alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Cetak Mahasiswa Enteprenuer, HIPMI Gandeng ModalSaham dan Baba Rafi

DENPASAR – Salah satu problem utama mahasiswa yang ingin mulai berbisnis saat ini adalah akses permodalan.

Mahasiswa punya banyak ide, namun belum proven. Hal ini dikatakan CEO Modal Saham Muhammad Reza pada acara Penandatangan MoU

Kerjasama Program Bisnis Waralaba dan Akses Permodalan untuk HIPMI PT Unud di Universitas Udayana, Bali, Rabu (21/8) kemarin.

“Hal itu membuat mereka sangat susah mendapatkan modal untuk mewujudkan ide bisnisnya, belum lagi mereka tidak punya agunan untuk mendapatkan pinjaman modal,” kata Muhammad Reza.

Dari itu, salah satu langkah untuk mewujudkan misi tersebut adalah dengan menciptakan wirausaha muda baru dari kalangan mahasiswa. 

Oleh sebab itu, HIPMI menggandeng ModalSaham sebagai platform urun modal berbasis kepemilikan bisnis bersama (equity crowdfunding).

Baca Juga:  Antis dan tiket.com Kembali Berkolaborasi

Menyediakan akses permodalan, dan Baba Rafi Enterprise sebagai franchise master Kebab Turki terbesar di dunia menyediakan sistem yang teruji dan proven.

Ketua Umum HIPMI PT Unud Gus Adi Widyatmika menilai, ModalSaham merupakan terobosan yang sangat kreatif dan inovatif dalam

bidang keuangan yang dapat menjadi alternatif dalam memberikan solusi atas masalah permodalan di kalangan mahasiswa untuk berbisnis.

Melalui inovasi berbasis teknologi dan keuangan, bisnis franchise milik pengusaha muda di bawah asuhan HIPMI Perguruan Tinggi akan menawarkan saham ke publik.

Mekanisme yang digunakan adalah equity crowdfunding pada platform www.ModalSaham.co.id

“Keuntungannya selain kemudahan akses modal bagi para pengusaha muda juga sebagai solusi investasi retail berbasis sektor riil yang teruji tahan banting terhadap gejolak ekonomi makro,” ujarnya. 

Baca Juga:  English First Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Pelajar

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI Bali I Gusti Nyoman Dharmaputra mengapresiasi langkah MoU stakeholders tersebut.

“Saya sangat senang HIPMI PT Universitas Udayana dapat menjadi pilot project dari program ini,” ujarnya.



DENPASAR – Salah satu problem utama mahasiswa yang ingin mulai berbisnis saat ini adalah akses permodalan.

Mahasiswa punya banyak ide, namun belum proven. Hal ini dikatakan CEO Modal Saham Muhammad Reza pada acara Penandatangan MoU

Kerjasama Program Bisnis Waralaba dan Akses Permodalan untuk HIPMI PT Unud di Universitas Udayana, Bali, Rabu (21/8) kemarin.

“Hal itu membuat mereka sangat susah mendapatkan modal untuk mewujudkan ide bisnisnya, belum lagi mereka tidak punya agunan untuk mendapatkan pinjaman modal,” kata Muhammad Reza.

Dari itu, salah satu langkah untuk mewujudkan misi tersebut adalah dengan menciptakan wirausaha muda baru dari kalangan mahasiswa. 

Oleh sebab itu, HIPMI menggandeng ModalSaham sebagai platform urun modal berbasis kepemilikan bisnis bersama (equity crowdfunding).

Baca Juga:  Baru Terserap 20%, Kanwil DJPb Bali Dorong Pemda Akselerasi Anggaran

Menyediakan akses permodalan, dan Baba Rafi Enterprise sebagai franchise master Kebab Turki terbesar di dunia menyediakan sistem yang teruji dan proven.

Ketua Umum HIPMI PT Unud Gus Adi Widyatmika menilai, ModalSaham merupakan terobosan yang sangat kreatif dan inovatif dalam

bidang keuangan yang dapat menjadi alternatif dalam memberikan solusi atas masalah permodalan di kalangan mahasiswa untuk berbisnis.

Melalui inovasi berbasis teknologi dan keuangan, bisnis franchise milik pengusaha muda di bawah asuhan HIPMI Perguruan Tinggi akan menawarkan saham ke publik.

Mekanisme yang digunakan adalah equity crowdfunding pada platform www.ModalSaham.co.id

“Keuntungannya selain kemudahan akses modal bagi para pengusaha muda juga sebagai solusi investasi retail berbasis sektor riil yang teruji tahan banting terhadap gejolak ekonomi makro,” ujarnya. 

Baca Juga:  Antis dan tiket.com Kembali Berkolaborasi

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI Bali I Gusti Nyoman Dharmaputra mengapresiasi langkah MoU stakeholders tersebut.

“Saya sangat senang HIPMI PT Universitas Udayana dapat menjadi pilot project dari program ini,” ujarnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/