alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Sssttt… Fasilitas IMF-World Bank Hampir Rampung, Progresnya…

MANGUPURA – Seluruh proyek yang mendukung penyambutan delegasi IMF-World Bank Meeting di Bandara Ngurah Rai nyaris purna.

Menurut Direktur Utama PT. Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi, proyek fasilitas untuk pagelaran IMF-World Bank merupakan proyek prioritas bagi PT. Angkasa Pura I mengalahkan proyek lainnya.

Pembangunan fasilitas ini juga sebagai upaya PT. Angkasa Pura I untuk meningkatkan kapasitas Bandara Ngurah Rai.

“Semula hanya 24 juta penumpang per tahun menjadi 37 juta penumpang per tahun,” kata Faik Fahmi, kemarin.

Faik Fahmi mengungkapkan, pada minggu ketiga bulan Agustus, pembangunan pekerjaan pengembangan fasilitas Bandara Ngurah Rai, telah melewati hampir keseluruhan tahapan pembangunan.

Untuk pembangunan Paket I, yaitu pematangan lahan sisi barat dan pembangunan apron barat, realisasi pembangunan mencapai 59.22 persen.

Sementara untuk konstruksi apron timur dan pemindahan sewage treatment plant (STP) yang termasuk dalam paket 2, realisasi pembangunan saat ini telah mencapai angka 92.71 persen.

Untuk pembangunan gedung VVIP, base ops TNI AU, dan penggantian line maintenance airlines yang tergabung dalam paket 3, pengerjaan telah mencapai angka 86.74 persen.

“Selesainya pembangunan apron barat dan apron timur yang memiliki 10 parking stand baru, diharapkan proses verifikasi oleh Dirjen Perhubungan Udara dapat dirampungkan pada pertengahan Bulan September,” terang Faik.

Dia berharap 10 parking stand tersebut dapat dioperasikan sebelum pagelaran IMF-World Bank. Hal tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan turis ke Bali.

Di luar paket utama pekerjaan pengembangan fasilitas di bandara, terdapat proyek pembangunan gedung parkir mobil bertingkat yang rencananya akan dioperasikan secara fungsional tiga lantai pada Oktober mendatang.

Fasilitas ini bakal menambah kapasitas parkir kendaraan roda empat sebanyak 546 mobil. “Saya  ingin mengingatkan kepada seluruh kontraktor,

tidak hanya mengejar target penyelesaian proyek saja, namun jangan sampai melupakan jaminan kualitas pekerjaan juga sangat penting,” tandasnya.



MANGUPURA – Seluruh proyek yang mendukung penyambutan delegasi IMF-World Bank Meeting di Bandara Ngurah Rai nyaris purna.

Menurut Direktur Utama PT. Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi, proyek fasilitas untuk pagelaran IMF-World Bank merupakan proyek prioritas bagi PT. Angkasa Pura I mengalahkan proyek lainnya.

Pembangunan fasilitas ini juga sebagai upaya PT. Angkasa Pura I untuk meningkatkan kapasitas Bandara Ngurah Rai.

“Semula hanya 24 juta penumpang per tahun menjadi 37 juta penumpang per tahun,” kata Faik Fahmi, kemarin.

Faik Fahmi mengungkapkan, pada minggu ketiga bulan Agustus, pembangunan pekerjaan pengembangan fasilitas Bandara Ngurah Rai, telah melewati hampir keseluruhan tahapan pembangunan.

Untuk pembangunan Paket I, yaitu pematangan lahan sisi barat dan pembangunan apron barat, realisasi pembangunan mencapai 59.22 persen.

Sementara untuk konstruksi apron timur dan pemindahan sewage treatment plant (STP) yang termasuk dalam paket 2, realisasi pembangunan saat ini telah mencapai angka 92.71 persen.

Untuk pembangunan gedung VVIP, base ops TNI AU, dan penggantian line maintenance airlines yang tergabung dalam paket 3, pengerjaan telah mencapai angka 86.74 persen.

“Selesainya pembangunan apron barat dan apron timur yang memiliki 10 parking stand baru, diharapkan proses verifikasi oleh Dirjen Perhubungan Udara dapat dirampungkan pada pertengahan Bulan September,” terang Faik.

Dia berharap 10 parking stand tersebut dapat dioperasikan sebelum pagelaran IMF-World Bank. Hal tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan turis ke Bali.

Di luar paket utama pekerjaan pengembangan fasilitas di bandara, terdapat proyek pembangunan gedung parkir mobil bertingkat yang rencananya akan dioperasikan secara fungsional tiga lantai pada Oktober mendatang.

Fasilitas ini bakal menambah kapasitas parkir kendaraan roda empat sebanyak 546 mobil. “Saya  ingin mengingatkan kepada seluruh kontraktor,

tidak hanya mengejar target penyelesaian proyek saja, namun jangan sampai melupakan jaminan kualitas pekerjaan juga sangat penting,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/