alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

JKN-KIS, Malaikat Penolong Made

DENPASAR, Radar Bali – Memasuki tahun ke-8 penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) diakui telah memberikan dampak positif kepada masyarakat.

Dengan jumlah kepesertaan yang mencakup hampir 200 juta penduduk Indonesia itu membuktikan bahwa kehadiran Program JKN-KIS sangat diharapkan masyarakat untuk memberikan jaminan dalam bidang kesehatan apabila di kemudian haru jatuh sakit dan membutuhkan biaya kesehatan.

Salah satu peserta JKN-KIS yang terdaftar pada segmen Penerima Bantuan Iuran Pemerintah Daerah (PBI APBD) Ni Made Asih yang mengatakan bahwa dirinya mengaku sangat bersyukur memiliki JKN-KIS.

Ia dan keluarganya sudah terjamin JKN-KIS sehingga tidak perlu risau akan biaya pengobatan yang nanti akan dikeluarkan. Terang Made begitu ia biasa disapa saat ditemui tim Jamkesnews di kediamannya.

Baca Juga:  Daya Beli Turun, Budidaya Lele di Tabanan Teracam Bangkrut

Made mengatakan bahwa dirinya tidak menyangka pemerintah sangat peduli dengan warganya yang kurang mampu. Ia pun menceritakan ketika dirinya dipanggil dan mendapatkan bantuan dari pemerintah salah satunya Kartu Indonesia Sehat (KIS) ini.

“Saya tidak henti-hentinya mengucap syukur karena jika tidak dibiayai oleh pemerintah, dari mana saya mendapatkan biaya untuk membayar iuran setiap bulannya, walaupun memang iuran kepesertaan JKN-KIS ini termasuk sangat terjangkau.

Di sinilah peran pemerintah hadir untuk rakyatnya dan saya juga mengajak keluarga saya yang lain untuk mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS, baik itu yang dibiayai Pemerintah maupun membayar sendiri, karena memiliki jaminan kesehatan di saat kondisi seperti sekarang ini sangatlah penting,” ceritanya sambil tersenyum.

 

Bagi Made, JKN-KIS ini juga dikatakannya sebagai malaikat penolongnya karena di saat dirinya membutuhkan pelayanan kesehatan, cukup menunjukkan kartu di fasilitas kesehatan.

Baca Juga:  Ekonomi Bali Tumbuh Positif 2,83 % (YoY) Pada Triwulan II 2021

 

“Saya pernah menggunakan JKN-KIS saat berobat, dengan sigap para petugas kesehatan melayani saya dan tidak ada perlakuan yang berbeda antara pasien umum ataupun pasien JKN-KIS, semua dilayani sama dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku,” uangkapnya. 

Dengan hadirnya Program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan ini, tentu menjadi kado terindah bagi masyarakat Indonesia. Jaminan kesehatan yang merupakan hal yang paling penting kini tidak lagi hanya menjadi mimpi bagi masyarakat tetapi pemerintah telah hadir secara nyata mewujudkannya dengan menghadirkan Program JKN-KIS.

 

“Semoga program ini ke depannya selalu ada dan dapat membantu lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya.


DENPASAR, Radar Bali – Memasuki tahun ke-8 penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) diakui telah memberikan dampak positif kepada masyarakat.

Dengan jumlah kepesertaan yang mencakup hampir 200 juta penduduk Indonesia itu membuktikan bahwa kehadiran Program JKN-KIS sangat diharapkan masyarakat untuk memberikan jaminan dalam bidang kesehatan apabila di kemudian haru jatuh sakit dan membutuhkan biaya kesehatan.

Salah satu peserta JKN-KIS yang terdaftar pada segmen Penerima Bantuan Iuran Pemerintah Daerah (PBI APBD) Ni Made Asih yang mengatakan bahwa dirinya mengaku sangat bersyukur memiliki JKN-KIS.

Ia dan keluarganya sudah terjamin JKN-KIS sehingga tidak perlu risau akan biaya pengobatan yang nanti akan dikeluarkan. Terang Made begitu ia biasa disapa saat ditemui tim Jamkesnews di kediamannya.

Baca Juga:  JKN-KIS di Mata Bagus, Pemuda Milenial

Made mengatakan bahwa dirinya tidak menyangka pemerintah sangat peduli dengan warganya yang kurang mampu. Ia pun menceritakan ketika dirinya dipanggil dan mendapatkan bantuan dari pemerintah salah satunya Kartu Indonesia Sehat (KIS) ini.

“Saya tidak henti-hentinya mengucap syukur karena jika tidak dibiayai oleh pemerintah, dari mana saya mendapatkan biaya untuk membayar iuran setiap bulannya, walaupun memang iuran kepesertaan JKN-KIS ini termasuk sangat terjangkau.

Di sinilah peran pemerintah hadir untuk rakyatnya dan saya juga mengajak keluarga saya yang lain untuk mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS, baik itu yang dibiayai Pemerintah maupun membayar sendiri, karena memiliki jaminan kesehatan di saat kondisi seperti sekarang ini sangatlah penting,” ceritanya sambil tersenyum.

 

Bagi Made, JKN-KIS ini juga dikatakannya sebagai malaikat penolongnya karena di saat dirinya membutuhkan pelayanan kesehatan, cukup menunjukkan kartu di fasilitas kesehatan.

Baca Juga:  BPJS Singaraja Gelar Sosialisasi Hingga ke Pelosok Desa

 

“Saya pernah menggunakan JKN-KIS saat berobat, dengan sigap para petugas kesehatan melayani saya dan tidak ada perlakuan yang berbeda antara pasien umum ataupun pasien JKN-KIS, semua dilayani sama dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku,” uangkapnya. 

Dengan hadirnya Program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan ini, tentu menjadi kado terindah bagi masyarakat Indonesia. Jaminan kesehatan yang merupakan hal yang paling penting kini tidak lagi hanya menjadi mimpi bagi masyarakat tetapi pemerintah telah hadir secara nyata mewujudkannya dengan menghadirkan Program JKN-KIS.

 

“Semoga program ini ke depannya selalu ada dan dapat membantu lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/