alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Flu Burung Merebak, Penjualan Unggas Pasar Satria Tak Terpengaruh

RadarBali.com – Rupanya berita terkait virus flu burung atau H5N1 yang kembali memakan korban warga asal Banjar Minggir, Desa Batununggul, Nusa Penida, Klungkung tidak mempengaruhi penjualan unggas di Pasar Satria.

Bahkan, pedagang di sana belum mengetahui bahwa virus yang menakutkan itu kembali memakan korban di Bali.

Hal itu diungkapkan oleh I Nengah Wita, pedagang  unggas bahwa penjualan unggas tidak mengalami penurunan maupun peningkatan.

“Biasa saja dik, pengunjung banyak yang datang. Virus itu kan  dari lama. Tapi saya belum tahu baru-baru ini ada yang meninggal karena flu burung,” ucapnya.

Wita yang menjual burung dan ayam ini mengungkapkan bahwa dia sangat jeli terhadap kesehatan unggas yang dijual.

Baca Juga:  Dua Pasien Suspect Flu Burung Dirawat di RS Sanglah, Begini Kondisinya

Ketika ada penjual yang menawarkan unggas dia akan periksa apakah hewan tersebut sakit atau tidak.

“Kalau sakit akan terlihat dari jenggernya dan kotorannya. Kalau sampai ada yang sakit, saya pasti langsung bakar,” ucap pedagang asal Singaraja ini.

Dia menambahkan bahwa Dinas Pertanian Kota Denpasar juga rutin memberikan cairan desinfektan bernama Caprides secara gratis.

Cairan itu untuk disemprotkan ke kandang atau unggas yang berguna untuk mencegah penyebaran penyakit.

“Tidak seminggu sekali tapi hampir setiap hari dikasih. Dan saya juga rutin menyemprotkan,” ujarnya sembari memperlihatkan caprides itu. Dia menambahkan bagaimana pintar-pintar peternak atau pedagang menjaga lingkungan dan selalu membersihkan kandang. 



RadarBali.com – Rupanya berita terkait virus flu burung atau H5N1 yang kembali memakan korban warga asal Banjar Minggir, Desa Batununggul, Nusa Penida, Klungkung tidak mempengaruhi penjualan unggas di Pasar Satria.

Bahkan, pedagang di sana belum mengetahui bahwa virus yang menakutkan itu kembali memakan korban di Bali.

Hal itu diungkapkan oleh I Nengah Wita, pedagang  unggas bahwa penjualan unggas tidak mengalami penurunan maupun peningkatan.

“Biasa saja dik, pengunjung banyak yang datang. Virus itu kan  dari lama. Tapi saya belum tahu baru-baru ini ada yang meninggal karena flu burung,” ucapnya.

Wita yang menjual burung dan ayam ini mengungkapkan bahwa dia sangat jeli terhadap kesehatan unggas yang dijual.

Baca Juga:  Menko Airlangga-PM Belanda Bahas Penguatan Kerja Sama Kedua Negara

Ketika ada penjual yang menawarkan unggas dia akan periksa apakah hewan tersebut sakit atau tidak.

“Kalau sakit akan terlihat dari jenggernya dan kotorannya. Kalau sampai ada yang sakit, saya pasti langsung bakar,” ucap pedagang asal Singaraja ini.

Dia menambahkan bahwa Dinas Pertanian Kota Denpasar juga rutin memberikan cairan desinfektan bernama Caprides secara gratis.

Cairan itu untuk disemprotkan ke kandang atau unggas yang berguna untuk mencegah penyebaran penyakit.

“Tidak seminggu sekali tapi hampir setiap hari dikasih. Dan saya juga rutin menyemprotkan,” ujarnya sembari memperlihatkan caprides itu. Dia menambahkan bagaimana pintar-pintar peternak atau pedagang menjaga lingkungan dan selalu membersihkan kandang. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/