24.8 C
Denpasar
Sunday, June 4, 2023

Bukan dari Pariwisata, Karangasem Tetap Andalkan Pajak MBLB

AMLAPURA, Radar Bali.id– Pemkab Karangasem menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau galian C.Bukan dari pariwisata. Pajak hotel dan restoran peringkatnya di bawahnya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem, I Wayan Ardika mengatakan, Pemkab Karangasem sendiri masih mengandalkan sektor pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau galian C. “Sektor MBLB masih menjadi andalan. Karena harus diakui, Karangasem bergantung besar pada pendapatan itu,” ucapnya Minggu (19/3/2023).

Dalam capaiannya saja pajak MBLB, pada tahun 2022 lalu dari target Rp 87,5 miliar, bisa terealisasi hingga Rp 95 miliar. Dengan kondisi ekonomi yang semakin baik, pihaknya optimistis  bisa terealisasi. “Nanti di perubahan biasanya diubah lebih tinggi dari target yang dipasang di induk,” kata Ardika.

Baca Juga:  Triple Pro Grade Camera Galaxy S21 FE 5G Siap Dukung Konten Gen Z

Meski diakui, kebocoran di sektor MBLB masih terjadi. Untuk menekan itu, pihaknya terus melakukan pembenahan-pembenahan. Mulai dari pengawasan petugas portal hingga lebih tegas kepada pengusaha untuk membayar pajak. “Kalau yang tidak berizin juga kami terus tertibkan. Kami tindak tegas yang tidak mau mengurus izin,” tegas mantan Sekwan DPRD Karangasem ini.

Selain pajak MBLB, sektor lain yang diharapkan adalah pajak hotel dan restoran (PHR). Untuk pajak PHR sendiri ditargetkan Rp 17 miliar. “Apalagi sekarang kunjungan wisatawan ke Karangasem juga terus meningkat. Ini berpengaruh pada hunian kamar hotel dan juga restoran di Karangasem,” paparnya.

Selain dari dua sektor itu, ada sektor lain yang juga menjadi sumber penghasilan. Salah satunya pajak bumi dan bangunan. (zulfika rahman/radarbali)

Baca Juga:  Tunggakan Pajak Tak Kunjung Tuntas, Bapenda Segera Panggil Sky Garden

 

———

 



AMLAPURA, Radar Bali.id– Pemkab Karangasem menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau galian C.Bukan dari pariwisata. Pajak hotel dan restoran peringkatnya di bawahnya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem, I Wayan Ardika mengatakan, Pemkab Karangasem sendiri masih mengandalkan sektor pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau galian C. “Sektor MBLB masih menjadi andalan. Karena harus diakui, Karangasem bergantung besar pada pendapatan itu,” ucapnya Minggu (19/3/2023).

Dalam capaiannya saja pajak MBLB, pada tahun 2022 lalu dari target Rp 87,5 miliar, bisa terealisasi hingga Rp 95 miliar. Dengan kondisi ekonomi yang semakin baik, pihaknya optimistis  bisa terealisasi. “Nanti di perubahan biasanya diubah lebih tinggi dari target yang dipasang di induk,” kata Ardika.

Baca Juga:  Tahun 2017 Jadi Tahun Sulit Perbankan di Bali

Meski diakui, kebocoran di sektor MBLB masih terjadi. Untuk menekan itu, pihaknya terus melakukan pembenahan-pembenahan. Mulai dari pengawasan petugas portal hingga lebih tegas kepada pengusaha untuk membayar pajak. “Kalau yang tidak berizin juga kami terus tertibkan. Kami tindak tegas yang tidak mau mengurus izin,” tegas mantan Sekwan DPRD Karangasem ini.

Selain pajak MBLB, sektor lain yang diharapkan adalah pajak hotel dan restoran (PHR). Untuk pajak PHR sendiri ditargetkan Rp 17 miliar. “Apalagi sekarang kunjungan wisatawan ke Karangasem juga terus meningkat. Ini berpengaruh pada hunian kamar hotel dan juga restoran di Karangasem,” paparnya.

Selain dari dua sektor itu, ada sektor lain yang juga menjadi sumber penghasilan. Salah satunya pajak bumi dan bangunan. (zulfika rahman/radarbali)

Baca Juga:  Porchetta dengan Cita Rasa Lokal hanya di Porci Bali

 

———

 


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru