alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Waspada, Lonjakan Covid Tak Terbendung, Munas Kadin di Zona Merah

          DENPASAR, Radar Bali – Peserta Musyawarah Nasional (Munas) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Kendari harus waspada, karena tempat penyelenggaraan munas di Hotel Claro di kawasan Lahundape, ditetapkan sebagai zona merah covid-19.  Demikian digambarkan  pada peta grafik keterangan pers Kominfo dan Satgas covid-19 Kendari , Jumat (25/6). 

        Penyebaran covid-19 di Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari, memang terus melonjak. Data Satgas covid-19 Sultra, Sabtu (26/6) mencatat ada 63 kasus baru , 46 orang diantaranya di Kendari, sehingga jumlah totalnya mencapai  11.136 orang.

     Siaran resmi Satgas covid-19 Kendari, mengimbau agar masyarakat mematuhi secara ketat protokol kesehatan 5 M (memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas). Dengan cara itu, diharapkan laju penyebaran covid bisa dikendalikan. 

Baca Juga:  CHOOP Sarana Belanja Online dengan WhatsApp Dikenalkan di Bali

      Satgas covid-19 Kendari juga melansir, tenaga kesehatan yang terpapar 155 orang. Bahkan diisukan, Walikota Kendari, Sulkarnaen  Kadir, positif covid-19, akan tetapi belum disiarkan.

       “Kami sudah kantongi datanya kalau Pak Wali positif covid. Hanya saja menunggu Satgas Covid memberitahukannya ke publik, karena itu kewenangan mereka,” kata Hendro Nilopo, Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara.

          Sementara  itu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, terpaksa mempersiapkan skenario darurat, guna menampung pasien covid. “Kami sudah  antisipasi, dengan mempersiapkan ruangan  baru untuk menampung 100 pasien covid,” kata Sukirman, Direktur RSUD Kendari.

Rekor Covid Tertinggi

- Advertisement -

    Sementara itu, hari Sabtu 26 Juni, Indonesia mencetak rekor tertinggi kasus harian positif covid-19 melonjak tak terbendung, menembus 21.095 orang. Dengan demikian total 2.093.962 orang, yang sembuh 1.842.457 orang dan meninggal 56.729 orang. 

Baca Juga:  Garam Madura Langka, Beralih ke Garam Bima

        Kebijakan Pemerintah melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, 22 Juni hingga 5 Juli 2021, harus diterapkan secara disiplin, agar penyebaran covid-19 bisa dikendalikan. Sebab varian covid delta, yang menyerang saat ini, lebih mudah menyebar dan ganas.

   Terkait semakin tak terbendungnya  laju covid di Indonesia, khususnya di Kendari, Ketua Umum Kadin Nusa Tenggara Barat (NTB), Faurani, masih berharap Munas Kadin, 30 Juni di Kendari ditunda. 

“Panitia, dan kubu kedua calon ketua umum, mari duduk dengan kepala dingin, mari kita bicarakan bersama bisa juga lewat zoom,  menentukan baiknya bagaimana. Ini bukan soal munasnya, melainkan covid makin mengganas dan juga keselamatan bersama,” tegas Faurani. 

- Advertisement -

          DENPASAR, Radar Bali – Peserta Musyawarah Nasional (Munas) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Kendari harus waspada, karena tempat penyelenggaraan munas di Hotel Claro di kawasan Lahundape, ditetapkan sebagai zona merah covid-19.  Demikian digambarkan  pada peta grafik keterangan pers Kominfo dan Satgas covid-19 Kendari , Jumat (25/6). 

        Penyebaran covid-19 di Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari, memang terus melonjak. Data Satgas covid-19 Sultra, Sabtu (26/6) mencatat ada 63 kasus baru , 46 orang diantaranya di Kendari, sehingga jumlah totalnya mencapai  11.136 orang.

     Siaran resmi Satgas covid-19 Kendari, mengimbau agar masyarakat mematuhi secara ketat protokol kesehatan 5 M (memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas). Dengan cara itu, diharapkan laju penyebaran covid bisa dikendalikan. 

Baca Juga:  ALB dan Munas Kadin Digelar, Sanksi Pidana Menanti

      Satgas covid-19 Kendari juga melansir, tenaga kesehatan yang terpapar 155 orang. Bahkan diisukan, Walikota Kendari, Sulkarnaen  Kadir, positif covid-19, akan tetapi belum disiarkan.

       “Kami sudah kantongi datanya kalau Pak Wali positif covid. Hanya saja menunggu Satgas Covid memberitahukannya ke publik, karena itu kewenangan mereka,” kata Hendro Nilopo, Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara.

          Sementara  itu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, terpaksa mempersiapkan skenario darurat, guna menampung pasien covid. “Kami sudah  antisipasi, dengan mempersiapkan ruangan  baru untuk menampung 100 pasien covid,” kata Sukirman, Direktur RSUD Kendari.

Rekor Covid Tertinggi

    Sementara itu, hari Sabtu 26 Juni, Indonesia mencetak rekor tertinggi kasus harian positif covid-19 melonjak tak terbendung, menembus 21.095 orang. Dengan demikian total 2.093.962 orang, yang sembuh 1.842.457 orang dan meninggal 56.729 orang. 

Baca Juga:  LPD Mulai Tangguhkan Pembayaran Angsuran Cicilan Kredit Bagi Nasabah

        Kebijakan Pemerintah melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, 22 Juni hingga 5 Juli 2021, harus diterapkan secara disiplin, agar penyebaran covid-19 bisa dikendalikan. Sebab varian covid delta, yang menyerang saat ini, lebih mudah menyebar dan ganas.

   Terkait semakin tak terbendungnya  laju covid di Indonesia, khususnya di Kendari, Ketua Umum Kadin Nusa Tenggara Barat (NTB), Faurani, masih berharap Munas Kadin, 30 Juni di Kendari ditunda. 

“Panitia, dan kubu kedua calon ketua umum, mari duduk dengan kepala dingin, mari kita bicarakan bersama bisa juga lewat zoom,  menentukan baiknya bagaimana. Ini bukan soal munasnya, melainkan covid makin mengganas dan juga keselamatan bersama,” tegas Faurani. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/