alexametrics
26.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Pelindo II Rancang Rute Celukan Bawang – Kalimantan dan Sulawesi

CELUKAN BAWANG – Bukan hanya Pelabuhan Sangsit, Sawan dan Dermaga Lovina, yang dimiliki Buleleng, tapi juga Celukan Bawang.

Khusus Pelabuhan Celukan Bawang, hanya diperuntukkan untuk pelabuhan bongkar muat barang. Sesekali untuk pelabuhan kapal pesiar.

Kedepan ada harapan Pelabuhan Celukan Bawang dijadikan pelabuhan penumpang untuk umum dengan rute Buleleng – Sulawesi dan Buleleng – Kalimantan.

General Manager Pelindo II Pelabuhan Laut Celukan Bawang Rio Dwi Santoso mengakui pelabuhan Celukan Bawang akan dilakukan pengembangan pelayarannya.

Nantinya pelabuhan ini tidak hanya menjadi pelabuhan bongkar muatan barang. Tetapi berubah juga menjadi pelabuhan penumpang.

Karena melihat kondisi saat ini masyarakat Bali sudah banyak yang keluar daerah. Bukan semata untuk pergi bertransmigrasi, tapi juga bekerja ke daerah lain.

Terutama ke Pulau Kalimantan dan Sulawesi. “Mungkin rute itu yang bisa kami ambil untuk pelabuhan penumpang.

Bisa juga ke daerah sepeken, Maduran. Kami masih upayakan untuk pengembangan aktivitas pelabuhan. Ada potensi dan peluang besar untuk disetujui. Kami sudah ajukan ke PELNI Bali,” terang Rio kemarin.

Menurutnya, jika melihat dari sisi arus dan gelombang laut di Celukan Bawang sangatlah cocok. Pelabuhan yang menempati area 38 hektare ini sangat layak dikembangkan.

Yang jelas, ukuran pengembangan bukanlah luas dari pelabuhan. Tetapi efektifkah pelabuhan itu beroperasi.

“Di Celukan Bawang adanya teluk sangat cocok untuk pelabuhan penumpan, karena sebagai pemecah gelombang.

Selain itu pengembangan pelabuhan untuk menunjang perdangan antar pulau yang ada di luar Bali,” ungkapnya.

Pelabuhan penumpang rute Sulawesi dan Kalimantan tidak harus setiap ada kapal yang berlabuh. Namun dalam seminggu bisa satu atau dua kali kapal yang berlayar untuk mengangkut penumpang.

Karena di Bali sendiri belum ada pelabuhan laut untuk rute Kalimantan dan Sulawesi. “Mudah-mudah pengembangan pelabuhan laut Celukan Bawang disetujui,” paparnya.



CELUKAN BAWANG – Bukan hanya Pelabuhan Sangsit, Sawan dan Dermaga Lovina, yang dimiliki Buleleng, tapi juga Celukan Bawang.

Khusus Pelabuhan Celukan Bawang, hanya diperuntukkan untuk pelabuhan bongkar muat barang. Sesekali untuk pelabuhan kapal pesiar.

Kedepan ada harapan Pelabuhan Celukan Bawang dijadikan pelabuhan penumpang untuk umum dengan rute Buleleng – Sulawesi dan Buleleng – Kalimantan.

General Manager Pelindo II Pelabuhan Laut Celukan Bawang Rio Dwi Santoso mengakui pelabuhan Celukan Bawang akan dilakukan pengembangan pelayarannya.

Nantinya pelabuhan ini tidak hanya menjadi pelabuhan bongkar muatan barang. Tetapi berubah juga menjadi pelabuhan penumpang.

Karena melihat kondisi saat ini masyarakat Bali sudah banyak yang keluar daerah. Bukan semata untuk pergi bertransmigrasi, tapi juga bekerja ke daerah lain.

Terutama ke Pulau Kalimantan dan Sulawesi. “Mungkin rute itu yang bisa kami ambil untuk pelabuhan penumpang.

Bisa juga ke daerah sepeken, Maduran. Kami masih upayakan untuk pengembangan aktivitas pelabuhan. Ada potensi dan peluang besar untuk disetujui. Kami sudah ajukan ke PELNI Bali,” terang Rio kemarin.

Menurutnya, jika melihat dari sisi arus dan gelombang laut di Celukan Bawang sangatlah cocok. Pelabuhan yang menempati area 38 hektare ini sangat layak dikembangkan.

Yang jelas, ukuran pengembangan bukanlah luas dari pelabuhan. Tetapi efektifkah pelabuhan itu beroperasi.

“Di Celukan Bawang adanya teluk sangat cocok untuk pelabuhan penumpan, karena sebagai pemecah gelombang.

Selain itu pengembangan pelabuhan untuk menunjang perdangan antar pulau yang ada di luar Bali,” ungkapnya.

Pelabuhan penumpang rute Sulawesi dan Kalimantan tidak harus setiap ada kapal yang berlabuh. Namun dalam seminggu bisa satu atau dua kali kapal yang berlayar untuk mengangkut penumpang.

Karena di Bali sendiri belum ada pelabuhan laut untuk rute Kalimantan dan Sulawesi. “Mudah-mudah pengembangan pelabuhan laut Celukan Bawang disetujui,” paparnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/