alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Ikuti Denpasar dan Badung, PDAM Gianyar Putihkan Denda dan Segel

GIANYAR – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gianyar akhirnya memutihkan denda dan segel bagi pelanggan di Gianyar.

Meski hanya denda dan segel, namun nilai pemutihan itu menyentuh Rp 1 miliar lebih. Langkah PDAM Gianyar ini mengikuti Langkah yang diambil PDAM Denpasar dan PDAM Badung.

Direktur Utama PDAM Gianyar Made Sastra Kencana menyatakan, pemutihan atau pembebasan denda akan dilakukan sampai situasi normal.

Atau sampai wabah Covid-19 dinyatakan berakhir. “Untuk denda bulan April ini perusahaan sudah membebaskan denda pelanggan dengan besaran Rp 335.871.000,” ujarnya, Senin (20/4).

Sedangkan, untuk pelanggan yang akan disegel mencapai 5.013 sambungan. Dengan nilai segel mencapai Rp 751.950.000.

Sedangkan, apabila pelanggan yang sudah nunggak bulan ketiga ingin menyambung saluran air lagi, tidak bayar penyambungan baru.

Baca Juga:  Hindari Keramaian, Dewan Buleleng Tunda Rapat Paripurna

“Sehingga jika ditotalkan menjadi Rp 1.087.811.000,” jelasnya. Sastra Kencana menambahkan, direksi PDAM ingin meringankan beban masyarakat melalui kebijakannya tersebut.

Meski tanpa denda bagi pelanggan yang terlambat, pelayanan tetap dikedepankan. Disampaikan juga berlakunya pembebasan denda berawal untuk pembayaran Maret.

Karena terus berlanjut, sehingga management memfollow-up demi masyarakat. Mengenai sosial distancing, berdampak pada banyak pegawai hingga siswa beraktivitas di rumah.

Akibatnya, ada beban pemakaian cukup tinggi. “Beberapa lokasi seperti di salah satu Distric Meter Area (DMA) cabang Blahbatuh terjadi penurunan tekanan.

Awalya disinyalir ada bocor, ternyata setelah ditelusuri area tersebut ada peningkatan pemakaian air secara bersamaan,” imbuhnya.

Pihaknya juga menduga, ada pemakaian yang tinggi, sehingga tekanan air di tiap rumah kecil.

Baca Juga:  Dolar Menguat, Harga Barang Elektronik Naik 5 Persen, AC Paling Diburu

“Intesitas pemakaian air meningkat atau tekanan alat ukur manometer turun. Mungkin sering mandi dan cuci tangan. Terbukti malam hari tekanan air dalam pipa kembali naik,” terangnya.

Dengan wabah Covid 19 ini, dikatakan kesadaran masyarakat meningkat karena sering mandi dan cuci tangan.

“Air PDAM mengandung chlorine yang mematikan virus. Maka terjadi peningkatan pemakaian air,” pungkasnya. 



GIANYAR – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gianyar akhirnya memutihkan denda dan segel bagi pelanggan di Gianyar.

Meski hanya denda dan segel, namun nilai pemutihan itu menyentuh Rp 1 miliar lebih. Langkah PDAM Gianyar ini mengikuti Langkah yang diambil PDAM Denpasar dan PDAM Badung.

Direktur Utama PDAM Gianyar Made Sastra Kencana menyatakan, pemutihan atau pembebasan denda akan dilakukan sampai situasi normal.

Atau sampai wabah Covid-19 dinyatakan berakhir. “Untuk denda bulan April ini perusahaan sudah membebaskan denda pelanggan dengan besaran Rp 335.871.000,” ujarnya, Senin (20/4).

Sedangkan, untuk pelanggan yang akan disegel mencapai 5.013 sambungan. Dengan nilai segel mencapai Rp 751.950.000.

Sedangkan, apabila pelanggan yang sudah nunggak bulan ketiga ingin menyambung saluran air lagi, tidak bayar penyambungan baru.

Baca Juga:  Dolar Menguat, Harga Barang Elektronik Naik 5 Persen, AC Paling Diburu

“Sehingga jika ditotalkan menjadi Rp 1.087.811.000,” jelasnya. Sastra Kencana menambahkan, direksi PDAM ingin meringankan beban masyarakat melalui kebijakannya tersebut.

Meski tanpa denda bagi pelanggan yang terlambat, pelayanan tetap dikedepankan. Disampaikan juga berlakunya pembebasan denda berawal untuk pembayaran Maret.

Karena terus berlanjut, sehingga management memfollow-up demi masyarakat. Mengenai sosial distancing, berdampak pada banyak pegawai hingga siswa beraktivitas di rumah.

Akibatnya, ada beban pemakaian cukup tinggi. “Beberapa lokasi seperti di salah satu Distric Meter Area (DMA) cabang Blahbatuh terjadi penurunan tekanan.

Awalya disinyalir ada bocor, ternyata setelah ditelusuri area tersebut ada peningkatan pemakaian air secara bersamaan,” imbuhnya.

Pihaknya juga menduga, ada pemakaian yang tinggi, sehingga tekanan air di tiap rumah kecil.

Baca Juga:  Daripada Hibah Wisata Dikorup, Prof Windia Mendesak Stimulus Pertanian

“Intesitas pemakaian air meningkat atau tekanan alat ukur manometer turun. Mungkin sering mandi dan cuci tangan. Terbukti malam hari tekanan air dalam pipa kembali naik,” terangnya.

Dengan wabah Covid 19 ini, dikatakan kesadaran masyarakat meningkat karena sering mandi dan cuci tangan.

“Air PDAM mengandung chlorine yang mematikan virus. Maka terjadi peningkatan pemakaian air,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/