alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

PT Ariatama Bumi Nusantara Bangun Resor dan Perumahan di Tabanan

TABANAN, Radar Bali – Rencana pembangunan Tol Gilimanuk- Mengwi Desember 2021 mendatang telah menarik investor. Salah satunya PT Ariatama Bumi Nusantara. Mengusung tagline Developing and Investing for the Future, perusahaan yang berkantor pusat di Taman Sari The Hive 8th Floor, Jalan D.I. Pandjaitan, Jakarta itu memilih Tabanan sebagai lokasi membangun resort dan perumahan mewah di Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel. Konsep alam dan persawahan (subak) Tabanan akan dipadukan menjadi hunian elit. Proyek ini akan menyerap setidaknya 2.000 pekerja lokal. 

Rencana pembangunan resort dan perumahan elit ini ditandai pemotongan pita oleh Direktur PT Ariatma Bumi Nusantara, Indrajaya, Rabu (23/6) sore. Hadir sejumlah ownership perusahaan lain, di antaranya dari PT. Benoa Persada Indonesia, Candra Halim. Perangkat desa setempat juga menyaksikan seremonial tersebut.

Direktur PT Ariatma Bumi Nusantara, Indrajaya menerangkan desain pembangunan resort dan perumahan elit tersebut mencapai 70 persen. “Luasan perumahan yang kami akan buat di atas lahan sekitar 65,3 hektar,” ujarnya. Resort dan perumahan mewah ini akan dilengkapi sejumlah fasilitas yang memanjakan wisatawan sehingga betah berkunjung. Salah satunya pembangunan miniatur kota-kota besar di Indonesia, wedding ceremony, pusat kebugaran olahraga, akupuntur, spa, dan panggung konser musik.

Baca Juga:  Airlangga Minta Kampus Jadi Tempat Pengantar Mahasiswa Berwirausaha

“Kami juga akan membangun vila, tetapi vila yang dikomersilkan. Kita harapkan vila ini disewa oleh ekspatriat yang tentunya berpengaruh terhadap ekonomi di Indonesia maupun ekonomi di dunia,” paparnya.

Indrajaya menerangkan pembangunan hotel mewah tersebut bekerja sama dengan salah satu perusahaan di London. Dalam waktu dekat jika tidak ada halangan, dana pembangunan segera dikucurkan. “Kita siapkan dana Rp 4 triliun. Kita juga punya konsep sama dan akan dibangun di Kabupaten Gianyar,” tegasnya.

Dijelaskan Indrajaya, dia bersama tim memilih membangun di Tabanan karena sejumlah faktor. Salah satunya mempertimbangkan konsep alam. Lebih-lebih Desa Riang Gede akan dilalui jalan tol Gilimanuk-Mengwi. Ungkapnya hal itu akan berpengaruh pada pembangunan ekonomi Tabanan. “Kita lihat situasi sekarang sudah jenuh dengan konsep pantai. Sehingga kita tawarkan yang berbeda. Jadi kita pilih di Tabanan,” ungkapnya. 

Baca Juga:  Panen Rumput Laut di Jembrana Melimpah, Petani Kesulitan Pembeli

Ditambahkannya pembangunan resort dan perumahan mewah tersebut akan dibangun mulai September 2021. Syarat administrasi seperti IMB dan pembebasan lahan sudah dikantongi. Termasuk dukungan masyarakat dan Desa Riang Gede. Indrajaya berjanji pembangunan kawasan elit tersebut akan memprioritaskan masyarakat desa setempat. Sesuai prediksi proyek dimaksud memerlukan pekerja sekitar 2.000 orang.

“Saya juga berharap dukungan warga sekitar. Kita akan rembug untuk membangun bersama-sama Desa Riang Gede. Sehingga harapannya ekonomi di daerah Tabanan ini akan berkembang,” tegasnya.

Perbekel Desa Riang Gede, Dewa Putu Suraga menyambut baik dibangunnya resort dan perumahan mewah tersebut. Pihaknya berharap resort yang dibangunmembuka peluang kerja bagi masyarakat desa. “Kami berharap pembangunan resort dan perumahan ini dapat menyerap tenaga kerja yang paling utama,” ungkapnya. 


