30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Tanamkan Karakter Berkebhinekaan Global, Siswa Ekspatriat Bikin Jaja Bali

CANGGU, radarbali.id- Di mana langit dipijak, di sana langit dijunjung. Pepatah ini layak disematkan kepada 20 orang siswa ekspatriat yang mengenyam pendidikan di Canggu Community School.

Hujan deras tak menghalangi dua puluh siswa ekspatriat itu mengenal lebih dalam tentang budaya kuliner khas Bali, yakni jaja giling-giling.

SUPER SERU: Keseruan Fun Cooking with Bright Gas di Canggu Community School, Selasa (22/11). (I KADEK SURYA KENCANA/ RADAR BALI)

Tak sekadar jajanan, giling-giling ini diracik dari bahan-bahan alami sehingga aman bagi kesehatan.

Kegiatan bertajuk Fun Cooking with Bright Gas ini digelar Yayasan Doa Ibu Abadi (DIA Foundation) bekerja sama dengan Canggu Community School.

Fun Cooking with Bright Gas yang dipusatkan di Joglo Area Primary Canggu Community School, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Selasa (22/11) ini makin seru karena mendapatkan dukungan total PT Pertamina.

Ketua DIA Foundation, Sutaningrat Puspa Dewi mengatakan Fun Cooking with Bright Gas tersebut sekaligus merayakan Hari Anak Sedunia yang jatuh setiap tanggal 20 November.

Alumnus Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja itu menekankan DIA Foundation mendukung penuh transformasi pendidikan di Indonesia, khususnya di Bali lewat aktivitas merdeka belajar.

“DIA Foundation mendukung penuh iklim transformasi pendidikan di Indonesia. Terbukti dalam acara ini kami mendesain konsep pengembangan karakter berkebhinekaan global dengan mengajak 20 siswa CCS (Canggu Community School) dari 13 kewarganegaraan berbeda untuk merayakan Hari Anak Sedunia melalui acara memasak bersama,” ujar Puspa.

Baca Juga:  Edukasi Cashless Payment, Dorong Konsumen Transaksi dengan MyPertamina

Selain menanamkan karakter berkebhinekaan global, Wakil Kepala Canggu Community School, Ni Made Rusmartini mengatakan kegiatan membuat jajanan Bali sejalan dengan kurikulum yang dijalankan sekolah internasional yang dipimpinnya.

Di Canggu Community School, jelasnya, para siswa memang diajarkan untuk mengenal budaya Indonesia, khususnya Bali dalam segala aspek. Mulai dari kuliner hingga pola berperilaku positif masyarakat Bali.

“Siswa Canggu Community School sebagian besar adalah ekspatriat yang tinggal di Bali. Dengan mendapatkan mata pelajaran Indo Studies mereka diharapkan mengenal budaya lokal seperti kuliner hingga tata krama yang berlaku di tempat tinggalnya,” ujar Rusmartini.

“Kami ada mata pelajaran namanya Indo Studies, itu wajib untuk sekolah SPK/Satuan Pendidikan Kerjasama (sekolah internasional, red). Yang diajarkan tradisi Indonesia, termasuk makanan tradisional. Biasanya kalau kita ada sate lilit, nasi goreng, buat jamu,” sambung tenaga pendidik berkacamata itu.

Tak sekadar membuat jaja Bali, Yayasan Doa Ibu Abadi (DIA Foundation) dan total PT Pertamina menghadirkan Sustainable Cooking Practitioner Dwi Rosmiladewi, selaku tutor memasak.

Sosok energik berpenampilan mirip Olive, kekasih pahlawan super Popeye ini mengatakan sangat penting bagi anak-anak ekspatriat mengenal budaya lokal tempat mereka tinggal.

Salah satu media mengenalkan budaya lokal dimaksud adalah melalui kegiatan memasak yang menggembirakan sekaligus memberikan pengalaman unik bagi siswa.

Baca Juga:  Tiap Bulan Putus Sambungan Air Puluhan Pelanggan, Mayoritas Perum Baru

Dalam hal ini siswa secara langsung diajak sibuk menyiapkan hidangan jaja giling-giling yang selanjutnya bisa mereka sajikan dan santap.

“Saya menggunakan bahan-bahan yang alami. Untuk warna hijau saya menggunakan daun suji. Jadi dari situ anak-anak tahu tanaman, mereka memiliki koneksi dengan makanan yang mereka makan,” ujarnya.

Mantan guru ini menambahkan dengan penggunaan bahan alami dalam memasak juga dapat memantik kepedulian anak-anak terhadap lingkungan alamnya.

“Dengan demikian, mereka pada akhirnya diharapkan punya inisiatif melindungi alam sebagai bagian dari dirinya sendiri,” urai Dwi Rosmiladewi.

Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina Retail Bali Gusti Anggara Permana menyampaikan sektor pendidikan merupakan salah satu perhatian yang dimiliki perusahaan BUMN tersebut.

Fun Cooking with Bright Gas yang digelar di Canggu Community School diharapkan memberikan manfaat istimewa, khususnya dalam rangka memperkenalkan lebih jauh makanan tradisional Indonesia ke mancanegara melalui para siswa ekspatriat di Bali.

