alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Difasilitasi Bea Cukai Ngurah Rai, Ventilator Ausie Diterima Dinkes

 

BADUNG, Radar Bali– Indonesia menerima bantuan medis untuk penanganan Covid-19 dari Pemerintah Australia berupa ventilator senilai AUD 261.250. Konsulat Jenderal Australia, Anthea Griffin langsung menyerahkannya di area kargo Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya.

Difasilitasi Bea Cukai Ngurah Rai percepatan pengurusan pengeluaran barang melalui pelayanan segera (rush handling), bantuan ini dapat langsung dioperasikan untuk penanganan pandemi Covid-19 di Bali.

 

“Ini merupakan salah satu bentuk langkah tanggap kami untuk membantu penanganan COVID-19, yaitu dengan memberikan pelayanan segera atau rush handling atas barang bantuan hibah medis sesuai ketentuan. Selain itu, mengingat bantuan medis ini untuk penanganan COVID-19, kami juga berikan fasilitas fiskal berupa pembebasan Bea Masuk dan/atau Cukai, tidak dipungut PPN dan PPh Pasal 22 Impor sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34 Tahun 2020.” ucap Kusuma Santi, Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Rabu (18/8) kemarin.

Baca Juga:  Petani Buleleng Kurang Minati Asuransi Padi, Distan Ungkap Fakta Ini

 

- Advertisement -

“Jadi untuk barang-barang yang dapat diberikan rush handling, kami mengubah pola penyelesaian kewajiban kepabeanan dengan prioritas utama yaitu barang dapat keluar terlebih dahulu, sehingga dapat dimanfaatkan dengan segera. Seperti atas impor terhadap vaksin Covid-19. Vaksinnya dapat dikeluarkan dan didistribusikan segera. Kemudian pemenuhan ketentuan kepabeanannya dilakukan setelahnya. Harapan kami dengan rush handling ini, proses kepabeanan dapat ikut memberikan dukungan, utamanya atas upaya penanganan pandemi Covid-19 di tanah air.” tutup Kusuma Santi. 

- Advertisement -

 

BADUNG, Radar Bali– Indonesia menerima bantuan medis untuk penanganan Covid-19 dari Pemerintah Australia berupa ventilator senilai AUD 261.250. Konsulat Jenderal Australia, Anthea Griffin langsung menyerahkannya di area kargo Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya.

Difasilitasi Bea Cukai Ngurah Rai percepatan pengurusan pengeluaran barang melalui pelayanan segera (rush handling), bantuan ini dapat langsung dioperasikan untuk penanganan pandemi Covid-19 di Bali.

 

“Ini merupakan salah satu bentuk langkah tanggap kami untuk membantu penanganan COVID-19, yaitu dengan memberikan pelayanan segera atau rush handling atas barang bantuan hibah medis sesuai ketentuan. Selain itu, mengingat bantuan medis ini untuk penanganan COVID-19, kami juga berikan fasilitas fiskal berupa pembebasan Bea Masuk dan/atau Cukai, tidak dipungut PPN dan PPh Pasal 22 Impor sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34 Tahun 2020.” ucap Kusuma Santi, Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Rabu (18/8) kemarin.

Baca Juga:  13,5 Kg Benih Sayuran Berbahaya dari Tiongkok Dimusnahkan

 

“Jadi untuk barang-barang yang dapat diberikan rush handling, kami mengubah pola penyelesaian kewajiban kepabeanan dengan prioritas utama yaitu barang dapat keluar terlebih dahulu, sehingga dapat dimanfaatkan dengan segera. Seperti atas impor terhadap vaksin Covid-19. Vaksinnya dapat dikeluarkan dan didistribusikan segera. Kemudian pemenuhan ketentuan kepabeanannya dilakukan setelahnya. Harapan kami dengan rush handling ini, proses kepabeanan dapat ikut memberikan dukungan, utamanya atas upaya penanganan pandemi Covid-19 di tanah air.” tutup Kusuma Santi. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/