29.8 C
Denpasar
Monday, November 28, 2022

Bandara Ngurah Rai Bersiap Ikut Terapkan Transaksi Non Tunai

RadarBali.com – Peningkatan pergerakan penumpang dipastikan mempengaruhi trafik kendaraan dari dan ke bandara Ngurah Rai.

Manajemen PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Ngurah Rai pun menerapkan transaksi non tunai  atau pemasangan sistem prabayar elektronik untuk parkir kendaraan bermotor. 

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan khususnya dalam pengelolaan parkir kendaraan bermotor di Bandara Ngurah Rai.

Tahap awal ini pihak pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai baru memberlakukan transaksi non tunai di gerbang keluar atau tollgate mobil. Yang sudah terpasang totalnya ada 11 unit.

Yakni 7 di tollgate internasional, 3 tollgate domestic dan 1 di tollgate kargo. Aplikasi ini sudah mulai diujicobakan sejak 15 September 2017 lalu.

Baca Juga:  Geger, Calon Penumpang Pesawat Ambruk Tak Sadarkan Diri di Bandara

Mengingat saat ini pada jam puncak pihak bandara bisa melayani hingga 1.600 kendaraan yang akan keluar bandara.

Dengan akses keluar yang cukup pendek yaitu kurang dari 1 kilometer, tentu kondisi ini menyebabkan kepadatan di dalam bandara.  

“Untuk itu kami coba mengaplikasikan sistem pembayaran non tunai ini. Harapannya dapat mempersingkat waktu transaksi pembayaran di gate-gate keluar,” ujar Rahadian D. Yogisworo Co. General Manager Commercial Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan transaksi non tunai ini memang salah satu upaya manajemen untuk mempermudah dan mempercepat proses transaksi pembayaran parkir kendaraan.

“Dengan pengembangan sistem ini diharapkan dapat mengurai kepadatan di tollgate keluar, khususnya pada saat-saat jam sibuk yaitu antara jam 12 siang sampai jam 9 malam,” terang pria yang akrab dipanggil Yogi ini.

Baca Juga:  Butuh Dua Minggu Permak Bandara Ngurah Rai, PAP Rugi Rp 4 Miliar

Sistem yang dikembangkan selain untuk menunjang aspek operasional pengelolaan parkir, juga sebagai bentuk dukungan program pemerintah yaitu penggunaan cashless.

Akan tetapi kendati sudah menerapkan transaksi non tunai, pihak bandara masih tetap melayani transaksi tunai seperti biasa dan gerbang (gate) yang digunakan pun masih bercampur menjadi satu.

“Kami berikan pilihan layanan kepada para pengguna jasa. Metode pembayaran tunai masih tetap bisa dilakukan, tetapi bagi yang sudah memiliki alat pembayaran e-money kami himbau untuk menggunakan fasilitas baru kami. Lebih cepat dan praktis,” pungkasnya.



RadarBali.com – Peningkatan pergerakan penumpang dipastikan mempengaruhi trafik kendaraan dari dan ke bandara Ngurah Rai.

Manajemen PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Ngurah Rai pun menerapkan transaksi non tunai  atau pemasangan sistem prabayar elektronik untuk parkir kendaraan bermotor. 

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan khususnya dalam pengelolaan parkir kendaraan bermotor di Bandara Ngurah Rai.

Tahap awal ini pihak pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai baru memberlakukan transaksi non tunai di gerbang keluar atau tollgate mobil. Yang sudah terpasang totalnya ada 11 unit.

Yakni 7 di tollgate internasional, 3 tollgate domestic dan 1 di tollgate kargo. Aplikasi ini sudah mulai diujicobakan sejak 15 September 2017 lalu.

Baca Juga:  Cegah Virus Corona Masuk Bali, Bandara Tunda Penerbangan ke Wuhan

Mengingat saat ini pada jam puncak pihak bandara bisa melayani hingga 1.600 kendaraan yang akan keluar bandara.

Dengan akses keluar yang cukup pendek yaitu kurang dari 1 kilometer, tentu kondisi ini menyebabkan kepadatan di dalam bandara.  

“Untuk itu kami coba mengaplikasikan sistem pembayaran non tunai ini. Harapannya dapat mempersingkat waktu transaksi pembayaran di gate-gate keluar,” ujar Rahadian D. Yogisworo Co. General Manager Commercial Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan transaksi non tunai ini memang salah satu upaya manajemen untuk mempermudah dan mempercepat proses transaksi pembayaran parkir kendaraan.

“Dengan pengembangan sistem ini diharapkan dapat mengurai kepadatan di tollgate keluar, khususnya pada saat-saat jam sibuk yaitu antara jam 12 siang sampai jam 9 malam,” terang pria yang akrab dipanggil Yogi ini.

Baca Juga:  Sebulan Penerbangan Internasional Dibuka, PHK Malah Bertambah di Bali

Sistem yang dikembangkan selain untuk menunjang aspek operasional pengelolaan parkir, juga sebagai bentuk dukungan program pemerintah yaitu penggunaan cashless.

Akan tetapi kendati sudah menerapkan transaksi non tunai, pihak bandara masih tetap melayani transaksi tunai seperti biasa dan gerbang (gate) yang digunakan pun masih bercampur menjadi satu.

“Kami berikan pilihan layanan kepada para pengguna jasa. Metode pembayaran tunai masih tetap bisa dilakukan, tetapi bagi yang sudah memiliki alat pembayaran e-money kami himbau untuk menggunakan fasilitas baru kami. Lebih cepat dan praktis,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/