“Mengedukasi anak-anak ekspatriat di Indonesia untuk kenal dan suka makanan tradisional yang ada di Bali,” tegasnya sembari memperkenalkan produk Bright Gas yang sangat aman digunakan dalam aktivitas masak-memasak, baik oleh orang dewasa maupun anak-anak. (rba/ken)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



CANGGU, radarbali.id- Di mana langit dipijak, di sana langit dijunjung. Pepatah ini layak disematkan kepada 20 orang siswa ekspatriat yang mengenyam pendidikan di Canggu Community School.

Hujan deras tak menghalangi dua puluh siswa ekspatriat itu mengenal lebih dalam tentang budaya kuliner khas Bali, yakni jaja giling-giling.

SUPER SERU: Keseruan Fun Cooking with Bright Gas di Canggu Community School, Selasa (22/11). (I KADEK SURYA KENCANA/ RADAR BALI)

Tak sekadar jajanan, giling-giling ini diracik dari bahan-bahan alami sehingga aman bagi kesehatan.

Kegiatan bertajuk Fun Cooking with Bright Gas ini digelar Yayasan Doa Ibu Abadi (DIA Foundation) bekerja sama dengan Canggu Community School.

Fun Cooking with Bright Gas yang dipusatkan di Joglo Area Primary Canggu Community School, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Selasa (22/11) ini makin seru karena mendapatkan dukungan total PT Pertamina.

Ketua DIA Foundation, Sutaningrat Puspa Dewi mengatakan Fun Cooking with Bright Gas tersebut sekaligus merayakan Hari Anak Sedunia yang jatuh setiap tanggal 20 November.

Alumnus Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja itu menekankan DIA Foundation mendukung penuh transformasi pendidikan di Indonesia, khususnya di Bali lewat aktivitas merdeka belajar.

“DIA Foundation mendukung penuh iklim transformasi pendidikan di Indonesia. Terbukti dalam acara ini kami mendesain konsep pengembangan karakter berkebhinekaan global dengan mengajak 20 siswa CCS (Canggu Community School) dari 13 kewarganegaraan berbeda untuk merayakan Hari Anak Sedunia melalui acara memasak bersama,” ujar Puspa.

Baca Juga:  Pupuk Kujang, Pupuk Berimbang untuk Kesuburan Tanah

Selain menanamkan karakter berkebhinekaan global, Wakil Kepala Canggu Community School, Ni Made Rusmartini mengatakan kegiatan membuat jajanan Bali sejalan dengan kurikulum yang dijalankan sekolah internasional yang dipimpinnya.

Di Canggu Community School, jelasnya, para siswa memang diajarkan untuk mengenal budaya Indonesia, khususnya Bali dalam segala aspek. Mulai dari kuliner hingga pola berperilaku positif masyarakat Bali.

“Siswa Canggu Community School sebagian besar adalah ekspatriat yang tinggal di Bali. Dengan mendapatkan mata pelajaran Indo Studies mereka diharapkan mengenal budaya lokal seperti kuliner hingga tata krama yang berlaku di tempat tinggalnya,” ujar Rusmartini.

“Kami ada mata pelajaran namanya Indo Studies, itu wajib untuk sekolah SPK/Satuan Pendidikan Kerjasama (sekolah internasional, red). Yang diajarkan tradisi Indonesia, termasuk makanan tradisional. Biasanya kalau kita ada sate lilit, nasi goreng, buat jamu,” sambung tenaga pendidik berkacamata itu.

Tak sekadar membuat jaja Bali, Yayasan Doa Ibu Abadi (DIA Foundation) dan total PT Pertamina menghadirkan Sustainable Cooking Practitioner Dwi Rosmiladewi, selaku tutor memasak.

Sosok energik berpenampilan mirip Olive, kekasih pahlawan super Popeye ini mengatakan sangat penting bagi anak-anak ekspatriat mengenal budaya lokal tempat mereka tinggal.

Salah satu media mengenalkan budaya lokal dimaksud adalah melalui kegiatan memasak yang menggembirakan sekaligus memberikan pengalaman unik bagi siswa.

Baca Juga:  Pasar Menjanjikan, Pengerajin Ukir Pintu Gebyog Bali Kewalahan Pesanan

Dalam hal ini siswa secara langsung diajak sibuk menyiapkan hidangan jaja giling-giling yang selanjutnya bisa mereka sajikan dan santap.

“Saya menggunakan bahan-bahan yang alami. Untuk warna hijau saya menggunakan daun suji. Jadi dari situ anak-anak tahu tanaman, mereka memiliki koneksi dengan makanan yang mereka makan,” ujarnya.

Mantan guru ini menambahkan dengan penggunaan bahan alami dalam memasak juga dapat memantik kepedulian anak-anak terhadap lingkungan alamnya.

“Dengan demikian, mereka pada akhirnya diharapkan punya inisiatif melindungi alam sebagai bagian dari dirinya sendiri,” urai Dwi Rosmiladewi.

Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina Retail Bali Gusti Anggara Permana menyampaikan sektor pendidikan merupakan salah satu perhatian yang dimiliki perusahaan BUMN tersebut.

Fun Cooking with Bright Gas yang digelar di Canggu Community School diharapkan memberikan manfaat istimewa, khususnya dalam rangka memperkenalkan lebih jauh makanan tradisional Indonesia ke mancanegara melalui para siswa ekspatriat di Bali.

“Mengedukasi anak-anak ekspatriat di Indonesia untuk kenal dan suka makanan tradisional yang ada di Bali,” tegasnya sembari memperkenalkan produk Bright Gas yang sangat aman digunakan dalam aktivitas masak-memasak, baik oleh orang dewasa maupun anak-anak. (rba/ken)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/