alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Penjualan Kerajinan Patung Turun 10 Persen, Ini Pemicunya…

RadarBali.com – Kondisi industri patung di Bali tengah mengalami penurunan dari segi penjualan. Bahkan turis domestik pun jarang membeli patung.

Padahal, sebelumnya patung menjadi koleksi utama wisatawan dan jadi pendapatan alternative masyarakat Bali dari sektor seni dan budaya.

Salah seorang pengusaha patung, Kadek Indah mengakui, sejak memasuki tahun 2017 terjadi penurunan permintaan patung antara 10 persen hingga 20 persen.

Ia yang telah menekuni usaha patung sejak 1997 lalu itu menjual kerajinan patung yang berbahan baku kayu, resin dan silver.

“Memang ada penurunan, beberapa patung yang saya jual sekarang, rata-rata lakunya antara dua sampai tiga minggu,” tuturnya ditemui di kios miliknya yang berlokasi di Pasar Kumbasari.

Baca Juga:  Pasar Cerah, Gebyog Bali Kian Diminati Konsumen Dalam dan Luar Negeri

Dia mengungkapkan, saat ini beberapa wisatawan baik asing maupun domestik yang datang ke Bali sudah beralih ke barang lain untuk dijadikan oleh-oleh.

Meski demikian Indah tidak menampik jika permintaan patung grosiran tetap ada dari pelanggannya di luar negeri meski tidak seramai dulu.

“Untuk pasar luar negeri, permintaan bentuk patung Budha dan Ganesha yang paling banyak dipesan. Biasanya ordernya 100 patung turun jadi 80 patung,” ujar Indah.

Dia menambahkan, untuk penjualan patung eceran di Pasar Kumbasari sangat sedikit. Beruntung dia memiliki pelanggan yang terbiasa memesan dari luar negeri.

Sehingga ia tetap memproduksi patung meski tidak banyak. “Kadang dalam sebulan ada 2 pelanggan pesan grosir. Biasanya sampai lima pemesanan grosir,” imbuhnya

Baca Juga:  Minim Koneksi, Produk UKM Karangasem Sulit Tembus Pasar Ekspor


RadarBali.com – Kondisi industri patung di Bali tengah mengalami penurunan dari segi penjualan. Bahkan turis domestik pun jarang membeli patung.

Padahal, sebelumnya patung menjadi koleksi utama wisatawan dan jadi pendapatan alternative masyarakat Bali dari sektor seni dan budaya.

Salah seorang pengusaha patung, Kadek Indah mengakui, sejak memasuki tahun 2017 terjadi penurunan permintaan patung antara 10 persen hingga 20 persen.

Ia yang telah menekuni usaha patung sejak 1997 lalu itu menjual kerajinan patung yang berbahan baku kayu, resin dan silver.

“Memang ada penurunan, beberapa patung yang saya jual sekarang, rata-rata lakunya antara dua sampai tiga minggu,” tuturnya ditemui di kios miliknya yang berlokasi di Pasar Kumbasari.

Baca Juga:  Pasar Ekspor Terbuka, Nelayan Sumberkima Rintis Budidaya Kerang Abalon

Dia mengungkapkan, saat ini beberapa wisatawan baik asing maupun domestik yang datang ke Bali sudah beralih ke barang lain untuk dijadikan oleh-oleh.

Meski demikian Indah tidak menampik jika permintaan patung grosiran tetap ada dari pelanggannya di luar negeri meski tidak seramai dulu.

“Untuk pasar luar negeri, permintaan bentuk patung Budha dan Ganesha yang paling banyak dipesan. Biasanya ordernya 100 patung turun jadi 80 patung,” ujar Indah.

Dia menambahkan, untuk penjualan patung eceran di Pasar Kumbasari sangat sedikit. Beruntung dia memiliki pelanggan yang terbiasa memesan dari luar negeri.

Sehingga ia tetap memproduksi patung meski tidak banyak. “Kadang dalam sebulan ada 2 pelanggan pesan grosir. Biasanya sampai lima pemesanan grosir,” imbuhnya

Baca Juga:  Pasar Ekspor Menjanjikan, Manggis Makin Dilirik Petani Buah Buleleng

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/