alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Harga Daging Ayam Jomplang, Pinsar Respons Keras, Bilang…

DENPASAR– Harga daging ayam broiler yang saat ini berada di Pasar Tradisional dengan harga Rp 34 hingga 36 ribu per kilogram dirasa masih cukup mahal.

Kondisi ini pun disesalkan para peternak ayam, ini mengingat antara harga pasaran dengan harga di Tingkat peternak mengalami perbedaan yang cukup jauh.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Broiler Bali, I Ketut Yahya Kurniadi mengatakan hingga saat ini pasokan day old chick (DOC) atau bibit ayam masih belum normal.

Hal ini membuat harga DOC yang sebelumnya mencapai Rp 7.200 per ekor kini meningkat menjadi Rp 7.500 per ekor.

“Seharusnya dengan pasokan DOC sedikit harga ayam di peternak bisa naik tapi justru jeblok,” ujarnya kemarin (20/9).

Baca Juga:  Cueki Bupati Suwirta, Investor Bandel, Pol PP Stop Proyek Pabrik Garam

Saat ini, harga daging ayam hidup di Tingkat peternak mencapai Rp 19 sampai 19.500 per kilo dari yang sebelumnya mencapai Rp 20 sampai 22 ribu.

Bahkan untuk berat ayam yang mencapai 2 kilogram harga jual di Tingkat peternak hanya berkisar Rp 15 sampai 15.500 per kilogram.

“Kami seperti ditekan, dipaksa untuk menjual murah. Kalau tidak dijual kami yang rugi,” katanya.

Sejatinya dengan harga saat ini, tidak menjadi persoalan ketika harga daging ayam di Pasar tradisional murah.

Namun faktanya, justru bertolak belakang antara harga di yingkat peternak dengan harga di pasar tradisional.

“Ini kan aneh. Kita seolah ditekan untuk menjual harga ayam dengan murah. Sementara harga ayam di Pasar mahal.

Baca Juga:  Jelang Galungan, Harga Ayam Potong Kembali Meroket

Seharusnya dengan harga di peternak saat ini, harga daging ayam bisa berkisar antara Rp 27 sampai 28 ribu per kilo,” jelas Yahya.

Selain pasokan DOC yang belum normal, Bali juga diserbu oleh pasokan dari luar Bali yakni wilayah Lombok dan Jawa Timur.

Untuk di Lombok sendiri, pasokan daging ayam ke Bali ini akibat dampak bencana, sehingga serapan di Lombok macet.

“Kalau Lombok tidak masalah, karena kecil. Tapi pasokan ayam dari Jawa ini membuat harganya juga jeblok, akibat serapan di Jawa sedikit karena bulan Suro,” bebernya.

 Daging ayam yang datang dari Jawa ke Bali memiliki harga Rp 23 ribu perkilogram.

 

 



DENPASAR– Harga daging ayam broiler yang saat ini berada di Pasar Tradisional dengan harga Rp 34 hingga 36 ribu per kilogram dirasa masih cukup mahal.

Kondisi ini pun disesalkan para peternak ayam, ini mengingat antara harga pasaran dengan harga di Tingkat peternak mengalami perbedaan yang cukup jauh.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Broiler Bali, I Ketut Yahya Kurniadi mengatakan hingga saat ini pasokan day old chick (DOC) atau bibit ayam masih belum normal.

Hal ini membuat harga DOC yang sebelumnya mencapai Rp 7.200 per ekor kini meningkat menjadi Rp 7.500 per ekor.

“Seharusnya dengan pasokan DOC sedikit harga ayam di peternak bisa naik tapi justru jeblok,” ujarnya kemarin (20/9).

Baca Juga:  178 Koperasi di Karangasem Terkena Dampak Erupsi, Tiadakan RAT

Saat ini, harga daging ayam hidup di Tingkat peternak mencapai Rp 19 sampai 19.500 per kilo dari yang sebelumnya mencapai Rp 20 sampai 22 ribu.

Bahkan untuk berat ayam yang mencapai 2 kilogram harga jual di Tingkat peternak hanya berkisar Rp 15 sampai 15.500 per kilogram.

“Kami seperti ditekan, dipaksa untuk menjual murah. Kalau tidak dijual kami yang rugi,” katanya.

Sejatinya dengan harga saat ini, tidak menjadi persoalan ketika harga daging ayam di Pasar tradisional murah.

Namun faktanya, justru bertolak belakang antara harga di yingkat peternak dengan harga di pasar tradisional.

“Ini kan aneh. Kita seolah ditekan untuk menjual harga ayam dengan murah. Sementara harga ayam di Pasar mahal.

Baca Juga:  Menko Airlangga Sebut Dukungan Polri Vital Sukseskan KTT G20

Seharusnya dengan harga di peternak saat ini, harga daging ayam bisa berkisar antara Rp 27 sampai 28 ribu per kilo,” jelas Yahya.

Selain pasokan DOC yang belum normal, Bali juga diserbu oleh pasokan dari luar Bali yakni wilayah Lombok dan Jawa Timur.

Untuk di Lombok sendiri, pasokan daging ayam ke Bali ini akibat dampak bencana, sehingga serapan di Lombok macet.

“Kalau Lombok tidak masalah, karena kecil. Tapi pasokan ayam dari Jawa ini membuat harganya juga jeblok, akibat serapan di Jawa sedikit karena bulan Suro,” bebernya.

 Daging ayam yang datang dari Jawa ke Bali memiliki harga Rp 23 ribu perkilogram.

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/