alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Pasar Panganan Organik Besar, BUMDes Baktiseraga Siap Serap Produk

SINGARAJA – Ada suasana berbeda di Balai Desa Baktiseraga, siang kemarin. Puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Baktiseraga, tengah disibukkan dengan pelatihan memasak.

Pelatihan itu bukan pelatihan ala kadarnya. Kaum hawa di desa tersebut dilatih membuat panganan berbahan dasar organik, sekaligus membuat panganan olahan yang sehat.

Instruktur pelatihannya pun didatangkan dari Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Intan, Kabupaten Malang.

Berbagai macam produk olahan pangan pun dilatih. Mulai dari proses membuat ayam crispy, kripik daun beluntas, kripik jamur, keripik pisang, keripik ubi ungu, hingga manisan buah.

Produk olahan yang paling diminati peserta adalah mie dari bahan organik. Mie ini dibuat dengan memanfaatkan buah naga, wortel, maupun kelor.

Baca Juga:  Terburuk Sepanjang Sejarah, Kunjungan Wisatawan Bali Turun 0,04 Persen

Prosesnya pun tak menggunakan bahan pengawet maupun sodium glutamat alias MSG. Perbekel Baktiseraga Gusti Putu Armada mengatakan, pelatihan itu sengaja menyasar ibu-ibu PKK sebagai langkah pemberdayaan keluarga, utamanya kaum hawa.

“Kami harap produktifitas ibu-ibu ini bisa lebih baik. Jadi ketika ada waktu luang, bisa mengolah makanan sehat ini. Entah itu dikonsumsi sendiri, atau jadi tambahan penghasilan,” kata Armada.

Kalau toh nantinya diproyeksikan sebagai tambahan penghasilan keluarga, Armada mengatakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) siap menyerap produk tersebut.

BUMDes akan menyiapkan pasar, entah itu sebagai produk camilan atau produk oleh-oleh khas Buleleng. Bahkan BUMDes siap memberikan dukungan peralatan dan modal kerja.

Baca Juga:  Alamak, Separuh Lebih Kendaraan di Jembrana Bali Belum Bayar Pajak

“Mimpi besar kami itu menjadikan BUMDes ini pusat oleh-oleh di Buleleng. Kami tahu peluang itu ada,” tegasnya.

Sementara itu instruktur dari P4S Intan, Endang Tri Puji Astuti mengatakan, potensi Desa Baktiseraga menghasilkan produk pangan olahan sangat besar.

Sebab ada banyak bahan yang bisa didapatkan dengan harga murah, bahkan gratis. “Kami latih yang gampang, bahan tersedia, dan murah. Kami ajari bagaimana mengolah yang benar dan sehat.

Ternyata pesertanya antusias sekali, apalagi buat mie berbahan dasar sayur ini. Saya rasa desa ini punya potensi besar di bidang produk olahan pangan, sebab pasarnya sudah ada,” kata Endang. 



SINGARAJA – Ada suasana berbeda di Balai Desa Baktiseraga, siang kemarin. Puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Baktiseraga, tengah disibukkan dengan pelatihan memasak.

Pelatihan itu bukan pelatihan ala kadarnya. Kaum hawa di desa tersebut dilatih membuat panganan berbahan dasar organik, sekaligus membuat panganan olahan yang sehat.

Instruktur pelatihannya pun didatangkan dari Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Intan, Kabupaten Malang.

Berbagai macam produk olahan pangan pun dilatih. Mulai dari proses membuat ayam crispy, kripik daun beluntas, kripik jamur, keripik pisang, keripik ubi ungu, hingga manisan buah.

Produk olahan yang paling diminati peserta adalah mie dari bahan organik. Mie ini dibuat dengan memanfaatkan buah naga, wortel, maupun kelor.

Baca Juga:  Terburuk Sepanjang Sejarah, Kunjungan Wisatawan Bali Turun 0,04 Persen

Prosesnya pun tak menggunakan bahan pengawet maupun sodium glutamat alias MSG. Perbekel Baktiseraga Gusti Putu Armada mengatakan, pelatihan itu sengaja menyasar ibu-ibu PKK sebagai langkah pemberdayaan keluarga, utamanya kaum hawa.

“Kami harap produktifitas ibu-ibu ini bisa lebih baik. Jadi ketika ada waktu luang, bisa mengolah makanan sehat ini. Entah itu dikonsumsi sendiri, atau jadi tambahan penghasilan,” kata Armada.

Kalau toh nantinya diproyeksikan sebagai tambahan penghasilan keluarga, Armada mengatakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) siap menyerap produk tersebut.

BUMDes akan menyiapkan pasar, entah itu sebagai produk camilan atau produk oleh-oleh khas Buleleng. Bahkan BUMDes siap memberikan dukungan peralatan dan modal kerja.

Baca Juga:  Sebelum Pandemi Kain Songket Rp10 Juta Laris, Kini Tak Laku

“Mimpi besar kami itu menjadikan BUMDes ini pusat oleh-oleh di Buleleng. Kami tahu peluang itu ada,” tegasnya.

Sementara itu instruktur dari P4S Intan, Endang Tri Puji Astuti mengatakan, potensi Desa Baktiseraga menghasilkan produk pangan olahan sangat besar.

Sebab ada banyak bahan yang bisa didapatkan dengan harga murah, bahkan gratis. “Kami latih yang gampang, bahan tersedia, dan murah. Kami ajari bagaimana mengolah yang benar dan sehat.

Ternyata pesertanya antusias sekali, apalagi buat mie berbahan dasar sayur ini. Saya rasa desa ini punya potensi besar di bidang produk olahan pangan, sebab pasarnya sudah ada,” kata Endang. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/