alexametrics
26.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Program e – Parking Gagal? Anggaran Besar, Hasil Minim…

TABANAN – Ketua Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tabanan I Ketut Boping Suryadi menyebutkan soal penerapan e-parking yang menelan anggaran sangat besar justru gagal.

Sebab, realisasi pendapatan dengan target tak sesuai. Itu diungkap usai menggelar Rapat Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tabanan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Tabanan di kantor DPRD Tabanan.

“Termasuk e-parking jelas gagal, dari target Rp 3.5 miliar hanya terealisasi Rp 2 miliar. Itu apa? Buat apa ada program dan inovasi yang menghabiskan dana besar justru gagal.

Kami di DPRD tegas menyatakan gagal e-parking. Tak pengaruh terhadap pendapatan daerah,” sentil pria yang akrab disapa Boping kepada OPD terkait kemarin.

Ketua DPRD Tabanan Boping menyebutkan, masyarakat Tabanan masih enggan menggunakan hal yang berbau digitalisasi. Masyarakat belum siap.

Faktornya karena masyarakat juga masih belum paham dengan e-parking. Mereka memilih parkir dengan cara manual.

“Hidup masyarakat Tabanan sebagai besar sebagai petani, diberikan peradaban digital,” sebutnya

Boping menyarankan dengan kegagalan program e-parking yang sudah diterapkan pada parkir tepi jalan umum.

Mending dipindahkan ke areal parkir yang sifatnya blocking system atau khusus seperti swalayan, jangan gunakan di areal jalan umum.

“Sekarang mungkin itu bisa dipindah, cari areal parkir yang blocking system,” tegasnya.



TABANAN – Ketua Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tabanan I Ketut Boping Suryadi menyebutkan soal penerapan e-parking yang menelan anggaran sangat besar justru gagal.

Sebab, realisasi pendapatan dengan target tak sesuai. Itu diungkap usai menggelar Rapat Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tabanan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Tabanan di kantor DPRD Tabanan.

“Termasuk e-parking jelas gagal, dari target Rp 3.5 miliar hanya terealisasi Rp 2 miliar. Itu apa? Buat apa ada program dan inovasi yang menghabiskan dana besar justru gagal.

Kami di DPRD tegas menyatakan gagal e-parking. Tak pengaruh terhadap pendapatan daerah,” sentil pria yang akrab disapa Boping kepada OPD terkait kemarin.

Ketua DPRD Tabanan Boping menyebutkan, masyarakat Tabanan masih enggan menggunakan hal yang berbau digitalisasi. Masyarakat belum siap.

Faktornya karena masyarakat juga masih belum paham dengan e-parking. Mereka memilih parkir dengan cara manual.

“Hidup masyarakat Tabanan sebagai besar sebagai petani, diberikan peradaban digital,” sebutnya

Boping menyarankan dengan kegagalan program e-parking yang sudah diterapkan pada parkir tepi jalan umum.

Mending dipindahkan ke areal parkir yang sifatnya blocking system atau khusus seperti swalayan, jangan gunakan di areal jalan umum.

“Sekarang mungkin itu bisa dipindah, cari areal parkir yang blocking system,” tegasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/