Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Ekonomi
icon featured
Ekonomi

CEO Indonesia Ketagihan Cooking Class Politeknik Internasional Bali

18 Oktober 2021, 19: 45: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

CEO Indonesia Ketagihan Cooking Class Politeknik Internasional Bali

RECOVERY BALI: Rombongan CEO Indonesia rasakan pengalaman jadi seorang chef profesional dalam sehari di sesi Cooking Class Politeknik Internasional Bali. (PIB FOR RADAR BALI)

Share this      

BADUNG, radarbali.id - Yayasan Global CEO Indonesia yang beranggotakan lebih dari 1.000 orang direktur dan komisaris perusahaan papan atas tanah air kembali membawa rombongan ke Bali.

Selama 5 hari, tepatnya Rabu (13/10) hingga Minggu (17/10), yayasan yang antara lain beranggotakan Prof. Rhenald Kasali (Komisaris Utama PT Telkom Indonesia tbk),

Martin Minar Widjaja (Presiden Direktur PT Situ Waringin Agro), Ustad Yusuf Mansur (Komisaris Utama Paytren), Hariyadi Sukamdani (Ketua Umum APINDO & PHRI), Dr. Ir Benny Ranti M.Sc., (Ketum Lembaga Strategi Ketahanan Ekonomi (LSKE) KADIN Indonesia), Paulus Imanuel Nugroho (Managing Direktur Kapal Api), Handaka Santosa (Direktur PT Mitra Adi Persada tbk (MAP), Freddy Soenjoyo (Komisaris Utama PT Bahana Line), dan Hendy Setiono (Presiden Direktur Babarafi Entreprise) itu mengunjungi beberapa titik populer di Bali.

Baca juga: “Helo AHASS” Sapa Konsumen Honda

Rangkaian kunjungan yang mengusung konsep family trip ke beberapa lokasi usaha anggota CEO Indonesia, yakni The Magendra, Lucky 8 Roast Pork Noodle Restaurant, Nineteen Lounge, Balai Udang, Krisna Oleh-Oleh, dan lain-lain.

Ini merupakan realisasi komitmen mendukung upaya pemerintah pusat untuk membuka pariwisata Bali untuk turis internasional sejak Kamis (14/10).

Agenda serupa juga pernah dilakukan pada September 2020 lalu. Rombongan juga mengunjungi tempat wisata kuliner, wisata alam, serta kampus berbasis pariwisata.

Dalam kunjungan tersebut, CEO Indonesia memilih Kampus Politeknik Internasional Bali (PIB) sebagai destinasi campus tour dan cooking class.

PIB merupakan kampus pariwisata di Bali yang berfokus dalam pendidikan pariwisata yang mencakup Program Studi Culinary Arts, Hotel Management, dan Event Management.

Berdiri di lahan seluas 15 Hektar di Pantai Nyanyi dalam kawasan Bali International Training and Development Centre (BITDeC), PIB berlokasi strategis dan hanya berjarak 15 menit dari daerah wisata Canggu.

Kunjungan dari CEO Indonesia disambut hangat oleh Direktur Politeknik Internasional Bali, Prof.Dr.Ir. Anastasia Sulistyawati, M.S.,M.M., M.Mis.,D.Th.,Ph.D.,D.Ag.

“Saya merasa terhormat karena Politeknik Internasional Bali menjadi kampus pariwisata yang dikunjungi oleh rombongan CEO Indonesia.

Kami berharap melalui kunjungan ini, Ibu dan Bapak sekalian dapat meneruskan pesan bahwa Bali sudah siap membuka pintu selebar-lebarnya bagi wisatawan domestik maupun internasional.

Semoga ke depannya kita bisa terus menjalin kolaborasi untuk membangkitkan dan memajukan sektor pariwisata di Indonesia,” terang Prof. Sulistyawati dalam sambutannya.

Ketua Yayasan BITDeC, Managing Director AVB Media Asia sekaligus Ketua CEO Indonesia Bali Chapter, Dr (c). Paulus Herry Arianto, MA.,CBC, mengapresiasi sekaligus mendukung penuh program CEO Indonesia Pusat, khususnya dalam rangka meramaikan pariwisata Bali.

“Saya sangat mengapresiasi komitmen dari rekan-rekan CEO Indonesia yang secara aktif terus mempromosikan pembukaan pariwisata Bali.

Hal ini juga sejalan dengan komitmen Yayasan BITDeC dalam menghasilkan lulusan unggul yang diharapkan mampu berkontribusi dalam upaya pembangunan pariwisata Bali pasca pandemi Covid-19. Bali pasti bangkit!,” ujar Paulus dalam pembukaan acara CEO Indonesia Family Trip di Kampus PIB.

CEO Phenom Event Indonesia, dosen PIB, sekaligus Sekjen CEO Indonesia Bali Chapter, Tommy Sujana, menambahkan bahwa optimisme harus dibangun dan dijaga untuk mempercepat proses recovery pariwisata Bali.

“Sektor pariwisata, khususnya di bidang Event & MICE adalah industri yang sangat besar.

Saya optimistis jika kita punya banyak tenaga kerja yang ahli di bidang ini, tentu hal tersebut mampu memperkuat posisi Bali sebagai destinasi event utama di Indonesia pasca pandemi Covid-19”, ujar Tommy sembari menyebut Politeknik Internasional Bali merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Bali yang memiliki Program Studi Event Management Program.

Rombongan CEO Indonesia sangat terkesan dengan fasilitas yang dimiliki Politeknik Internasional Bali saat cooking class berlangsung. Kegiatan tersebut dipandu oleh Kepala Program Studi Culinary Arts, Chef Billy Tanius, SST.,M.Par beserta Bobby Sofyan Hadi yang merupakan Chef Instructor & Head Kitchen.

Melalui cooking class, rombongan CEO Indonesia merasakan pengalaman menjadi seorang chef profesional dalam sehari. Peserta juga diberikan akses menggunakan peralatan memasak berstandar internasional yang berada di Kitchen Laboratorium Politeknik Internasional Bali.

Di akhir acara, Ketua Umum DPP CEO Indonesia Trisya Suherman, SE, CWC, Dipl.Cidesco SPA, menyampaikan kekagumannya terhadap fasilitas kampus Politeknik Internasional Bali yang super lengkap dan megah.

“Saya sangat terkesan di awal masuk ke area kampus. Bangunannya tidak terlihat seperti kampus biasa. Lebih mirip bangunan resort yang megah. Fasilitas yang kami gunakan selama acara cooking class sangat lengkap. PIB ini bisa saya katakan sebagai salah satu kampus pariwisata di Indonesia yang mempunyai fasilitas dan pelayanan terbaik”, ujar Trisya.

Imbuhnya, membangkitkan dan membuka pariwisata Bali merupakan agenda yang tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah pusat saja. Pelaku usaha, penyedia layanan pendidikan berbasis pariwisata, serta masyarakat umum juga harus ikut aktif memberikan kontribusi nyata mendorong recovery pariwisata Bali. (arb)

(rb/ken/yor/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia