alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Berdayakan Kaum Perempuan, Kerajinan Pandan Jadi Primadona

AMLAPURA, radarbali.id- Sejumlah ibu-ibu di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem tengah sibuk mempersiapkan bahan baku tanaman pandan yang baru saja diambil dari pekarangan rumah. Di tangan mereka, daun pandan diolah menjadi berbagai kerajinan. Mulai dari anyaman tikar, tas berbagai ukuran hingga tatakan alas meja. Lewat kelompok usaha Panda Wangi itu, produk-produk cantik lahir.

 

UMKM binaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini kini semakin berkembang. Mulai dari akses pasar hingga permodalan dibantu oleh BRI sehingga, usaha yang dimotori I Made Pasek itu bisa terus berinovasi melahirkan produk-produk kreatif untuk memenuhi pasar.

“Awalnya kami hanya fokus pada anyaman tikar. Tapi sejak tahun 1996 mulai merambah produk lain seperti tas dan lainnya,” kata Ketua Kelompok Pandan Wangi, I Made Pasek ditemui di rumahnya, Jumat (18/2).

 

Total ada 70 orang yang terinkubasi dalam pengembangan usaha ini. Mereka semua merupakan kaum perempuan yang diberdayakan untuk bisa menghasilkan suatu produk kerajinan berbahan dasar pandan. Selama berproses, mulai dari bahan baku hingga produk tersebut selesai masih dibuat dengan cara-cara tradisional. Bahan baku pandan sendiri didapat dari pekarangan rumah. “Kebetulan untuk bahan baku, diambil di masing-masing rumah. Setelah itu dikerjakan untuk menjadi sebuah produk kerajinan,” tuturnya.

Baca Juga:  Ini Sinergi Pupuk Indonesia dan BRI

 

Tahapannya sendiri, mulai dari mencari bahan baku, selanjutnya pandan tersebut dibelah menjadi dua bagian, selanjutnya di jangka atau dibuat bagian-bagian kecil, dihaluskan dan kemudian dijemur hingga daun pandan yang sebelumnya hijau menjadi kering lalu dibuat anyaman sesuai kebutuhan. “Semua proses kami lakukan manual dan masih tradisional. Untuk satu produk biasanya butuh waktu tiga hari,” terangnya. 

 

Kini usaha tersebut sudah semakin berkembang. Ini tidak terlepas dari pendampingan dan binaan BRI sejak 2010 lalu. Semua akses permodalan dibantu secara total. Bahkan hingga mesin jahit dan beberapa sarana penunjang dan pemasaran dibina langsung oleh BRI sebagai bank plat merah yang kini gencar memberdayakan UMKM di seluruh Indonesia. “Pemasaran kami untuk art shop di seputaran Denpasar, Kuta, Sukawati dan Bona di Gianyar, serta pasar lokal di Karangasem,” ucap I Made Pasek.

Baca Juga:  BRI Salurkan Bansos Sembako ke 10,7 Juta KPM & PKH 3,7 Juta Keluarga

 

Regional CEO BRI Denpasar, Rudy Andimono sumringah, UMKM binaan BRI bisa menunjukkan perkembangan yang positif. Kata dia, untuk menunjang perkembangan UMKM seperti Pandan Wangi ini pihaknya sangat mendukung kebutuhan Pandan Wangi untuk bisa meningkat. Mulai dari akses permodalan misalnya, ada berbagai macam produk dan kemudahan yang diberikan. “Mulai dari Kupedes, KUR, pinjaman kemitraan kami berikan. Tentunya disesuaikan dengan kelayakan usaha. Kami juga berikan bantuan mesin jahit, etalase dan alat produksi lainnya untuk mempermudah. Kami juga bantu pasarkan lewat platform digital,” kata Andimono.