TABANAN, Radar Bali – Rencana pembangunan Tol Gilimanuk- Mengwi Desember 2021 mendatang telah menarik investor. Salah satunya PT Ariatama Bumi Nusantara. Mengusung tagline Developing and Investing for the Future, perusahaan yang berkantor pusat di Taman Sari The Hive 8th Floor, Jalan D.I. Pandjaitan, Jakarta itu memilih Tabanan sebagai lokasi membangun resort dan perumahan mewah di Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel. Konsep alam dan persawahan (subak) Tabanan akan dipadukan menjadi hunian elit. Proyek ini akan menyerap setidaknya 2.000 pekerja lokal. 

Rencana pembangunan resort dan perumahan elit ini ditandai pemotongan pita oleh Direktur PT Ariatma Bumi Nusantara, Indrajaya, Rabu (23/6) sore. Hadir sejumlah ownership perusahaan lain, di antaranya dari PT. Benoa Persada Indonesia, Candra Halim. Perangkat desa setempat juga menyaksikan seremonial tersebut.

Direktur PT Ariatma Bumi Nusantara, Indrajaya menerangkan desain pembangunan resort dan perumahan elit tersebut mencapai 70 persen. “Luasan perumahan yang kami akan buat di atas lahan sekitar 65,3 hektar,” ujarnya. Resort dan perumahan mewah ini akan dilengkapi sejumlah fasilitas yang memanjakan wisatawan sehingga betah berkunjung. Salah satunya pembangunan miniatur kota-kota besar di Indonesia, wedding ceremony, pusat kebugaran olahraga, akupuntur, spa, dan panggung konser musik.

Baca Juga:  Airlangga Minta Kampus Jadi Tempat Pengantar Mahasiswa Berwirausaha

“Kami juga akan membangun vila, tetapi vila yang dikomersilkan. Kita harapkan vila ini disewa oleh ekspatriat yang tentunya berpengaruh terhadap ekonomi di Indonesia maupun ekonomi di dunia,” paparnya.

Indrajaya menerangkan pembangunan hotel mewah tersebut bekerja sama dengan salah satu perusahaan di London. Dalam waktu dekat jika tidak ada halangan, dana pembangunan segera dikucurkan. “Kita siapkan dana Rp 4 triliun. Kita juga punya konsep sama dan akan dibangun di Kabupaten Gianyar,” tegasnya.

Dijelaskan Indrajaya, dia bersama tim memilih membangun di Tabanan karena sejumlah faktor. Salah satunya mempertimbangkan konsep alam. Lebih-lebih Desa Riang Gede akan dilalui jalan tol Gilimanuk-Mengwi. Ungkapnya hal itu akan berpengaruh pada pembangunan ekonomi Tabanan. “Kita lihat situasi sekarang sudah jenuh dengan konsep pantai. Sehingga kita tawarkan yang berbeda. Jadi kita pilih di Tabanan,” ungkapnya. 

Baca Juga:  Penyaluran FLPP Naik Pesat, 2017 Tembus 1.500 Unit

Ditambahkannya pembangunan resort dan perumahan mewah tersebut akan dibangun mulai September 2021. Syarat administrasi seperti IMB dan pembebasan lahan sudah dikantongi. Termasuk dukungan masyarakat dan Desa Riang Gede. Indrajaya berjanji pembangunan kawasan elit tersebut akan memprioritaskan masyarakat desa setempat. Sesuai prediksi proyek dimaksud memerlukan pekerja sekitar 2.000 orang.

“Saya juga berharap dukungan warga sekitar. Kita akan rembug untuk membangun bersama-sama Desa Riang Gede. Sehingga harapannya ekonomi di daerah Tabanan ini akan berkembang,” tegasnya.

Perbekel Desa Riang Gede, Dewa Putu Suraga menyambut baik dibangunnya resort dan perumahan mewah tersebut. Pihaknya berharap resort yang dibangunmembuka peluang kerja bagi masyarakat desa. “Kami berharap pembangunan resort dan perumahan ini dapat menyerap tenaga kerja yang paling utama,” ungkapnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/