alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Bali Akan Ekspor Porang ke Tiongkok, Cuma Denpasar Tak Membudidayakan

DENPASAR –  Bali dikabarkan berencana mengeskpor porang ke luar negeri pada tahun ini. Bahkan sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman. 

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunarta mengatakan, sudah ada penandatanganan nota kesepahaman dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terkait eskpor porang tersebut.

Kendati demikian,  Sunarta mengaku ada kesulitan barang dikarenakan banyak pihak berebut untuk mendapatkan porang, termasuk dari Jawa.

Ia berharap, nantinya porang tersebut bisa didapatkan dari petani di Bali karena jumlah yang akan diekspor mencapai 5.000 ton ke Tiongkok. Negara tersebut menjadi tujuan karena eksportir asal Bali mempunyai jaringan ke Tiongkok.

Selain Tiongkok, negara lain yang menjadi tujuan ekspor porang yakni Jepang, Korea, Vietnam dan Turki. 

Baca Juga:  Bantu Atasi Krodit, Bank Mandiri Siapkan Kartu E-Money

Barang akan  diupayakan langsung  dikirim dari Bali. Jika tidak, barang tersebut diekspor melalui Pulau Jawa maka tidak akan tercatat sebagai barang dari Bali.

“Sayang kalau dia masuk Jawa, tidak masuk daftarnya. Bukan dari Bali barangnya. Catatan ekspornya tidak masuk Bali dia kalau dikirim lewat Jawa,” tuturnya.

Menurut Sunarta, hampir semua daerah di Bali kini sedang membudidayakan tanaman porang, kecuali Kota Denpasar. Biasanya porang ini dipanen pada bulan Juni dan Juli atau bertepatan dengan musim kemarau. Jika porang dipanen pada musim penghujan, harganya akan murah karena kadar airnya cukup tinggi.

Sunarta berharap, dengan adanya rencana ekspor ini, petani nantinya akan lebih bergairah untuk membudidayakan porang. Meski begitu, dia menyarankan agar petani tidak menanamnya secara membabi-buta karena modal yang dibutuhkan juga tidak sedikit. Selain modal, masa panen dari budidaya porang juga cukup lama yaitu sekitar tiga tahun.

Baca Juga:  Menko Airlangga: Aktivitas Ekonomi Tercermin Dari Permintaan KUR

Untuk permasalahan modal, Sunarta menyarankan para petani untuk menggunakan kredit usaha rakyat (KUR) yang sudah diluncurkan oleh pemerintah. KUR ini dinilai bisa menjadi salah satu solusi dalam permasalahan modal pada petani karena bunganya sangat rendah, yakni sekitar 6 persen per tahun.



DENPASAR –  Bali dikabarkan berencana mengeskpor porang ke luar negeri pada tahun ini. Bahkan sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman. 

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunarta mengatakan, sudah ada penandatanganan nota kesepahaman dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terkait eskpor porang tersebut.

Kendati demikian,  Sunarta mengaku ada kesulitan barang dikarenakan banyak pihak berebut untuk mendapatkan porang, termasuk dari Jawa.

Ia berharap, nantinya porang tersebut bisa didapatkan dari petani di Bali karena jumlah yang akan diekspor mencapai 5.000 ton ke Tiongkok. Negara tersebut menjadi tujuan karena eksportir asal Bali mempunyai jaringan ke Tiongkok.

Selain Tiongkok, negara lain yang menjadi tujuan ekspor porang yakni Jepang, Korea, Vietnam dan Turki. 

Baca Juga:  Terganggu Cuaca Buruk, Sentra Garam Gerokgak Hanya Produksi 30 Persen

Barang akan  diupayakan langsung  dikirim dari Bali. Jika tidak, barang tersebut diekspor melalui Pulau Jawa maka tidak akan tercatat sebagai barang dari Bali.

“Sayang kalau dia masuk Jawa, tidak masuk daftarnya. Bukan dari Bali barangnya. Catatan ekspornya tidak masuk Bali dia kalau dikirim lewat Jawa,” tuturnya.

Menurut Sunarta, hampir semua daerah di Bali kini sedang membudidayakan tanaman porang, kecuali Kota Denpasar. Biasanya porang ini dipanen pada bulan Juni dan Juli atau bertepatan dengan musim kemarau. Jika porang dipanen pada musim penghujan, harganya akan murah karena kadar airnya cukup tinggi.

Sunarta berharap, dengan adanya rencana ekspor ini, petani nantinya akan lebih bergairah untuk membudidayakan porang. Meski begitu, dia menyarankan agar petani tidak menanamnya secara membabi-buta karena modal yang dibutuhkan juga tidak sedikit. Selain modal, masa panen dari budidaya porang juga cukup lama yaitu sekitar tiga tahun.

Baca Juga:  bank bjb Optimistis Tatap Tahun 2022 Lebih Cerah

Untuk permasalahan modal, Sunarta menyarankan para petani untuk menggunakan kredit usaha rakyat (KUR) yang sudah diluncurkan oleh pemerintah. KUR ini dinilai bisa menjadi salah satu solusi dalam permasalahan modal pada petani karena bunganya sangat rendah, yakni sekitar 6 persen per tahun.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/