alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

TCI Unud Gelar Webinar Memberdayakan Kekuatan Tiongkok untuk Bali

DENPASAR, Radar Bali- Internasional webinar dengan tema “Empowering Chinese Tourists for Tourism Revitalization in Bali” sukses digelar di Kantor Tourism Confucius Institute Universitas Udayana Gedung Agrokomplek Lantai 4, Kampus Universitas Udayana Denpasar, Jumat (26/2). Seminar menghadirkan keynote speaker Former Consul General of the People’s Republic of China in Denpasar, Mr. Gou Haodong dan panelis Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H.,M.Hum, Prof. Tao Xian Guang, Mr. Made Sumada, dan Mr. Hendri Hidayat.

Ditemui seusai webinar, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Informasi, Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H.,M.Hum, mengatakan webinar internasional digelar serangkaian Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili (2021masehi). “Sebagai mitra kerjasama, kami turut merasakan kebahagiaan masyarakat di Republik Rakyat China merayakan tahun baru mereka. Salah satu bentuk dari perayaan itu adalah kami menyelenggarakan webinar ini,” ucapnya.

Terkait target, Prof. Wyasa Putra menyebut usaha pemerintah untuk mengurangi dan mengakhiri pandemi Covid-19 begitu besar. Dilakukan dengan cara disiplin menaati protokol kesehatan dan kini dilanjutkan dengan fase vaksinasi. “Fase vaksinasi ini tentu memberikan harapan yang lebih besar kepada masyarakat Bali yang hidup bergantung penuh kepada pariwisata. Vaksinasi ini menjadi harapan utama untuk pemulihan ekonomi Bali supaya kita segera bisa memulai upaya pemulihan itu. Konferensi ini diselenggarakan untuk berbagi informasi bagi masyarakat China dan bagi masyarakat kita di Bali mengenai hal apa yang perlu dilakukan untuk mengefektifkan upaya pemerintah mengakhiri pandemi. Jadi targetnya adalah informasi kita mudah-mudahan sampai pada masyarakat China yang akan berkunjung ke Bali,” tandasnya. 

Baca Juga:  Wabah AHPND Diduga dari Bibit Impor, Ini Curhat Pengusaha Tambak Udang

Prof. Wyasa Putra menekankan melalui webinar pihaknya telah menyampaikan bahwa Bali semakin aman. Dengan vaksinasi ungkapnya pandemi akan berakhir sesuai dengan target, yakni Agustus 2021. 

Indonesia Director Tourism Confucius Institute (TCI), I Made Sendra menambahkan webinar tema “Empowering Chinese Tourists for Tourism Revitalization in Bali” bertujuan untuk menyampaikan sejumlah hasil penelitian. Tetap optimistis di masa pandemi, Sendra menekankan TCI tetap menawarkan mata kuliah bahasa Mandarin kepada mahasiswa Fakultas Pariwisata dan Fakultas Ilmu Budaya. “Yang kita tawarkan sebagai elective subject (mata kuliah pilihan, red). Jumlahnya sekitar 100 orang lebih. Di Fakultas Pariwisata menawarkan 4 bahasa asing pilihan, yaitu Jepang, Mandarin, Jerman, dan Perancis. Yang mengajar ini adalah guru-guru yang berasal dari mitra university di China, yaitu Nanchang University. Pelajarannya semua lewat online,” ungkapnya. 

Baca Juga:  Kapal Roro Mutiara Ferindo VII Resmi Beroperasi di Dermaga Tanah Ampo

Sendra menambahkan di masa pandemi, ITC tetap membuka kelas untuk medical staf di RS Sanglah. Seluruhnya dipersiapkan sebagai garda terdepan ketika pariwisata Bali kembali pulih, khususnya memberikan pelayanan kepada wisatawan China. 

I Gusti Ngurah Widyatmaja, Staf Pengelola Tourism Confusius Institute at Udayana University menekankan di masa pandemi pihaknya juga menggelar summer camp online belajar bahasa Mandarin yang melibatkan 86 mahasiswa Unud.  “Kami juga membuka kursus bahasa Mandarin bagi publik (masyarakat umum, red). Ini merespons kebutuhan pasar yang sangat tinggi. TCI memiliki peran yang sangat strategis membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya bagaimana memberikan pelayanan kepada wisatawan China yang berkunjung ke Bali,” tegasnya. 



