alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Penyakit Jamur Mewabah, Pohon Pepaya Petani Desa Lebih Membusuk

GIANYAR – Ratusan tanaman pepaya jenis Calina (California Indonesia) di subak Purnajaya, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, membusuk.

Ada indikasi pohon pepaya itu diserang penyakit Antraknosa (busuk akibat jamur). Karena khawatir penyakit itu meluas, petani pepaya Made Sulatra, mengeliminasi 145 tanaman miliknya dari total 367 tanaman.

“Gejala penyakit sudah terlihat sejak 8 hari lalu,” ujar Sulatra. Pepaya yang ditanam itu baru berusia 4 bulan dan belum waktunya panen. Idealnya, pepaya panen di usia 7 bulan tanam.

Kata Sulatra, ketika bercak jamur muncul di buah dan batang, dia sudah sempat berkonsultasi dengan ahli pertanian di Denpasar.

“Sudah dikasih cara menanggulangi, tapi tidak membuahkan hasil. Makanya tadi langsung saya eliminasi, daripada menjalar ke tanaman lain,” ujarnya.

Baca Juga:  Penyakit Jamur Sulit Disembuhkan, Ratusan Batang Pohon Pepaya Mati

Dia juga telah melaporkan kondisi tersebut ke Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar. “Tadi sudah dicek, sudah diberikan obat supaya tanaman lain tidak kena,” jelasnya.

Akibat hama tersebut, pihaknya mengalami kerugian mencapai Rp 4 juta. “Itu jumlah kerugian dari pembibitan, sampai obat,” ujarnya.

Sulatra menambahkan, hama serupa juga dialami petani pepaya di bilangan Kelurahan Bitra Kecamatan Gianyar.



GIANYAR – Ratusan tanaman pepaya jenis Calina (California Indonesia) di subak Purnajaya, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, membusuk.

Ada indikasi pohon pepaya itu diserang penyakit Antraknosa (busuk akibat jamur). Karena khawatir penyakit itu meluas, petani pepaya Made Sulatra, mengeliminasi 145 tanaman miliknya dari total 367 tanaman.

“Gejala penyakit sudah terlihat sejak 8 hari lalu,” ujar Sulatra. Pepaya yang ditanam itu baru berusia 4 bulan dan belum waktunya panen. Idealnya, pepaya panen di usia 7 bulan tanam.

Kata Sulatra, ketika bercak jamur muncul di buah dan batang, dia sudah sempat berkonsultasi dengan ahli pertanian di Denpasar.

“Sudah dikasih cara menanggulangi, tapi tidak membuahkan hasil. Makanya tadi langsung saya eliminasi, daripada menjalar ke tanaman lain,” ujarnya.

Baca Juga:  Pandemi, Peternakan Sapi di Karangasem Kembali Menggeliat

Dia juga telah melaporkan kondisi tersebut ke Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar. “Tadi sudah dicek, sudah diberikan obat supaya tanaman lain tidak kena,” jelasnya.

Akibat hama tersebut, pihaknya mengalami kerugian mencapai Rp 4 juta. “Itu jumlah kerugian dari pembibitan, sampai obat,” ujarnya.

Sulatra menambahkan, hama serupa juga dialami petani pepaya di bilangan Kelurahan Bitra Kecamatan Gianyar.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/