alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Keren…Securitech Perusahaan Wrapping Pertama Adopsi Plastik Go Green

DENPASAR – Kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang berkomitmen untuk menekan penggunaan sampah plastik di Bali mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan termasuk pelaku usaha.

Salah satunya yang dilakukan oleh PT Candi Agung Majapahit (securitech wrapping) yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan pelayanan pengemasan bagasi di Airport.

Securitech wrapping yang telah memiliki cabang di berbagai bandara di seluruh Indonesia ini berkomitmen, bahan plastik yang digunakan untuk membungkus bagasi penumpang menggunakan teknologi yang ramah dan sangat aman untuk lingkungan.

Perusahaan ini menjadi perusahaan satu-satunya yang menggunakan plastik dengan teknologi ramah lingkungan.

Direktur PT Candi Agung Majapahit Achmad Fauzi Sandi mengungkapkan, dampak sampah plastik selama ini diakui sangat buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Dengan adanya Peraturan Gubernur Bali Nomor 97/2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, pihaknya sangat mendukung.

“Kami sudah dua bulan menggunakan plastik ramah lingkungan ini. Bahan plastik ini sama dengan bahan plastik pada umumnya.

Hanya saja kami menambah bahan tertentu yang menggunakan penambahan teknologi additive material oxo degradable hasil dari kerjasama dengan perusahaan yang konsen menggunakan plastik ramah lingkungan,” tuturnya.

Sebagai pelaku usaha, pihaknya memiliki tanggungjawab untuk membuat lingkungan dan alam di Indonesia harus sehat.

Penggunaan plastik selama ini, menurutnya, menjadi penyumbang sampah terbesar terlebih proses yang cukup lama untuk bisa terurai yakni antara 50 sampai 100 tahun.

“Kami sadar betul penggunaan plastik sangat tidak bagus untuk lingkungan, makanya selama ini kami berupaya untuk mencari bahan plastik yang ramah lingkungan.

Dan, Alhamdulillah akhirnya saat ini ada plastik ramah lingkungan dengan pengembangan teknologi yang pas dari hasil kerjasama dengan

PT. Trimitra Cikarang selaku produsen bahan baku yang memiliki visi misi yang sama dalam program ramah lingkungan,” kata Fauzi.

Sebenarnya perusahaan ini telah cukup lama menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ramah lingkungan.

Awal 2018 lalu, securitech Indonesia juga telah menjalin kerjasama dengan yayasan pendidikan konservasi dan lingkungan hidup Indonesia (YAPEKA) untuk aktif dalam kegiatan lingkungan.

Program utama bernama Securitech Green mencanangkan program 3 R (reuse, reduce, recycle) untuk pengelolaan sampah.

Sebagai perusahaan mandiri, PT Candi Agung Majapahit ini juga berterima kasih dengan anak perusahaan Angkasa Pura karena sudah mempunyai visi misi sebagai pengusaha, bukan sebagai penguasa.

“Angkasa Pura melalui anak usahanya  ini tetap dengan melakukan lelang beserta pengusaha swasta, mandiri dan UMKM.

Mereka bekerja tanpa ada niat menyingkirkan perusahaan sebelumnya,” tutup pria yang akrab disapa Ozik ini. 



DENPASAR – Kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang berkomitmen untuk menekan penggunaan sampah plastik di Bali mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan termasuk pelaku usaha.

Salah satunya yang dilakukan oleh PT Candi Agung Majapahit (securitech wrapping) yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan pelayanan pengemasan bagasi di Airport.

Securitech wrapping yang telah memiliki cabang di berbagai bandara di seluruh Indonesia ini berkomitmen, bahan plastik yang digunakan untuk membungkus bagasi penumpang menggunakan teknologi yang ramah dan sangat aman untuk lingkungan.

Perusahaan ini menjadi perusahaan satu-satunya yang menggunakan plastik dengan teknologi ramah lingkungan.

Direktur PT Candi Agung Majapahit Achmad Fauzi Sandi mengungkapkan, dampak sampah plastik selama ini diakui sangat buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Dengan adanya Peraturan Gubernur Bali Nomor 97/2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, pihaknya sangat mendukung.

“Kami sudah dua bulan menggunakan plastik ramah lingkungan ini. Bahan plastik ini sama dengan bahan plastik pada umumnya.

Hanya saja kami menambah bahan tertentu yang menggunakan penambahan teknologi additive material oxo degradable hasil dari kerjasama dengan perusahaan yang konsen menggunakan plastik ramah lingkungan,” tuturnya.

Sebagai pelaku usaha, pihaknya memiliki tanggungjawab untuk membuat lingkungan dan alam di Indonesia harus sehat.

Penggunaan plastik selama ini, menurutnya, menjadi penyumbang sampah terbesar terlebih proses yang cukup lama untuk bisa terurai yakni antara 50 sampai 100 tahun.

“Kami sadar betul penggunaan plastik sangat tidak bagus untuk lingkungan, makanya selama ini kami berupaya untuk mencari bahan plastik yang ramah lingkungan.

Dan, Alhamdulillah akhirnya saat ini ada plastik ramah lingkungan dengan pengembangan teknologi yang pas dari hasil kerjasama dengan

PT. Trimitra Cikarang selaku produsen bahan baku yang memiliki visi misi yang sama dalam program ramah lingkungan,” kata Fauzi.

Sebenarnya perusahaan ini telah cukup lama menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ramah lingkungan.

Awal 2018 lalu, securitech Indonesia juga telah menjalin kerjasama dengan yayasan pendidikan konservasi dan lingkungan hidup Indonesia (YAPEKA) untuk aktif dalam kegiatan lingkungan.

Program utama bernama Securitech Green mencanangkan program 3 R (reuse, reduce, recycle) untuk pengelolaan sampah.

Sebagai perusahaan mandiri, PT Candi Agung Majapahit ini juga berterima kasih dengan anak perusahaan Angkasa Pura karena sudah mempunyai visi misi sebagai pengusaha, bukan sebagai penguasa.

“Angkasa Pura melalui anak usahanya  ini tetap dengan melakukan lelang beserta pengusaha swasta, mandiri dan UMKM.

Mereka bekerja tanpa ada niat menyingkirkan perusahaan sebelumnya,” tutup pria yang akrab disapa Ozik ini. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/