alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

“New Normal”, Buleleng Mulai Pulih, Angka Inflasi Relatif Aman

SINGARAJA – Pelonggaran terhadap jam aktifitas ekonomi di Kabupaten Buleleng, mulai menunjukkan dampak positif terhadap kondisi perekonomian.

Setelah mengalami deflasi cukup dalam selama dua bulan terakhir, perekonomian daerah kini bergerak ke arah positif.

Pada bulan Juni lalu Badan Pusat Statistik (BPS) Buleleng mencatat indeks inflasi berada pada angka 0,32 persen. Sehingga pada tahun buku 2020, tingkat inflasi di Buleleng tercatat ada pada angka 1,27 persen.

Angka itu masih relatif aman, sebab tim ekonomi menargetkan angka inflasi Buleleng pada tahun 2020 ada pada angka 3,5 persen.

Kabag Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Buleleng I Gede Sasnita Ariawan yang dikonfirmasi Selasa (21/7) mengungkapkan, perekonomian daerah kini sudah menunjukkan kondisi membaik.

Baca Juga:  Suplai Air Bersih Denpasar Kurang, Bangun Bendungan Sidan Rp 900 M

Hal itu sejalan dengan sejumlah kebijakan pemerintah yang menyalurkan sejumlah bantuan stimulan untuk mendorong kondisi ekonomi dalam daerah.

“Berdasarkan data, ini sudah menunjukkan trend ke arah positif. Ini menunjukkan ketersediaan stok, kewajaran harga dan alur distribusi masih terjaga. Transaksi sudah membaik sesuai dengan kebijakan yang telah direalisasikan,” kata Sasnita.

Lebih lanjut Sasnita mengungkapkan, pada awal masa pandemi yakni pada bulan April dan Mei, memang terjadi deflasi. Hal itu dipengaruhi minimnya transaksi yang terjadi selama masa pandemi itu.

Kini dengan diberlakukannya kelonggaran di sejumlah sektor, Sasnita optimistis kondisi perekonomian semakin baik.

“Inflasi itu tidak selalu buruk. Jadi kalau ada inflasi, artinya aktifitas ekonomi sudah mulai bergerak. Selama inflasinya terkendali, itu wajar terjadi,” imbuhnya.

Baca Juga:  PHRI Buleleng Pertanyakan Kesiapan Pemerintah Buka Pariwisata Bali

Sekadar diketahui pada bulan Juni 2020, inflasi di Buleleng cukup dipengaruhi dengan sektor konsumsi. Seperti komoditas daging ayam ras, daging babi, ikan tongkol, dan canang sari.

Selain itu indeks perlengkapan rumah tangga yang berasal dari komoditas multi roof atau genteng metal juga turut berkontribusi pada laju inflasi pada bulan Juni lalu. 



SINGARAJA – Pelonggaran terhadap jam aktifitas ekonomi di Kabupaten Buleleng, mulai menunjukkan dampak positif terhadap kondisi perekonomian.

Setelah mengalami deflasi cukup dalam selama dua bulan terakhir, perekonomian daerah kini bergerak ke arah positif.

Pada bulan Juni lalu Badan Pusat Statistik (BPS) Buleleng mencatat indeks inflasi berada pada angka 0,32 persen. Sehingga pada tahun buku 2020, tingkat inflasi di Buleleng tercatat ada pada angka 1,27 persen.

Angka itu masih relatif aman, sebab tim ekonomi menargetkan angka inflasi Buleleng pada tahun 2020 ada pada angka 3,5 persen.

Kabag Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Buleleng I Gede Sasnita Ariawan yang dikonfirmasi Selasa (21/7) mengungkapkan, perekonomian daerah kini sudah menunjukkan kondisi membaik.

Baca Juga:  Muncul Isu Munas Kadin Batal di Bali, Cok Ace Bilang Begini

Hal itu sejalan dengan sejumlah kebijakan pemerintah yang menyalurkan sejumlah bantuan stimulan untuk mendorong kondisi ekonomi dalam daerah.

“Berdasarkan data, ini sudah menunjukkan trend ke arah positif. Ini menunjukkan ketersediaan stok, kewajaran harga dan alur distribusi masih terjaga. Transaksi sudah membaik sesuai dengan kebijakan yang telah direalisasikan,” kata Sasnita.

Lebih lanjut Sasnita mengungkapkan, pada awal masa pandemi yakni pada bulan April dan Mei, memang terjadi deflasi. Hal itu dipengaruhi minimnya transaksi yang terjadi selama masa pandemi itu.

Kini dengan diberlakukannya kelonggaran di sejumlah sektor, Sasnita optimistis kondisi perekonomian semakin baik.

“Inflasi itu tidak selalu buruk. Jadi kalau ada inflasi, artinya aktifitas ekonomi sudah mulai bergerak. Selama inflasinya terkendali, itu wajar terjadi,” imbuhnya.

Baca Juga:  Suplai Air Bersih Denpasar Kurang, Bangun Bendungan Sidan Rp 900 M

Sekadar diketahui pada bulan Juni 2020, inflasi di Buleleng cukup dipengaruhi dengan sektor konsumsi. Seperti komoditas daging ayam ras, daging babi, ikan tongkol, dan canang sari.

Selain itu indeks perlengkapan rumah tangga yang berasal dari komoditas multi roof atau genteng metal juga turut berkontribusi pada laju inflasi pada bulan Juni lalu. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/