alexametrics
28.7 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Demi Bisa Beli Minyak Goreng Curah, Warga Tabanan Rela Antre Seharian

TABANAN – Mahalnya harga minyak goreng kemasan di sejumlah pasar dan toko modern yang mencapai Rp 25-28 ribu per liter membuat masyarakat lebih banyak memburu minyak goreng curah. Seperti terlihat dalam pasar murah yang digelar di Gedung Ketut Mario, Tabanan, warga rela antre seharian untuk berburu minyak goreng curah.

 

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan bekerja sama Disperindag Provinsi Bali dengan menggandeng distributor minyak goreng PT. Star Benor menggelar pasar murah di depan Gedung I Ketut Mario Tabanan, Jumat (25/3).

 

Menariknya dari pasar murah minyak goreng curah tersebut, warga Tabanan khusus ibu-ibu rumah tangga dan para pedagang rela antrian seharian untuk mendapat minyak curah tersebut yang dijual dengan harga Rp 14.700.

 

Bahkan Disperindag Tabanan yang menyediakan 4,5 ton minyak curah dalam pasar murah tersebut ludes terjual habis diburu warga.

 

Dewi, salah satu ibu rumah tangga asal Desa Delod Peken Tabanan mengaku memilih membeli minyak curah, karena harga yang lebih murah dibandingkan dengan minyak goreng kemasan yang mencapai Rp 25 ribu per liternya.

 

“Harga minyak kemasan tidak sudah mencari, namun harga sangat mahal. Tidak bisa dijangkau, apalagi kondisi pandemi saat ini. Mendingan kami beli minyak curah, hitung-hitung hemat pengeluaran rumah tangga,” aku Dewi ditemui di lokasi pasar murah.

 

Dia juga mengaku membeli 15 kilogram minyak curah saat ini. Namun dari 15 kilogram tersebut harga dibagi dua dengan tetangga, karena mereka secara patungan membeli.

 

“Kami dihargai per liter minyak goreng curah Rp 14.700. kami beli bukan untuk berjualan untuk kebutuhan memasak dan kebutuhan lainnya,” ungkapnya.

 

Sebelumnya harga minyak mahal saat ini. Dirinya sebagai ibu rumah tangga lebih banyak membeli minyak kemasan ketimbang minyak curah.

 

“Ini saya pertama kali beli minyak curah, karena mahal minyak kemasan sehingga pilih sementara gunakan minyak curah. Sembari harga turun nantinya,” ucapnya.

 

Dirinya berharap pemerintah dapat dapat menurunkan harga minyak kemasan, meski sejauh ini tidak mengalami kelangkaan di pasaran.

 

Sementara itu Kepala Disperindag Tabanan I Putu Santika mengatakan  melakukan pasar murah ini dalam rangka membantu masyarakat di tengah pandemi. Memang minyak goreng tidak mengalami kelangkaan di Tabanan, namun banyak warga yang berburu minyak curah, karena harganya lebih murah.

 

“Kami saat ini sediakan 4,5 ton minyak goreng curah dalam pasar murah hari. Namun sudah habis terjual diburu masyarakat. Apalagi kami dijual Rp 14.700 per liter,” ungkapnya.

 

Melihat antusiasnya masyarakat yang berburu minyak curah saat ini. Santika menyatakan bisa saja pihaknya akan menggelar pasar murah kembali.

 

“Saat ini penjualan minyak curah di pasar murah masih kami jatah. Maksimal masyarakat membeli minyak curah 30 kilogram,” tandasnya.



TABANAN – Mahalnya harga minyak goreng kemasan di sejumlah pasar dan toko modern yang mencapai Rp 25-28 ribu per liter membuat masyarakat lebih banyak memburu minyak goreng curah. Seperti terlihat dalam pasar murah yang digelar di Gedung Ketut Mario, Tabanan, warga rela antre seharian untuk berburu minyak goreng curah.

 

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan bekerja sama Disperindag Provinsi Bali dengan menggandeng distributor minyak goreng PT. Star Benor menggelar pasar murah di depan Gedung I Ketut Mario Tabanan, Jumat (25/3).

 

Menariknya dari pasar murah minyak goreng curah tersebut, warga Tabanan khusus ibu-ibu rumah tangga dan para pedagang rela antrian seharian untuk mendapat minyak curah tersebut yang dijual dengan harga Rp 14.700.

 

Bahkan Disperindag Tabanan yang menyediakan 4,5 ton minyak curah dalam pasar murah tersebut ludes terjual habis diburu warga.

 

Dewi, salah satu ibu rumah tangga asal Desa Delod Peken Tabanan mengaku memilih membeli minyak curah, karena harga yang lebih murah dibandingkan dengan minyak goreng kemasan yang mencapai Rp 25 ribu per liternya.

 

“Harga minyak kemasan tidak sudah mencari, namun harga sangat mahal. Tidak bisa dijangkau, apalagi kondisi pandemi saat ini. Mendingan kami beli minyak curah, hitung-hitung hemat pengeluaran rumah tangga,” aku Dewi ditemui di lokasi pasar murah.

 

Dia juga mengaku membeli 15 kilogram minyak curah saat ini. Namun dari 15 kilogram tersebut harga dibagi dua dengan tetangga, karena mereka secara patungan membeli.

 

“Kami dihargai per liter minyak goreng curah Rp 14.700. kami beli bukan untuk berjualan untuk kebutuhan memasak dan kebutuhan lainnya,” ungkapnya.

 

Sebelumnya harga minyak mahal saat ini. Dirinya sebagai ibu rumah tangga lebih banyak membeli minyak kemasan ketimbang minyak curah.

 

“Ini saya pertama kali beli minyak curah, karena mahal minyak kemasan sehingga pilih sementara gunakan minyak curah. Sembari harga turun nantinya,” ucapnya.

 

Dirinya berharap pemerintah dapat dapat menurunkan harga minyak kemasan, meski sejauh ini tidak mengalami kelangkaan di pasaran.

 

Sementara itu Kepala Disperindag Tabanan I Putu Santika mengatakan  melakukan pasar murah ini dalam rangka membantu masyarakat di tengah pandemi. Memang minyak goreng tidak mengalami kelangkaan di Tabanan, namun banyak warga yang berburu minyak curah, karena harganya lebih murah.

 

“Kami saat ini sediakan 4,5 ton minyak goreng curah dalam pasar murah hari. Namun sudah habis terjual diburu masyarakat. Apalagi kami dijual Rp 14.700 per liter,” ungkapnya.

 

Melihat antusiasnya masyarakat yang berburu minyak curah saat ini. Santika menyatakan bisa saja pihaknya akan menggelar pasar murah kembali.

 

“Saat ini penjualan minyak curah di pasar murah masih kami jatah. Maksimal masyarakat membeli minyak curah 30 kilogram,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/