alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Level PPKM Menurun, Mobil Rental di Bali Ludes Disewa Konsumen

DENPASAR – Jika beberapa bulan lalu para pengusaha mobil rental menjerit hingga ada yang jual unit mobilnya, sekarang mereka bisa bernapas lega. Sebab, sejak PPKM di Bali turun menjadi level 1, sejumlah unit mereka ludes disewa konsumen.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Sulaiman Zuhri ST selaku Ketua Umum Buser Rentcar Nasional (BNR) kepada radarbali.id pada acara memeriahkan HUT ke 4 di Pulau Dewata pada Minggu (21/11/2021).

 

“Begitu pemerintah membuka gerbang pariwisata di Bali dan menurunkan level PPKM, begitu juga PCR diganti test Antigen, pengusaha rental mobil di Bali sekarang ini sampai tidak bisa memenuhi permintaan konsumen,” ungkapnya.

 

Baca Juga:  Sasar Keluarga, Gencarkan Germas

Sulaiman mengistilahkan, para pengusaha mobil rental mobil di Indonesia dan Bali khususnya ibarat air yang ditahan dan sekarang dibuka sehingga mengalir deras. Bahkan, ia berani mengatakan posisi Bali sekarang berada disisi urut satu untuk kebutuhan konsumen dalam mobil rental.

 

“Kalau dulu sebelum pandemi, pengusaha mobil rental ini menurun hingga 25 persen. Bahkan mereka terpaksa menjual unitnya karena saking lamanya PPKM. Sekarang kondisinya sudah mulai membaik bagu kami para pengusaha rental mobil,” ungkap Sulaiman.

 

Ia sadar, dengan dibukannya pintu pariwisata ini, kebutuhan rental pun mengalami pelonjakan. BNR sendiri pun melakukan kegiatan di Bali dengan mengajak para anggotanya yang berjumlah 1500 pengusaha rental mobil seluruh Indonesia ini untuk membangkitkan pariwisata di Bali.

Baca Juga:  Orange TV Lanjutkan Sukses Halal Bites Miracle of China

 

Terlebih, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 mendatang, jumlah wisatawan ke Bali pun ia yakin meningkat dan para pengusaha rental menyiapkan diri untuk hal ini. Tapi kan wacananya akan ada peningkatan level?

 

“Saya rasa pemerintah punya itikat baik. Tujuannya baik. Namun harapan kami, PPKM jangan dinaikan levelnya. Pemerintah cukup mengimbau masyarakat untuk tetap mentaati Prokes, hidup sehat, menghindari virus dan sebagainya,” pungkasnya.


DENPASAR – Jika beberapa bulan lalu para pengusaha mobil rental menjerit hingga ada yang jual unit mobilnya, sekarang mereka bisa bernapas lega. Sebab, sejak PPKM di Bali turun menjadi level 1, sejumlah unit mereka ludes disewa konsumen.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Sulaiman Zuhri ST selaku Ketua Umum Buser Rentcar Nasional (BNR) kepada radarbali.id pada acara memeriahkan HUT ke 4 di Pulau Dewata pada Minggu (21/11/2021).

 

“Begitu pemerintah membuka gerbang pariwisata di Bali dan menurunkan level PPKM, begitu juga PCR diganti test Antigen, pengusaha rental mobil di Bali sekarang ini sampai tidak bisa memenuhi permintaan konsumen,” ungkapnya.

 

Baca Juga:  Covid-19 Belum Berakhir, Pembebasan Denda Bayar Air PDAM Diperpanjang

Sulaiman mengistilahkan, para pengusaha mobil rental mobil di Indonesia dan Bali khususnya ibarat air yang ditahan dan sekarang dibuka sehingga mengalir deras. Bahkan, ia berani mengatakan posisi Bali sekarang berada disisi urut satu untuk kebutuhan konsumen dalam mobil rental.

 

“Kalau dulu sebelum pandemi, pengusaha mobil rental ini menurun hingga 25 persen. Bahkan mereka terpaksa menjual unitnya karena saking lamanya PPKM. Sekarang kondisinya sudah mulai membaik bagu kami para pengusaha rental mobil,” ungkap Sulaiman.

 

Ia sadar, dengan dibukannya pintu pariwisata ini, kebutuhan rental pun mengalami pelonjakan. BNR sendiri pun melakukan kegiatan di Bali dengan mengajak para anggotanya yang berjumlah 1500 pengusaha rental mobil seluruh Indonesia ini untuk membangkitkan pariwisata di Bali.

Baca Juga:  Rokok Tingwe Kian Digemari, Omzet pun Tembus Rp 3,5 Juta  Per Hari

 

Terlebih, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 mendatang, jumlah wisatawan ke Bali pun ia yakin meningkat dan para pengusaha rental menyiapkan diri untuk hal ini. Tapi kan wacananya akan ada peningkatan level?

 

“Saya rasa pemerintah punya itikat baik. Tujuannya baik. Namun harapan kami, PPKM jangan dinaikan levelnya. Pemerintah cukup mengimbau masyarakat untuk tetap mentaati Prokes, hidup sehat, menghindari virus dan sebagainya,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/