alexametrics
23.7 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Menggembirakan, Penumpang Bandara I Gusti Ngurah Rai Tumbuh 7 Persen

MANGUPURA – Ancaman erupsi Gunung Agung, rupanya, tidak mempengaruhi penerbangan di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Bahkan, pengelola jasa penerbangan Bandar Udara Ngurah Rai mencatat adanya kenaikan jumlah lalu lintas angkutan udara yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya.

“Pada triwulan pertama 2018 ini kami sudah melayani 5,17 juta penumpang, baik domestik maupun internasional. Sedangkan tahun 2017 lalu pada periode yang sama tercatat 4,83 juta.

Artinya ada peningkatan sebesar 7 persen,” ujar Yanus Suprayogi selaku General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dalam siaran press kemarin.

Kata dia, pascapeningkatan aktifitas Gunung Agung akhir tahun 2017 yang menyebabkan turunnya jumlah kunjungan wisatawan, sejak bulan Februari lalu penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai mulai beranjak naik.

Jumlahnya terus meningkat di bulan Maret. Hal ini bisa jadi karena ada libur panjang di akhir Maret lalu.

Baca Juga:  BRI Tekankan Pentingnya Transformasi Berbasis Teknologi

“Pantauan kami puncaknya di tanggal 29 Maret, yaitu hampir 70 ribu penumpang, padahal rata-rata penumpang per hari itu berkisar 57 ribu.

Melihat pergerakan penumpang yang terus tumbuh mengindikasikan pariwisata Bali juga makin membaik,” kata Yanus.

Peningkatan juga mulai terlihat pada jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali. Januari sampai Maret ada 1,28 juta wisman yang datang.

Walau secara keseluruhan jumlahnya 1 persen di bawah kunjungan tahun lalu, tetapi dalam kurun waktu 3 bulan ini angkanya terus bergerak positif.

Namun dari hasil penghitungan kunjungan wisman selama triwulan satu memang menunjukkan adanya kenaikan.

Bulan Januari tercatat  352.015 wisman, Februari 437.323 wisman dan Maret 493.121 wisman, dengan rata-rata pertumbuhan setiap bulannya sebesar 18,5 persen.

Baca Juga:  Menko Airlangga Ajak Habaib dan Ulama Sukseskan Prokes

Dia menjelaskan bahwa komposisinya masih di dominasi oleh wisman asal Tiongkok yaitu 301.690 atau 23,5 persen dan disusul wisman Australia 247.219 atau 19.28 persen.

Di posisi ketiga ditempati wisman India sebanyak 82.545 dengan jumlah persentasi 6,5 persen.  Berbanding lurus dengan pergerakan penumpang, jumlah penerbangan juga mengalami pertumbuhan.

Hingga akhir Maret tercatat ada 37.763 penerbangan dari dan ke Bali. Dengan jumlah pergerakan 34.153 di tahun 2017, maka jumlah pertumbuhannya mencapai 11 persen.

“Untuk mengantisipasi pertumbuhan penumpang dan penerbangan yang terus mengarah positif, pihak Angkasa Pura I saat ini sedang melakukan penambahan berbagai fasilitas

antara lain tempat parkir pesawat (apron), check in counter dan pembuatan rapid exit taxiway yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas landas pacu, ” pungkasnya. 



MANGUPURA – Ancaman erupsi Gunung Agung, rupanya, tidak mempengaruhi penerbangan di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Bahkan, pengelola jasa penerbangan Bandar Udara Ngurah Rai mencatat adanya kenaikan jumlah lalu lintas angkutan udara yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya.

“Pada triwulan pertama 2018 ini kami sudah melayani 5,17 juta penumpang, baik domestik maupun internasional. Sedangkan tahun 2017 lalu pada periode yang sama tercatat 4,83 juta.

Artinya ada peningkatan sebesar 7 persen,” ujar Yanus Suprayogi selaku General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dalam siaran press kemarin.

Kata dia, pascapeningkatan aktifitas Gunung Agung akhir tahun 2017 yang menyebabkan turunnya jumlah kunjungan wisatawan, sejak bulan Februari lalu penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai mulai beranjak naik.

Jumlahnya terus meningkat di bulan Maret. Hal ini bisa jadi karena ada libur panjang di akhir Maret lalu.

Baca Juga:  Terlibat Kerusuhan di Papua, 4 WN Australia Dideportasi Via Ngurah Rai

“Pantauan kami puncaknya di tanggal 29 Maret, yaitu hampir 70 ribu penumpang, padahal rata-rata penumpang per hari itu berkisar 57 ribu.

Melihat pergerakan penumpang yang terus tumbuh mengindikasikan pariwisata Bali juga makin membaik,” kata Yanus.

Peningkatan juga mulai terlihat pada jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali. Januari sampai Maret ada 1,28 juta wisman yang datang.

Walau secara keseluruhan jumlahnya 1 persen di bawah kunjungan tahun lalu, tetapi dalam kurun waktu 3 bulan ini angkanya terus bergerak positif.

Namun dari hasil penghitungan kunjungan wisman selama triwulan satu memang menunjukkan adanya kenaikan.

Bulan Januari tercatat  352.015 wisman, Februari 437.323 wisman dan Maret 493.121 wisman, dengan rata-rata pertumbuhan setiap bulannya sebesar 18,5 persen.

Baca Juga:  Dituding Diskriminatif Taxi Ngurah Rai, Angkasa Pura Bongkar Fakta Ini

Dia menjelaskan bahwa komposisinya masih di dominasi oleh wisman asal Tiongkok yaitu 301.690 atau 23,5 persen dan disusul wisman Australia 247.219 atau 19.28 persen.

Di posisi ketiga ditempati wisman India sebanyak 82.545 dengan jumlah persentasi 6,5 persen.  Berbanding lurus dengan pergerakan penumpang, jumlah penerbangan juga mengalami pertumbuhan.

Hingga akhir Maret tercatat ada 37.763 penerbangan dari dan ke Bali. Dengan jumlah pergerakan 34.153 di tahun 2017, maka jumlah pertumbuhannya mencapai 11 persen.

“Untuk mengantisipasi pertumbuhan penumpang dan penerbangan yang terus mengarah positif, pihak Angkasa Pura I saat ini sedang melakukan penambahan berbagai fasilitas

antara lain tempat parkir pesawat (apron), check in counter dan pembuatan rapid exit taxiway yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas landas pacu, ” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/