alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Sandiaga Uno: Desa Wisata Simbol Kebangkitan Ekonomi Nasional

UBUD, Radar Bali– Disambut Hanoman cilik, I Wayan Ari Dauh, siswa kelas 4 SD Negeri 1 Mas, Ubud, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merangkap Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabinet Indonesia Maju, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. mengunjungi Kampung Wisata, Banjar Tarukan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (26/5) sore.

Di salah satu lokasi bernama Puspa Aman, Sandi menanam pohon kayu putih. Tak sendiri, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu ditemani artis Baim Wong dan youtuber Yudist Ardhana yang ikut menanam pohon sawo. Sebelum menanam, ketiganya juga memberi makan ratusan nila di sungai kecil yang dikelola Sekaa Truna Pandawa Banjar Tarukan dan warga setempat.

Sandi menjelaskan kunjungan ke Kampung Wisata, Banjar Tarukan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar, dalam rangka sosialisasi Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. “Anugerah desa wisata ini adalah bentuk keberpihakan, bentuk ekonomi yang berkeadilan untuk membantu Saudara-Saudara kita yang betul-betul membutuhkan, yaitu warga di Pulau Bali. Satu tahun sudah pandemi mendera dan butuh sekali sentuhan kita. Butuh sekali keberpihakan agar kita bisa membangkitkan ekonomi, memulihkan pariwisata, khususnya di daerah Gianyar,” ucapnya.

Didampingi sang istri, Nur Asia Uno, Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan Anugerah Desa Wisata 2021 merupakan program unggulan Kemenparekraf Republik Indonesia untuk membangkitkan semangat para insan pariwisata. Jelasnya program penobatan Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 mengusung tema “Indonesia Bangkit”. Kategori penilaian meliputi homestay, toilet, suvenir, desa digital, CHSE, content creatif, dan daya tarik wisata. Pemenang Anugerah Desa Wisata ini akan diumumkan pada 7 Desember 2021. Sebagaimana diketahui CHSE adalah singkatan dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan). CHSE mulai diterapkan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia sejak September 2020.

Baca Juga:  RUPSLB BRI: 96% Suara Setujui Penerbitan 28,67 Miliar Saham Baru

Menparekraf Sandiaga menjelaskan sesuai RPJMN 2020- 2024, Kemenparekraf dan Baparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024. Namun diharapkan bisa melebih target yang dicanangkan mengingat besarnya potensi desa wisata dimana tercatat terdapat di 74 ribu desa di Indonesia.

Hadir di Kampung Wisata, Banjar Tarukan, Desa Mas, Ubud, Gianyar, Sandi memuji kebersihan sungai kecil yang dipenuhi ikan nila. “Saya melihat sendiri bagaimana sebuah selokan yang ditransformasikan menjadi kolam yang begitu indah. Tadi kita juga melihat Sujana Homestay. Kita pernah menonton film Eat Pray Love (Julia Robert) dan Kampung Wisata Tarukan menjadi home base tourism dari berbagai belahan dunia,” ujarnya. 

Urainya rangkaian sosialisasi Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dimulai 22 Mei 2021 sampai dengan tanggal 25 Juni 2021. Sandi menyebut Kampung Wisata Banjar Tarukan Ubud Bali merupakan Perkampungan seniman ubud yang memiliki potensi besar dalam bidang seni dan budaya yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan dalam dan luar negeri.

Baca Juga:  Kemenparekraf-SMSI Bali Perkuat Desa Wisata

“Banjar dengan sebutan ‘Tarukan Tourism Village’ dipersiapkan sebagai objek wisata dengan penataan lingkungan yang sedemikian rupa. Bangunan balai banjar dihiasi dengan ukuran relief yang sangat indah model satu-satunya di Bali. Masyarakat setempat sejak tahun 1970 mampu menampilkan seni drama yang pentas hingga ke Jakarta sebagai Duta Bali. Desa Mas, Kampung Wisata Banjar Tarukan Ubud Bali memiliki pemandangan persawahan dan kegiatan wisata alam di kawasan Rapuan yang didukung oleh wisatawan mancanegara.

“Ajang ini merupakan upaya untuk mendorong desa-desa wisata berbenah dan turut serta untuk mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 yang bertujuan untuk membangkitkan perekonomian sektor wisata di Indonesia. Anugerah Desa Wisata sebagai program unggulan dan program andalan masyarakat untuk pelaku wisata di Indonesia. Desa wisata menjadi cerminan kebangkitan ekonomi di tengah hantaman pandemi Covid-19 yang juga berimbas pada ekonomi dan wisata”, ujar Sandiaga Uno.

I Wayan Gede Darmayuda, Perbekel Desa Ubud dan I Wayan Gede Arsania, Bendesa Adat Ubud berharap kunjungan Kemenparekraf Republik Indonesia mampu membangkitkan pariwisata Bali, khususnya Desa Mas Ubud. 