 

Pihaknya memiliki harapan penuh, UMKM-UMKM di Bali khususnya Pandan Wangi ini bisa terus bergerak maju. Dengan kehadiran BRI, bisa membantu mendampingi UMKM tumbuh dan berkembang. “Kami akan terus melakukan pemberdayaan masyarakat agar terus berkelanjutan. Kami berharap ada banyak embrio bisnis serupa terus tumbuh untuk bisa membantu perekonomian masyarakat,” tandasnya. (rba)



AMLAPURA, radarbali.id- Sejumlah ibu-ibu di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem tengah sibuk mempersiapkan bahan baku tanaman pandan yang baru saja diambil dari pekarangan rumah. Di tangan mereka, daun pandan diolah menjadi berbagai kerajinan. Mulai dari anyaman tikar, tas berbagai ukuran hingga tatakan alas meja. Lewat kelompok usaha Panda Wangi itu, produk-produk cantik lahir.

 

UMKM binaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini kini semakin berkembang. Mulai dari akses pasar hingga permodalan dibantu oleh BRI sehingga, usaha yang dimotori I Made Pasek itu bisa terus berinovasi melahirkan produk-produk kreatif untuk memenuhi pasar.

“Awalnya kami hanya fokus pada anyaman tikar. Tapi sejak tahun 1996 mulai merambah produk lain seperti tas dan lainnya,” kata Ketua Kelompok Pandan Wangi, I Made Pasek ditemui di rumahnya, Jumat (18/2).

 

Total ada 70 orang yang terinkubasi dalam pengembangan usaha ini. Mereka semua merupakan kaum perempuan yang diberdayakan untuk bisa menghasilkan suatu produk kerajinan berbahan dasar pandan. Selama berproses, mulai dari bahan baku hingga produk tersebut selesai masih dibuat dengan cara-cara tradisional. Bahan baku pandan sendiri didapat dari pekarangan rumah. “Kebetulan untuk bahan baku, diambil di masing-masing rumah. Setelah itu dikerjakan untuk menjadi sebuah produk kerajinan,” tuturnya.

Baca Juga:  Selama Bulan Juli, Bali Antarpulaukan Sapi Bali 18 Ribu Ekor

 

Tahapannya sendiri, mulai dari mencari bahan baku, selanjutnya pandan tersebut dibelah menjadi dua bagian, selanjutnya di jangka atau dibuat bagian-bagian kecil, dihaluskan dan kemudian dijemur hingga daun pandan yang sebelumnya hijau menjadi kering lalu dibuat anyaman sesuai kebutuhan. “Semua proses kami lakukan manual dan masih tradisional. Untuk satu produk biasanya butuh waktu tiga hari,” terangnya. 

 

Kini usaha tersebut sudah semakin berkembang. Ini tidak terlepas dari pendampingan dan binaan BRI sejak 2010 lalu. Semua akses permodalan dibantu secara total. Bahkan hingga mesin jahit dan beberapa sarana penunjang dan pemasaran dibina langsung oleh BRI sebagai bank plat merah yang kini gencar memberdayakan UMKM di seluruh Indonesia. “Pemasaran kami untuk art shop di seputaran Denpasar, Kuta, Sukawati dan Bona di Gianyar, serta pasar lokal di Karangasem,” ucap I Made Pasek.

Baca Juga:  Ini Sinergi Pupuk Indonesia dan BRI

 

Regional CEO BRI Denpasar, Rudy Andimono sumringah, UMKM binaan BRI bisa menunjukkan perkembangan yang positif. Kata dia, untuk menunjang perkembangan UMKM seperti Pandan Wangi ini pihaknya sangat mendukung kebutuhan Pandan Wangi untuk bisa meningkat. Mulai dari akses permodalan misalnya, ada berbagai macam produk dan kemudahan yang diberikan. “Mulai dari Kupedes, KUR, pinjaman kemitraan kami berikan. Tentunya disesuaikan dengan kelayakan usaha. Kami juga berikan bantuan mesin jahit, etalase dan alat produksi lainnya untuk mempermudah. Kami juga bantu pasarkan lewat platform digital,” kata Andimono.

 

Pihaknya memiliki harapan penuh, UMKM-UMKM di Bali khususnya Pandan Wangi ini bisa terus bergerak maju. Dengan kehadiran BRI, bisa membantu mendampingi UMKM tumbuh dan berkembang. “Kami akan terus melakukan pemberdayaan masyarakat agar terus berkelanjutan. Kami berharap ada banyak embrio bisnis serupa terus tumbuh untuk bisa membantu perekonomian masyarakat,” tandasnya. (rba)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/