alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Alternatif Investasi ya Pasar Forex

RadarBali.com – Masyarakat pada umumnya merasa bahwa investasi di sektor riil seperti penjualan jasa dan barang yang nyata terlihat barangnya adalah satu-satunya investasi yang mungkin dilakukan.

Di satu sisi, banyak yang menganggap sektor trading Indonesia adalah investasi untung-untungan.

Bahkan apabila mempunyai modal lebih, kebanyakan orang masih akan memilih investasi pada properti, waralaba, ataupun sektor non-riil seperti reksadana ataupun saham.

Mereka menganggap bahwa saham masih lebih nyata daripada forex. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata return yang dapat Anda dapatkan dari trading forex bisa lebih besar daripada bidang lain.

Sektor trading Indonesia semakin bergairah karena pemerintah juga menjalankan perannya sebagai regulator dengan baik.

Baca Juga:  Saudagar Muslim se-Indonesia Komitmen Siap Berinvestasi di Bali

Sektor trading Indonesia kebanyakan menganggap forex sebagai pasar high risk high return. Dengan kemampuan dan pengetahuan cukup tentang pasar trading Indonesia, seorang pemain forex dapat meraup keuntungan hingga 20 persen tiap harinya.

Namun tetap, dalam pasar trading Indonesia, Anda harus benar-benar cermat. Meskipun forex termasuk investasi baru yang menarik, kita juga harus belajar tentang manajemen resiko yang benar.

Seorang pemain forex dalam pasar trading Indonesia harus mengerti benar tentang penggunaan istilah-istilah seperti “market order”, “stop loss”, “trailing stop”, dan “limit”.

Sebagai investor, kita harus ingat prinsip high risk high return yang ada di pasar forex. Anda memang bisa untung besar dalam satu hari, tapi ingatlah Anda juga bisa rugi besar apabila tidak benar-benar memahami cara berinvestasi di pasar trading Indonesia.

Baca Juga:  Airlangga: Era Digital Tantangan Generasi Muda sebagai Game Changer

Intinya, dengan potensi hasil yang sebesar itu, ada baiknya Anda mempertimbangkan forex sebagai alternatif investasi Anda.

Namun, cobalah mulai dengan bermain simulasi forex sebelum benar-benar terjun di pasar trading Indonesia yang sebenarnya. (heru prasetia)

 

 



RadarBali.com – Masyarakat pada umumnya merasa bahwa investasi di sektor riil seperti penjualan jasa dan barang yang nyata terlihat barangnya adalah satu-satunya investasi yang mungkin dilakukan.

Di satu sisi, banyak yang menganggap sektor trading Indonesia adalah investasi untung-untungan.

Bahkan apabila mempunyai modal lebih, kebanyakan orang masih akan memilih investasi pada properti, waralaba, ataupun sektor non-riil seperti reksadana ataupun saham.

Mereka menganggap bahwa saham masih lebih nyata daripada forex. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata return yang dapat Anda dapatkan dari trading forex bisa lebih besar daripada bidang lain.

Sektor trading Indonesia semakin bergairah karena pemerintah juga menjalankan perannya sebagai regulator dengan baik.

Baca Juga:  Listrik Bermasalah, Klik Aplikasi Pengaduan PLN

Sektor trading Indonesia kebanyakan menganggap forex sebagai pasar high risk high return. Dengan kemampuan dan pengetahuan cukup tentang pasar trading Indonesia, seorang pemain forex dapat meraup keuntungan hingga 20 persen tiap harinya.

Namun tetap, dalam pasar trading Indonesia, Anda harus benar-benar cermat. Meskipun forex termasuk investasi baru yang menarik, kita juga harus belajar tentang manajemen resiko yang benar.

Seorang pemain forex dalam pasar trading Indonesia harus mengerti benar tentang penggunaan istilah-istilah seperti “market order”, “stop loss”, “trailing stop”, dan “limit”.

Sebagai investor, kita harus ingat prinsip high risk high return yang ada di pasar forex. Anda memang bisa untung besar dalam satu hari, tapi ingatlah Anda juga bisa rugi besar apabila tidak benar-benar memahami cara berinvestasi di pasar trading Indonesia.

Baca Juga:  Resmikan Bengkel Yamaha Adab Motor

Intinya, dengan potensi hasil yang sebesar itu, ada baiknya Anda mempertimbangkan forex sebagai alternatif investasi Anda.

Namun, cobalah mulai dengan bermain simulasi forex sebelum benar-benar terjun di pasar trading Indonesia yang sebenarnya. (heru prasetia)

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/