- Advertisement -

- Advertisement -

UBUD, Radar Bali– Disambut Hanoman cilik, I Wayan Ari Dauh, siswa kelas 4 SD Negeri 1 Mas, Ubud, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merangkap Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabinet Indonesia Maju, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. mengunjungi Kampung Wisata, Banjar Tarukan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (26/5) sore.

Di salah satu lokasi bernama Puspa Aman, Sandi menanam pohon kayu putih. Tak sendiri, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu ditemani artis Baim Wong dan youtuber Yudist Ardhana yang ikut menanam pohon sawo. Sebelum menanam, ketiganya juga memberi makan ratusan nila di sungai kecil yang dikelola Sekaa Truna Pandawa Banjar Tarukan dan warga setempat.

Sandi menjelaskan kunjungan ke Kampung Wisata, Banjar Tarukan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar, dalam rangka sosialisasi Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. “Anugerah desa wisata ini adalah bentuk keberpihakan, bentuk ekonomi yang berkeadilan untuk membantu Saudara-Saudara kita yang betul-betul membutuhkan, yaitu warga di Pulau Bali. Satu tahun sudah pandemi mendera dan butuh sekali sentuhan kita. Butuh sekali keberpihakan agar kita bisa membangkitkan ekonomi, memulihkan pariwisata, khususnya di daerah Gianyar,” ucapnya.


Didampingi sang istri, Nur Asia Uno, Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan Anugerah Desa Wisata 2021 merupakan program unggulan Kemenparekraf Republik Indonesia untuk membangkitkan semangat para insan pariwisata. Jelasnya program penobatan Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 mengusung tema “Indonesia Bangkit”. Kategori penilaian meliputi homestay, toilet, suvenir, desa digital, CHSE, content creatif, dan daya tarik wisata. Pemenang Anugerah Desa Wisata ini akan diumumkan pada 7 Desember 2021. Sebagaimana diketahui CHSE adalah singkatan dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan). CHSE mulai diterapkan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia sejak September 2020.

Baca Juga:  Bisnis Perbankan Sensitif, 20 Tahun Tak Cukup Kembalikan Kepercayaan

Menparekraf Sandiaga menjelaskan sesuai RPJMN 2020- 2024, Kemenparekraf dan Baparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024. Namun diharapkan bisa melebih target yang dicanangkan mengingat besarnya potensi desa wisata dimana tercatat terdapat di 74 ribu desa di Indonesia.

Hadir di Kampung Wisata, Banjar Tarukan, Desa Mas, Ubud, Gianyar, Sandi memuji kebersihan sungai kecil yang dipenuhi ikan nila. “Saya melihat sendiri bagaimana sebuah selokan yang ditransformasikan menjadi kolam yang begitu indah. Tadi kita juga melihat Sujana Homestay. Kita pernah menonton film Eat Pray Love (Julia Robert) dan Kampung Wisata Tarukan menjadi home base tourism dari berbagai belahan dunia,” ujarnya. 

Urainya rangkaian sosialisasi Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dimulai 22 Mei 2021 sampai dengan tanggal 25 Juni 2021. Sandi menyebut Kampung Wisata Banjar Tarukan Ubud Bali merupakan Perkampungan seniman ubud yang memiliki potensi besar dalam bidang seni dan budaya yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan dalam dan luar negeri.

Baca Juga:  Menparekraf Sandiaga Uno Cek Grab Vaccine Center di Nusa Dua

“Banjar dengan sebutan ‘Tarukan Tourism Village’ dipersiapkan sebagai objek wisata dengan penataan lingkungan yang sedemikian rupa. Bangunan balai banjar dihiasi dengan ukuran relief yang sangat indah model satu-satunya di Bali. Masyarakat setempat sejak tahun 1970 mampu menampilkan seni drama yang pentas hingga ke Jakarta sebagai Duta Bali. Desa Mas, Kampung Wisata Banjar Tarukan Ubud Bali memiliki pemandangan persawahan dan kegiatan wisata alam di kawasan Rapuan yang didukung oleh wisatawan mancanegara.

“Ajang ini merupakan upaya untuk mendorong desa-desa wisata berbenah dan turut serta untuk mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 yang bertujuan untuk membangkitkan perekonomian sektor wisata di Indonesia. Anugerah Desa Wisata sebagai program unggulan dan program andalan masyarakat untuk pelaku wisata di Indonesia. Desa wisata menjadi cerminan kebangkitan ekonomi di tengah hantaman pandemi Covid-19 yang juga berimbas pada ekonomi dan wisata”, ujar Sandiaga Uno.

I Wayan Gede Darmayuda, Perbekel Desa Ubud dan I Wayan Gede Arsania, Bendesa Adat Ubud berharap kunjungan Kemenparekraf Republik Indonesia mampu membangkitkan pariwisata Bali, khususnya Desa Mas Ubud. 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/