DENPASAR, Radar Bali- Internasional webinar dengan tema “Empowering Chinese Tourists for Tourism Revitalization in Bali” sukses digelar di Kantor Tourism Confucius Institute Universitas Udayana Gedung Agrokomplek Lantai 4, Kampus Universitas Udayana Denpasar, Jumat (26/2). Seminar menghadirkan keynote speaker Former Consul General of the People’s Republic of China in Denpasar, Mr. Gou Haodong dan panelis Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H.,M.Hum, Prof. Tao Xian Guang, Mr. Made Sumada, dan Mr. Hendri Hidayat.

Ditemui seusai webinar, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Informasi, Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H.,M.Hum, mengatakan webinar internasional digelar serangkaian Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili (2021masehi). “Sebagai mitra kerjasama, kami turut merasakan kebahagiaan masyarakat di Republik Rakyat China merayakan tahun baru mereka. Salah satu bentuk dari perayaan itu adalah kami menyelenggarakan webinar ini,” ucapnya.

Terkait target, Prof. Wyasa Putra menyebut usaha pemerintah untuk mengurangi dan mengakhiri pandemi Covid-19 begitu besar. Dilakukan dengan cara disiplin menaati protokol kesehatan dan kini dilanjutkan dengan fase vaksinasi. “Fase vaksinasi ini tentu memberikan harapan yang lebih besar kepada masyarakat Bali yang hidup bergantung penuh kepada pariwisata. Vaksinasi ini menjadi harapan utama untuk pemulihan ekonomi Bali supaya kita segera bisa memulai upaya pemulihan itu. Konferensi ini diselenggarakan untuk berbagi informasi bagi masyarakat China dan bagi masyarakat kita di Bali mengenai hal apa yang perlu dilakukan untuk mengefektifkan upaya pemerintah mengakhiri pandemi. Jadi targetnya adalah informasi kita mudah-mudahan sampai pada masyarakat China yang akan berkunjung ke Bali,” tandasnya. 

Baca Juga:  Kapal Roro Mutiara Ferindo VII Resmi Beroperasi di Dermaga Tanah Ampo

Prof. Wyasa Putra menekankan melalui webinar pihaknya telah menyampaikan bahwa Bali semakin aman. Dengan vaksinasi ungkapnya pandemi akan berakhir sesuai dengan target, yakni Agustus 2021. 

Indonesia Director Tourism Confucius Institute (TCI), I Made Sendra menambahkan webinar tema “Empowering Chinese Tourists for Tourism Revitalization in Bali” bertujuan untuk menyampaikan sejumlah hasil penelitian. Tetap optimistis di masa pandemi, Sendra menekankan TCI tetap menawarkan mata kuliah bahasa Mandarin kepada mahasiswa Fakultas Pariwisata dan Fakultas Ilmu Budaya. “Yang kita tawarkan sebagai elective subject (mata kuliah pilihan, red). Jumlahnya sekitar 100 orang lebih. Di Fakultas Pariwisata menawarkan 4 bahasa asing pilihan, yaitu Jepang, Mandarin, Jerman, dan Perancis. Yang mengajar ini adalah guru-guru yang berasal dari mitra university di China, yaitu Nanchang University. Pelajarannya semua lewat online,” ungkapnya. 

Baca Juga:  Harga Kelapa Lokal Asal Karangasem Bali Terpuruk

Sendra menambahkan di masa pandemi, ITC tetap membuka kelas untuk medical staf di RS Sanglah. Seluruhnya dipersiapkan sebagai garda terdepan ketika pariwisata Bali kembali pulih, khususnya memberikan pelayanan kepada wisatawan China. 

I Gusti Ngurah Widyatmaja, Staf Pengelola Tourism Confusius Institute at Udayana University menekankan di masa pandemi pihaknya juga menggelar summer camp online belajar bahasa Mandarin yang melibatkan 86 mahasiswa Unud.  “Kami juga membuka kursus bahasa Mandarin bagi publik (masyarakat umum, red). Ini merespons kebutuhan pasar yang sangat tinggi. TCI memiliki peran yang sangat strategis membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya bagaimana memberikan pelayanan kepada wisatawan China yang berkunjung ke Bali,” tegasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/