alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Genjot Pertumbuhan UKM, Siapkan Konsultan Pendamping

RadarBali.com – Untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dalam upaya menjaga stabilitas perekonomian  Bali, pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) memberikan fasilitas pendamping bagi para pelaku usaha UKM.

Hal ini dilakukan mengingat masyarakat di Bali banyak memiliki keterampilan, namun terkendala permodalan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Dewa Nyoman Patra mengungkapkan telah menyiapkan konsultan untuk pendampingan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sehingga, mereka yang masih mengalami kendala modal dapat memiliki usaha di masing-masing bidang yang digeluti.

“Jadi konsultan ini fungsinya memberi saran dan arahan untuk pencarian dana KUR,” ujar Dewa Nyoman Patra, Kamis (20/7) kemarin.

Dengan pertumbuhan ini, pihaknya berharap mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain kendala modal, beberapa pelaku UKM khususnya yang baru berkecimpung juga masih bingung dalam merambah pasar produksi.

Baca Juga:  Tenang Karena Telah Terdaftar Sebagai Peserta JKN-KIS

“Kami fasilitasi juga arah pasarnya. Bisa juga melalui even,” katanya. Sementara bagi pelaku UKM yang sudah berjalan juga didorong untuk terus berkembang dan meningkatkan modal dari usaha yang digelutinya.

Ada tiga kunci pokok dalam mengembangkan suatu usaha mulai dari modal, sumber daya manusia, dan pangsa pasar.

“Kami dorong agar berkembang dari mikro ke kecil, dan seterusnya menengah,” ucap Dewa Nyoman Patra.

Jumlah pelaku UKM di Bali hingga saat ini terhitung mencapai 360 ribu. Sebagian besar bergerak di bidang kuliner dan online shop.

“Karena perkembangan teknologi, online shop ini semakin banyak yang melirik. Peluang usahanya sangat terbuka dan lebih mudah,” katanya.

Baca Juga:  Darurat Corona, Konsumen Mulai “Berburu” Jahe Merah

Sebagai catatan, penyaluran dana KUR yang dilakukan Bank Rakyat Indonesia (BRI) selama kurun waktu semester I 2017 mencapai Rp 1,09 triliun dari 43.646 debitur.

Dari jumlah keseluruhan terbagi atas usaha ritel yang mencapai Rp 163,2 miliar dengan jumlah debitur yang mencapai 695 debitur, dan sisanya adalah sektor mikro yang mencapai angka Rp 931,9 miliar dari jumlah debitur 42.951 orang.

“Mikro jauh sangat mendominasi untuk penyaluran dana KUR,” tandas Dedi Sunardi, Pimpinan Wilayah BRI Denpasar. 



RadarBali.com – Untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dalam upaya menjaga stabilitas perekonomian  Bali, pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) memberikan fasilitas pendamping bagi para pelaku usaha UKM.

Hal ini dilakukan mengingat masyarakat di Bali banyak memiliki keterampilan, namun terkendala permodalan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Dewa Nyoman Patra mengungkapkan telah menyiapkan konsultan untuk pendampingan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sehingga, mereka yang masih mengalami kendala modal dapat memiliki usaha di masing-masing bidang yang digeluti.

“Jadi konsultan ini fungsinya memberi saran dan arahan untuk pencarian dana KUR,” ujar Dewa Nyoman Patra, Kamis (20/7) kemarin.

Dengan pertumbuhan ini, pihaknya berharap mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain kendala modal, beberapa pelaku UKM khususnya yang baru berkecimpung juga masih bingung dalam merambah pasar produksi.

Baca Juga:  Berturut-Turut Tak Gelar RAT, Pemkot Denpasar Ancam Akan Cabut Izin

“Kami fasilitasi juga arah pasarnya. Bisa juga melalui even,” katanya. Sementara bagi pelaku UKM yang sudah berjalan juga didorong untuk terus berkembang dan meningkatkan modal dari usaha yang digelutinya.

Ada tiga kunci pokok dalam mengembangkan suatu usaha mulai dari modal, sumber daya manusia, dan pangsa pasar.

“Kami dorong agar berkembang dari mikro ke kecil, dan seterusnya menengah,” ucap Dewa Nyoman Patra.

Jumlah pelaku UKM di Bali hingga saat ini terhitung mencapai 360 ribu. Sebagian besar bergerak di bidang kuliner dan online shop.

“Karena perkembangan teknologi, online shop ini semakin banyak yang melirik. Peluang usahanya sangat terbuka dan lebih mudah,” katanya.

Baca Juga:  Darurat Corona, Konsumen Mulai “Berburu” Jahe Merah

Sebagai catatan, penyaluran dana KUR yang dilakukan Bank Rakyat Indonesia (BRI) selama kurun waktu semester I 2017 mencapai Rp 1,09 triliun dari 43.646 debitur.

Dari jumlah keseluruhan terbagi atas usaha ritel yang mencapai Rp 163,2 miliar dengan jumlah debitur yang mencapai 695 debitur, dan sisanya adalah sektor mikro yang mencapai angka Rp 931,9 miliar dari jumlah debitur 42.951 orang.

“Mikro jauh sangat mendominasi untuk penyaluran dana KUR,” tandas Dedi Sunardi, Pimpinan Wilayah BRI Denpasar. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/