alexametrics
24.8 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Tingkat Pendidikan Jadi Penyebab Minat Masyarakat Berasuransi Rendah

DENPASAR – Berdasar data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penetrasi asuransi di Indonesia masih tergolong rendah.

Baru mencapai 3,01 persen. Padahal, asuransi seharusnya menjadi andalan sebagai pelindung dari berbagai risiko di masa depan yang dapat mengancam perencanaan keuangan.

Hal ini disampaikan oleh Dadang Sukresna, Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia. Menurut Dadang, tingkat pendidikan, kesadaran dan pendapatan masyarakat masih menjadi beberapa penyebab utama rendahnya minat masyarakat Indonesia dalam berasuransi.

“Selain itu, kondisi wilayah Indonesia yang merupakan negara kepulauan, turut memengaruhi percepatan penetrasi asuransi kepada masyarakat dan merupakan tantangan tersendiri bagi industri asuransi,” katanya di Nusa Dua, Sabtu (19/10). 

Agar kegiatan penetrasi tidak hanya berfokus di kota-kota besar, maka Dewan Asuransi Indonesia melakukan berbagai kegiatan yang berfokus pada edukasi dan sosialisasi manfaat berasuransi kepada seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga:  Mobil Mewah Terpidana Titian Wilaras Dihargai Rp 1 Miliar Lebih

Baik itu untuk kalangan internal maupun eksternal industri perasuransian, termasuk pada kegiatan Hari Asuransi 2019 yang jatuh pada Jumat (18/10) kemarin.

Menurutnya, insan asuransi saat ini melihat masih banyak celah yang dapat dilakukan, guna mencapai tujuan peningkatan masyarakat untuk sadar berasuransi.

Era teknologi digital dan perubahan lintas generasi dari baby boomers menjadi generasi millennials, merupakan ’opportunity’ luar biasa bagi industri asuransi untuk dapat meraih pasar yang lebih besar.

“Maka untuk mensosialisasikan manfaat berasuransi, Dewan Asuransi Indonesia melaksanakan program literasi asuransi ke-24 kota sejak September 2019,” tambahnya.

Hingga saat ini, program ini telah menyentuh 17.277 (jumlah peserta) yang terdiri dari para murid SMA dan SMK.

Baca Juga:  10 Tahun RSU Premagana, Melayani dengan Cinta Kasih

Upaya literasi secara massal ini mendapat pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan tercatat sebagai rekor ‘Literasi Asuransi kepada Siswa/i SMA/K dengan Peserta Terbanyak di Indonesia’.

Puncak rangkaian kegiatan Hari Asuransi 2019 akan berlangsung di sisi timur Lapangan Bajra Sandi Renon, Denpasar, pada Minggu (20/10) dikemas dalam bentuk festival.



DENPASAR – Berdasar data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penetrasi asuransi di Indonesia masih tergolong rendah.

Baru mencapai 3,01 persen. Padahal, asuransi seharusnya menjadi andalan sebagai pelindung dari berbagai risiko di masa depan yang dapat mengancam perencanaan keuangan.

Hal ini disampaikan oleh Dadang Sukresna, Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia. Menurut Dadang, tingkat pendidikan, kesadaran dan pendapatan masyarakat masih menjadi beberapa penyebab utama rendahnya minat masyarakat Indonesia dalam berasuransi.

“Selain itu, kondisi wilayah Indonesia yang merupakan negara kepulauan, turut memengaruhi percepatan penetrasi asuransi kepada masyarakat dan merupakan tantangan tersendiri bagi industri asuransi,” katanya di Nusa Dua, Sabtu (19/10). 

Agar kegiatan penetrasi tidak hanya berfokus di kota-kota besar, maka Dewan Asuransi Indonesia melakukan berbagai kegiatan yang berfokus pada edukasi dan sosialisasi manfaat berasuransi kepada seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga:  Baru 6 Persen Pekerja Ikut Dana Pensiun,Manulife Perluas Pasar di Bali

Baik itu untuk kalangan internal maupun eksternal industri perasuransian, termasuk pada kegiatan Hari Asuransi 2019 yang jatuh pada Jumat (18/10) kemarin.

Menurutnya, insan asuransi saat ini melihat masih banyak celah yang dapat dilakukan, guna mencapai tujuan peningkatan masyarakat untuk sadar berasuransi.

Era teknologi digital dan perubahan lintas generasi dari baby boomers menjadi generasi millennials, merupakan ’opportunity’ luar biasa bagi industri asuransi untuk dapat meraih pasar yang lebih besar.

“Maka untuk mensosialisasikan manfaat berasuransi, Dewan Asuransi Indonesia melaksanakan program literasi asuransi ke-24 kota sejak September 2019,” tambahnya.

Hingga saat ini, program ini telah menyentuh 17.277 (jumlah peserta) yang terdiri dari para murid SMA dan SMK.

Baca Juga:  Tahan Pandemi, OJK Anjurkan Buleleng Fokus Pertanian dan Perikanan

Upaya literasi secara massal ini mendapat pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan tercatat sebagai rekor ‘Literasi Asuransi kepada Siswa/i SMA/K dengan Peserta Terbanyak di Indonesia’.

Puncak rangkaian kegiatan Hari Asuransi 2019 akan berlangsung di sisi timur Lapangan Bajra Sandi Renon, Denpasar, pada Minggu (20/10) dikemas dalam bentuk festival.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/