakat Bali. Beberapa destinasi wisata tempat liburan di Bali sepi. Terutama yang dikunjungi wisatawan Tiongkok.

 

Seperti destinasi pariwisata di Tanjung Benoa,  Nusa Penida dan Kintamani. Termasuk tempat menginap favorit seperti di Nusa Dua, Kuta dan Ubud.

 

“Kami akui jumlah kunjungan ke Bali menurun 20 persen. Tapi wisatawan Australia, Amerika dan Rusia masih mendominasi. Jepang dan Korea juga ya masih ada,” ujarnya 

 

Penurunan jumlah kunjungan pun pada bulan Maret ini sulit ditingkatkan terlebih sejumlah agenda festival yang akan digelar dalam Bali dibatalkan.

 

Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta agar tidak gelar festival yang melibatkan banyak orang. 

 

“Ya mau gimana lagi? Jauh lebih penting soal kemanusiaan. Pahit memang tetapi semoga hasilnya lebih manis,”pungkasnya. 



DENPASAR –Dampak wabah penyebaran virus corona benar-benar berdampak terhadap jumlah kunjungan turis atau wisatawan yang datang ke Bali.

 

Terbukti, meski awal Januari 2020 jumlah kunjungan wisatawan ke Bali naik atau meningkat sekitar 100 ribu orang dibanding tahun sebelumnya (Januari 2019).

 

Namun angka ini terus mengalami penurun sejak merebaknya wabah virus corona.

 

Bahkan, khususnya di Bali, penurunan jumlah kunjungan secara signifikan sudah terjadi sejak awal Februari 2020 lalu.  

Seperti disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali Putu Astawa.

 

Menurutnya, akibat isu wabah corona, dari data Dispar Bali, Bali mengalami penurunan jumlah kunjungan wisatawan dari sejak Februari 2020 lalu.

 

Menurutnya, penurunan jumlah kunjungan pun terjadi diangka 50 ribu orang dibanding bulan februari pada tahun 2019 lalu.

 

“Ini karena adanya penutupan penerbangan di Tiongkok,” ujarnya usai rapat di Gedung DPRD Bali pada Senin (16/3).

 

Lalu bagaimana dengan bulan Maret? Putu Astawa memaparkan data yang diterima hingga tanggal 9 Maret 2020, jumlah kunjungan wisatawan ke Bali rata-rata mencampai 10 ribu hingga 11 ribu per hari.

 

Jika hingga akhir Maret jumlah kunjungan wisatawan tetap bertahan diangka di atas, maka maka pihaknya memprediksi jika di akhir bulan, total jumlah kunjungan wisatawan ke Bali mencapai 330 ribu orang

 

“Jika dibanding tahun lalu pada bulan maretnya, maka diprediksi ada penurunan sekitar 100 ribu wisatawan di bulan Maret 2020 ini,” ujarnya.

 

Jumlah kunjungan ini pun berdampak pada perekonomian masyarakat Bali. Beberapa destinasi wisata tempat liburan di Bali sepi. Terutama yang dikunjungi wisatawan Tiongkok.

 

Seperti destinasi pariwisata di Tanjung Benoa,  Nusa Penida dan Kintamani. Termasuk tempat menginap favorit seperti di Nusa Dua, Kuta dan Ubud.

 

“Kami akui jumlah kunjungan ke Bali menurun 20 persen. Tapi wisatawan Australia, Amerika dan Rusia masih mendominasi. Jepang dan Korea juga ya masih ada,” ujarnya 

 

Penurunan jumlah kunjungan pun pada bulan Maret ini sulit ditingkatkan terlebih sejumlah agenda festival yang akan digelar dalam Bali dibatalkan.

 

Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta agar tidak gelar festival yang melibatkan banyak orang. 

 

“Ya mau gimana lagi? Jauh lebih penting soal kemanusiaan. Pahit memang tetapi semoga hasilnya lebih manis,”pungkasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/