alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Cuaca Buruk, Tangkapan Turun, Pedagang Andalkan Ikan dari Luar Pulau

RadarBali.com – Cuaca buruk dengan kondisi angin kencang serta intensitas hujan yang cukup tinggi di Bali membuat sejumlah nelayan di Bali kesulitan mencari ikan. Kondisi ini dialami hampir sebagian besar nelayan di Pantai Kedonganan, sentral produksi ikan terbesar di Bali. Kondisi ini membuat harga ikan di wilayah Kedonganan meningkat, mengingat pasokan ikan dari nelayan yang sedikit. Pedagang pun mengandalkan pasokan ikan dari beberapa wilayah luar Pulau Bali.

Salah satu nelayan Pantai Kedonganan, Saiful Lukan, 38, mengaku sejak seminggu lalu hasil tangkapan menurun drastis akibat cuaca buruk. Arah angin sulit di tebak. Dalam sekali melaut, dia hanya memperoleh 5 sampai 10 keranjang ikan. Dalam cuaca normal, dia sendiri bisa memperoleh 15 sampai 18 keranjang ikan.  “Makanya saya menjual ikan di pedagang mahal. Kalau sudah didistribusikan lagi ke pedagang kedua, lebih mahal lagi. Wajar karena ikan sulit dicari,” ujar Saiful saat ditemui Jawa Pos Radar Bali, kemarin (19/7).

Baca Juga:  Cegah Potong Sapi Betina Produktif, Polri – Kementan Sidak ke RPH

Dengan kondisi cuaca buruk seperti sekarang, para nelayan setempat hanya berani melaut dalam jarak maksimal 5 mil. Dalam kondisi normal, pencarian ikan yang dilakukannya bisa sampai 17 mil. Untuk jenis ikan samban, dia menjual kepada pedagang Rp 2.500 per kilogram. Namun sejak seminggu ini harga ikan samban bisa mencapai Rp 5.000 per kilogram di tangan pedagang. “Belum lagi ongkos sekali melaut bisa habis sampai Rp 2 juta. Jadi untungnya sangat sedikit. Bahkan, ada yang tidak dapat sama sekali,” kata pria kelahiran Gersik Jawa Timur ini.

Salah seorang pedagang ikan, Soleha, 40, mengungkapkan hal yang sama. Untuk ikan tongkol biasanya dalam satu kilogram dia menjual Rp 15 sampai Rp 20 ribu. Namun, saat ini harganya sudah mencapai Rp 30 ribu. “Pembelinya banyak, cuma ikannya nggak ada. Makanya mahal. Kami hanya mengandalkan pasokan dari luar. Seperti Banyuwangi, Gresik dan Lamongan,” bebernya.

Baca Juga:  Cegah Korban saat Musim Hujan, 1.500 Pohon Dipangkas

Berdasar data BMKG Wilayah III Denpasar, suhu udara berada di kisaran 22 sampai 31 derajat celcius. Dengan kondisi kecepatan angin bertiup dari arah timur tenggara mencapai 8 sampai 40 km/jam. Sementara untuk kondisi perairan gelombangnya mencapai 0,25 sampai 1 meter. “Ini masih tergolong aman,” ujar Kepala Bidang Data BMKG Wilayah III Sujabar.

Yang perlu diwaspadai adalah perairan Selat Bali, dimana gelombang perairannya mencapai 0,5 sampai 3 meter. “Untuk nelayan yang melaut sebaiknya waspada. Terlebih bagi kapal kecil. Tolong memakai standar keamanan,” pungkasnya.



RadarBali.com – Cuaca buruk dengan kondisi angin kencang serta intensitas hujan yang cukup tinggi di Bali membuat sejumlah nelayan di Bali kesulitan mencari ikan. Kondisi ini dialami hampir sebagian besar nelayan di Pantai Kedonganan, sentral produksi ikan terbesar di Bali. Kondisi ini membuat harga ikan di wilayah Kedonganan meningkat, mengingat pasokan ikan dari nelayan yang sedikit. Pedagang pun mengandalkan pasokan ikan dari beberapa wilayah luar Pulau Bali.

Salah satu nelayan Pantai Kedonganan, Saiful Lukan, 38, mengaku sejak seminggu lalu hasil tangkapan menurun drastis akibat cuaca buruk. Arah angin sulit di tebak. Dalam sekali melaut, dia hanya memperoleh 5 sampai 10 keranjang ikan. Dalam cuaca normal, dia sendiri bisa memperoleh 15 sampai 18 keranjang ikan.  “Makanya saya menjual ikan di pedagang mahal. Kalau sudah didistribusikan lagi ke pedagang kedua, lebih mahal lagi. Wajar karena ikan sulit dicari,” ujar Saiful saat ditemui Jawa Pos Radar Bali, kemarin (19/7).

Baca Juga:  Mendung Tebal Selimuti Bali, Gelombang Tinggi di Perairan Bali Selatan

Dengan kondisi cuaca buruk seperti sekarang, para nelayan setempat hanya berani melaut dalam jarak maksimal 5 mil. Dalam kondisi normal, pencarian ikan yang dilakukannya bisa sampai 17 mil. Untuk jenis ikan samban, dia menjual kepada pedagang Rp 2.500 per kilogram. Namun sejak seminggu ini harga ikan samban bisa mencapai Rp 5.000 per kilogram di tangan pedagang. “Belum lagi ongkos sekali melaut bisa habis sampai Rp 2 juta. Jadi untungnya sangat sedikit. Bahkan, ada yang tidak dapat sama sekali,” kata pria kelahiran Gersik Jawa Timur ini.

Salah seorang pedagang ikan, Soleha, 40, mengungkapkan hal yang sama. Untuk ikan tongkol biasanya dalam satu kilogram dia menjual Rp 15 sampai Rp 20 ribu. Namun, saat ini harganya sudah mencapai Rp 30 ribu. “Pembelinya banyak, cuma ikannya nggak ada. Makanya mahal. Kami hanya mengandalkan pasokan dari luar. Seperti Banyuwangi, Gresik dan Lamongan,” bebernya.

Baca Juga:  Cegah Korban saat Musim Hujan, 1.500 Pohon Dipangkas

Berdasar data BMKG Wilayah III Denpasar, suhu udara berada di kisaran 22 sampai 31 derajat celcius. Dengan kondisi kecepatan angin bertiup dari arah timur tenggara mencapai 8 sampai 40 km/jam. Sementara untuk kondisi perairan gelombangnya mencapai 0,25 sampai 1 meter. “Ini masih tergolong aman,” ujar Kepala Bidang Data BMKG Wilayah III Sujabar.

Yang perlu diwaspadai adalah perairan Selat Bali, dimana gelombang perairannya mencapai 0,5 sampai 3 meter. “Untuk nelayan yang melaut sebaiknya waspada. Terlebih bagi kapal kecil. Tolong memakai standar keamanan,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/