alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Klaim Irit Bahan Bakar, Super Ace HT Jadi Lawan Tangguh Kompetitor

DENPASAR – Tata Motors resmi merilis produk terbarunya yakni Super Ace HT untuk konsumen mereka di Bali.

Kendaraan niaga dengan jenis pick up diesel ini memiliki kapasitas mesin 1.400 cc. Area Manager Bali Tata Motors Bali Hendro Wijaya mengatakan, Denpasar merupakan kota ke 10 dalam rangkaian kegiatan peluncuran regional Super Ace HT.

Denpasar secara khusus dan Pulau Bali menjadi target pasar Super Ace HT. “Kami optimis Tata Super Ace HT mampu mendapatkan respons positif dari masyarakat Bali,

khususnya dalam menunjang kegiatan bisnis bidang logistik, pertanian, perkebunan dan UMKM di Bali, ” ujar Hendro Wijaya saat merilis Super Ace HT di Dealer Tata Motor Denpasar, Rabu (18/4) malam.

Baca Juga:  Harga Naik, Petani Cabai Badung Semringah

Secara spesifik Hendro mengatakan, Tata Super Ace HT membidik usahawan yang mendambakan pick up dengan daya angkut lebih baik, daya menanjak lebih baik, dan konsumsi bahan bakar lebih baik.

Super Ace HT dibekali rasio gir poros belakang yang lebih besar, sehingga lebih mumpuni dalam melahap tanjakan dibanding pendahulunya.

Pada interior, Super Ace HT lebih elegan dengan nuansa warna hitam. “Sebelum peluncuran resminya, Super Ace HT telah diuji di berbagai medan,” katanya.

Dalam tiga bulan ke depan ini pihaknya menargetkan penjualan sebanyak 30 unit. Dimana dalam setahun untuk all produk Tata motor di Bali ditargetkan bisa terjual sebanyak 120 unit dengan 80 persen ada pada produk Super Ace HT.

Baca Juga:  STMIK Bandung Bali Ajak Lulusan Ubah Pandemi Jadi Peluang dan Bangkit

“Dari tahun 2015 kami hadir di Bali, dalam satu tahun all produk penjualan ada di Angka 100 unit, dan untuk 2018 ini kami targetkan penjualan 120 unit,” terang Hendro.

Terkait persaingan dengan produk lain yang juga banyak bermain pada segmen niaga, dia menegaskan untuk produk Tata motor sendiri memiliki keunggulan tetap konsisten menggunakan bahan bakar solar.

Sementara produk lain kebanyakan menggunakan pertalite. “Tentu akan lebih irit menggunakan solar. Terlebih bagi pengusaha,” pungkasnya.



DENPASAR – Tata Motors resmi merilis produk terbarunya yakni Super Ace HT untuk konsumen mereka di Bali.

Kendaraan niaga dengan jenis pick up diesel ini memiliki kapasitas mesin 1.400 cc. Area Manager Bali Tata Motors Bali Hendro Wijaya mengatakan, Denpasar merupakan kota ke 10 dalam rangkaian kegiatan peluncuran regional Super Ace HT.

Denpasar secara khusus dan Pulau Bali menjadi target pasar Super Ace HT. “Kami optimis Tata Super Ace HT mampu mendapatkan respons positif dari masyarakat Bali,

khususnya dalam menunjang kegiatan bisnis bidang logistik, pertanian, perkebunan dan UMKM di Bali, ” ujar Hendro Wijaya saat merilis Super Ace HT di Dealer Tata Motor Denpasar, Rabu (18/4) malam.

Baca Juga:  Jelang Galungan, Penjor Mulai Diburu Pembeli

Secara spesifik Hendro mengatakan, Tata Super Ace HT membidik usahawan yang mendambakan pick up dengan daya angkut lebih baik, daya menanjak lebih baik, dan konsumsi bahan bakar lebih baik.

Super Ace HT dibekali rasio gir poros belakang yang lebih besar, sehingga lebih mumpuni dalam melahap tanjakan dibanding pendahulunya.

Pada interior, Super Ace HT lebih elegan dengan nuansa warna hitam. “Sebelum peluncuran resminya, Super Ace HT telah diuji di berbagai medan,” katanya.

Dalam tiga bulan ke depan ini pihaknya menargetkan penjualan sebanyak 30 unit. Dimana dalam setahun untuk all produk Tata motor di Bali ditargetkan bisa terjual sebanyak 120 unit dengan 80 persen ada pada produk Super Ace HT.

Baca Juga:  Menko Airlangga: Pemerintah Dorong UMKM Perempuan Bangkit

“Dari tahun 2015 kami hadir di Bali, dalam satu tahun all produk penjualan ada di Angka 100 unit, dan untuk 2018 ini kami targetkan penjualan 120 unit,” terang Hendro.

Terkait persaingan dengan produk lain yang juga banyak bermain pada segmen niaga, dia menegaskan untuk produk Tata motor sendiri memiliki keunggulan tetap konsisten menggunakan bahan bakar solar.

Sementara produk lain kebanyakan menggunakan pertalite. “Tentu akan lebih irit menggunakan solar. Terlebih bagi pengusaha,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/