alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Ratusan Koperasi di Badung Sakit, Diskop Siapkan Aplikasi

MANGUPURA — Sebagai soko guru perekonomian, ternyata koperasi masih dipandang sebelah mata. Jumlahnya masih sedikit. Dan tak secara signifikan memengaruhi perekonomian negara atau daerah. Di Kabupaten Badung, misalnya, saat ini hanya ada 500-an lebih koperasi. Namun tidak semuanya sehat. Berdasar catatan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Badung, saat ini ada 499 koperasi yang sehat. 

Sementara sekitar 100 koperasi dinyatakan kurang sehat alias “sakit”. Ada juga yang sudah tidak aktif. Dinas Koperasi mengklaim telah berupaya melakukan pembinaan. 

“Tantangannya ada koperasi yang sudah tidak aktif karena permasalahan permodalan. Selain itu ada permasalahan di manajemennya. Sementara untuk memberikan stimulus kan harus ada tahapannya,” terang Kadis Koperasi, UKM, dan Perdagangan Badung I Made Widiana, kemarin (21/8).

Untuk membantu kinerja koperasi, pihaknya tengah merancang aplikasi khusus. Bila kajian sudah matang, maka akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak Diskominfo Badung. 

Baca Juga:  Pasar Jadi Cluster Covid-19, Ini Langkah Disperindag Cegah Penularan

Dengan adanya apilkasi, Dinas Koperasi dapat mengakses laporan koperasi dan hal penting lainnya. 

“Kalau sekarang, kan laporan RAT dilakukan dengan manual. Nah, dengan aplikasi ini kami harapkan dapat lebih mudah dalam pelaporannya,” imbuhnya.

Rencana pembuatan aplikasi juga ditegaskan Wabup Badung I Ketut Suiasa saat bertatap muka dengan Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Badung dan Pengurus, Pengawas serta Pembina Yayasan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia yang dibentuk Dekopinda Badung.

Dalam acara serangkaian HUT Koperasi tahun 2020 di SMK Pratama Widya Mandala, Kecamatan Kuta Utara, itu Suiasa telah menugaskan instansi terkait segera berkoordinasi bersama dengan Diskominfo untuk membangun aplikasi ini. 

Baca Juga:  Sah Terbentuk di 9 Kabupetan/Kota, IKAPPI Genjot Program Kerakyatan

“Agar aplikasi nanti sesuai dengan kebutuhan koperasi, serta dapat lebih mudah dan praktis, kami harapkan jajaran Dekopinda diajak komunikasi. Aplikasi ini dapat dituntaskan guna memberikan kemudahan kepada jajaran koperasi dalam segala hal,” jelasnya.

Politikus asal Pecatu itu juga meminta desa-desa di Badung untuk membangun desa digital. Salah satunya dengan membuat aplikasi dengan pemasaran produk industri rumah tangga dan UMKM. Desa-desa agar bersinergi dengan koperasi yang ada di wilayahnya, dengan tujuan segala produk industri kecil, industri rumah tangga termasuk UMKM dapat dipasarkan melalui media online.

“Zaman sekarang mau tidak mau kita harus mengikuti teknologi, kalau tidak kita akan tertinggal. Sekarang tidak ada lagi istilah yang besar mengalahkan yang kecil, tapi yang cepat mengalahkan yang lambat,” tukasnya.



MANGUPURA — Sebagai soko guru perekonomian, ternyata koperasi masih dipandang sebelah mata. Jumlahnya masih sedikit. Dan tak secara signifikan memengaruhi perekonomian negara atau daerah. Di Kabupaten Badung, misalnya, saat ini hanya ada 500-an lebih koperasi. Namun tidak semuanya sehat. Berdasar catatan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Badung, saat ini ada 499 koperasi yang sehat. 

Sementara sekitar 100 koperasi dinyatakan kurang sehat alias “sakit”. Ada juga yang sudah tidak aktif. Dinas Koperasi mengklaim telah berupaya melakukan pembinaan. 

“Tantangannya ada koperasi yang sudah tidak aktif karena permasalahan permodalan. Selain itu ada permasalahan di manajemennya. Sementara untuk memberikan stimulus kan harus ada tahapannya,” terang Kadis Koperasi, UKM, dan Perdagangan Badung I Made Widiana, kemarin (21/8).

Untuk membantu kinerja koperasi, pihaknya tengah merancang aplikasi khusus. Bila kajian sudah matang, maka akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak Diskominfo Badung. 

Baca Juga:  Lombardi Vito RSE, Mobil Partisi untuk Kesehatan Pertama di Indonesia

Dengan adanya apilkasi, Dinas Koperasi dapat mengakses laporan koperasi dan hal penting lainnya. 

“Kalau sekarang, kan laporan RAT dilakukan dengan manual. Nah, dengan aplikasi ini kami harapkan dapat lebih mudah dalam pelaporannya,” imbuhnya.

Rencana pembuatan aplikasi juga ditegaskan Wabup Badung I Ketut Suiasa saat bertatap muka dengan Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Badung dan Pengurus, Pengawas serta Pembina Yayasan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia yang dibentuk Dekopinda Badung.

Dalam acara serangkaian HUT Koperasi tahun 2020 di SMK Pratama Widya Mandala, Kecamatan Kuta Utara, itu Suiasa telah menugaskan instansi terkait segera berkoordinasi bersama dengan Diskominfo untuk membangun aplikasi ini. 

Baca Juga:  Asuransi Sinar Mas Bayar Klaim Asuransi CAR Rp 1.363.350.410,-

“Agar aplikasi nanti sesuai dengan kebutuhan koperasi, serta dapat lebih mudah dan praktis, kami harapkan jajaran Dekopinda diajak komunikasi. Aplikasi ini dapat dituntaskan guna memberikan kemudahan kepada jajaran koperasi dalam segala hal,” jelasnya.

Politikus asal Pecatu itu juga meminta desa-desa di Badung untuk membangun desa digital. Salah satunya dengan membuat aplikasi dengan pemasaran produk industri rumah tangga dan UMKM. Desa-desa agar bersinergi dengan koperasi yang ada di wilayahnya, dengan tujuan segala produk industri kecil, industri rumah tangga termasuk UMKM dapat dipasarkan melalui media online.

“Zaman sekarang mau tidak mau kita harus mengikuti teknologi, kalau tidak kita akan tertinggal. Sekarang tidak ada lagi istilah yang besar mengalahkan yang kecil, tapi yang cepat mengalahkan yang lambat,” tukasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/