alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Petrokimia Gresik Salurkan Oksigen untuk Bali

DENPASAR, Radar Bali– Melonjaknya angka kasus Covid-19 di tanah air, khususnya Bali membuat kebutuhan oksigen terus bertambah dari waktu ke waktu.

Pasokan oksigen mendesak dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa pasien. Petrokimia Gresik sebagai perusahaan plat merah senantiasa mendukung ketersediaan oksigen cair untuk membantu rumah sakit dan tenaga kesehatan menyelamatkan pasien Covid-19.

Di awal Agustus 2021 Petrokimia Gresik melalui Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan menyalurkan Liquid Oxygen (O2) untuk RS Bhakti Rahayu dan tiga rumah sakit daerah di Bali, yakni RSUD Tabanan, RSUD Badung, dan RS PTN Unud. RS Bhakti Rahayu menerima liquid oxygen bersih 807,3 kilogram atau setara 105 tabung.

Direktur Utama PT Bhakti Rahayu, Putu Ivan Yunatana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Petrokimia Gresik yang membantu rumah sakit di Bali menghadapi kesulitan oksigen, khususnya untuk pasien Covid-19.

Baca Juga:  BRI Resmi Menjadi Induk Holding BUMN Ultra Mikro

“Kami berterima kasih karena negara hadir melalui anak perusahaan BUMN. Membantu rakyat untuk pemenuhan kebutuhan oksigen di saat sejumlah rumah sakit di Bali kesulitan oksigen,” kata Putu Ivan sapaannya sembari menyebut PT Bhakti Rahayu juga membawahi sejumlah RS dan jaringan klinik di Bali, Jawa, dan Maluku.

Putu Ivan yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI) Bali dan Nusa Tenggara mengatakan melonjaknya kasus Covid-19 akhir-akhir ini berdampak pada krisisnya pasokan oksigen medis di semua RS di  Bali, terutama pada RS maupun fasilitas kesehatan darurat merawat pasien corona.

“Bantuan ini sesungguhnya sudah sejalan dengan pemikiran Pak Gubernur Bali Wayan Koster yang beberapa waktu lalu mengundang sejumlah direktur rumah sakit di Bali untuk membicarakan ketersediaan oksigen. Pak gubernur berjanji membantu mencarikan oksigen melalui perusahaan BUMN,” ujarnya.

Sementara Direktur RS Bhakti Rahayu Denpasar,  dr. Made Sukranegara menambahkan  bantuan oksigen dari Petrokimia Gresik sangat membantu pasien yang membutuhkan, maupun upaya medis dalam penyelamatan pasien.

Baca Juga:  Pelindo II Rancang Rute Celukan Bawang – Kalimantan dan Sulawesi

“Rumah Sakit Bhakti Rahayu berkomitmen penuh membantu pemerintah dalam penanganan pandemi ini semaksimal dalam hal pelayanan kesehatan di semua unit rumah sakit kami,” katanya.

Diakuinya, pasokan oksigen di RS Bhakti Rahayu sempat terganggu seiring bertambahnya jumlah pasien Covid-19.

“Sesuai arahan pemerintah, kami siap membantu pemerintah agar rumah sakit yang menjadi rujukan perawatan pasien Covid-19 tidak terkendala pasokan oksigen,” ucapnya sembari merinci data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan jumlah kebutuhan oksigen medis di Indonesia saat ini lebih dari 1.000 ton per hari dari yang sebelumnya hanya sekitar 400 ton per hari atau 25% dari total produksi oksigen di Indonesia.

Mengantisipasi lonjakan jumlah kasus Covid-19, pemerintah menaikkan kebutuhan oksigen hingga 2.600 ton per hari. 


DENPASAR, Radar Bali– Melonjaknya angka kasus Covid-19 di tanah air, khususnya Bali membuat kebutuhan oksigen terus bertambah dari waktu ke waktu.

Pasokan oksigen mendesak dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa pasien. Petrokimia Gresik sebagai perusahaan plat merah senantiasa mendukung ketersediaan oksigen cair untuk membantu rumah sakit dan tenaga kesehatan menyelamatkan pasien Covid-19.

Di awal Agustus 2021 Petrokimia Gresik melalui Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan menyalurkan Liquid Oxygen (O2) untuk RS Bhakti Rahayu dan tiga rumah sakit daerah di Bali, yakni RSUD Tabanan, RSUD Badung, dan RS PTN Unud. RS Bhakti Rahayu menerima liquid oxygen bersih 807,3 kilogram atau setara 105 tabung.

Direktur Utama PT Bhakti Rahayu, Putu Ivan Yunatana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Petrokimia Gresik yang membantu rumah sakit di Bali menghadapi kesulitan oksigen, khususnya untuk pasien Covid-19.

Baca Juga:  Sssttt… Fasilitas IMF-World Bank Hampir Rampung, Progresnya...

“Kami berterima kasih karena negara hadir melalui anak perusahaan BUMN. Membantu rakyat untuk pemenuhan kebutuhan oksigen di saat sejumlah rumah sakit di Bali kesulitan oksigen,” kata Putu Ivan sapaannya sembari menyebut PT Bhakti Rahayu juga membawahi sejumlah RS dan jaringan klinik di Bali, Jawa, dan Maluku.

Putu Ivan yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI) Bali dan Nusa Tenggara mengatakan melonjaknya kasus Covid-19 akhir-akhir ini berdampak pada krisisnya pasokan oksigen medis di semua RS di  Bali, terutama pada RS maupun fasilitas kesehatan darurat merawat pasien corona.

“Bantuan ini sesungguhnya sudah sejalan dengan pemikiran Pak Gubernur Bali Wayan Koster yang beberapa waktu lalu mengundang sejumlah direktur rumah sakit di Bali untuk membicarakan ketersediaan oksigen. Pak gubernur berjanji membantu mencarikan oksigen melalui perusahaan BUMN,” ujarnya.

Sementara Direktur RS Bhakti Rahayu Denpasar,  dr. Made Sukranegara menambahkan  bantuan oksigen dari Petrokimia Gresik sangat membantu pasien yang membutuhkan, maupun upaya medis dalam penyelamatan pasien.

Baca Juga:  Kimia Farma Bantu Pengungsi Yeh Kori

“Rumah Sakit Bhakti Rahayu berkomitmen penuh membantu pemerintah dalam penanganan pandemi ini semaksimal dalam hal pelayanan kesehatan di semua unit rumah sakit kami,” katanya.

Diakuinya, pasokan oksigen di RS Bhakti Rahayu sempat terganggu seiring bertambahnya jumlah pasien Covid-19.

“Sesuai arahan pemerintah, kami siap membantu pemerintah agar rumah sakit yang menjadi rujukan perawatan pasien Covid-19 tidak terkendala pasokan oksigen,” ucapnya sembari merinci data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan jumlah kebutuhan oksigen medis di Indonesia saat ini lebih dari 1.000 ton per hari dari yang sebelumnya hanya sekitar 400 ton per hari atau 25% dari total produksi oksigen di Indonesia.

Mengantisipasi lonjakan jumlah kasus Covid-19, pemerintah menaikkan kebutuhan oksigen hingga 2.600 ton per hari. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/