alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

PLN Anggarkan Rp 60 Miliar, Beban Puncak Diprediksi Capai 868,2 MW

MANGUPURA – PT PLN (Persero) menyiagakan 500 personil gabungan untuk mengamankan sistem kelistrikan selama even IMF-World Bank yang akan digelar pada tanggal 9 sampai 14 Oktober mendatang.

Selain kesiapan tersebut, untuk teknis keandalan listrik yang menjadi prioritas pun selesai dilakukan.

Sehingga selama IMF berlangsung, pihaknya menjamin ketahanan sistem kelistrikan di Wilayah Bali tanpa gangguan.

“Kami pastikan suplai listrik aman,” ujar Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Hendra Iswahyudi.

Direktur Bisnis Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Djoko Rahardjo Abumanan mengatakan terkait kesiapan PLN untuk mendukung acara IMF-World Bank tersebut telah dilakukan sejak Agustus 2017 lalu.

Dimana pihaknya telah menyiapkan sarana dan prasarana yang berhubungan dengan kelistrikan.

Beberapa di antaranya yakni melakukan pergeseran kabel 150 kilo volt (KV) yang terkena dampak pembangunan underpass simpang Ngurah Rai beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Menko Airlangga: Pemerintah Berkomitmen Kembangkan Ekonomi Syariah

Selain itu adanya pembenahan sistem 20 KV di Bandara Ngurah Rai. Selanjutnya Nusa Dua khususnya pada lokasi venue tempat penyelenggaraan even IMF-World Bank digelar.

“Kami juga lakukan keandalan, reability dan ketahanan sistem kelistrikan. Kegiatan ini semua berjalan baik, dan sudah selesai,” tuturnya.

Selain itu, dari segi pasokan bahan bakar untuk sistem kelistrikan juga menjadi skala prioritas. Dimana dari segi pasokan Batubara dan juga gas liquefied natural gas (LNG) dipastikan aman.

Bahkan, untuk LNG sendiri dilakukan penambahan stok sebanyak satu kargo yang akan masuk di pelabuhan Benoa pada tanggal 3 Oktober mendatang.

Untuk satu kargo LNG setara dengan 23 ribu MM kubik. “Untuk kebutuhan LNG sendiri normalnya selama 14 hari, karena ada IMF ini kami tambah lagi

stok LNG untuk kesiapan lebih dari 14 hari, jadi ketika ada apa-apa kita siap. Dan yang terpenting selain usaha juga doa,” kata Djoko.

Baca Juga:  ASITA NTB Gelar Trip ke Hainan Island, Tiongkok

Untuk kesiapan batubara sendiri, Agus Darmadi selaku Direktur PT General Energi Bali PLTU Celukan Bawang memastikan kesiapan batubara aman.

Pihaknya mengaku kami stok batubara saat ini mencapai 1,5 juta ton yang disimpan di gudang penyimpanan. “Siap beroperasi selama satu bulan ke depan tanpa tambahan,” tegasnya.

Sementara itu, General Manajer, PLN Distribusi Bali, I Nyoman Suwarjoni Astawa menjelaskan, selama ini untuk Kawasan ITDC, tambahan daya sebesar 4 megawatt (MW) dari normal pasokan listrik sebesar 50 MW.

Selain itu, untuk GWK sendiri yang merupakan lokasi dinner para delegasi mengajukan penambahan daya listrik 2,5 MW. “Prediksi kami beban puncak saat acara IMF sebesar 868,2 MW,” terangnya.

 



MANGUPURA – PT PLN (Persero) menyiagakan 500 personil gabungan untuk mengamankan sistem kelistrikan selama even IMF-World Bank yang akan digelar pada tanggal 9 sampai 14 Oktober mendatang.

Selain kesiapan tersebut, untuk teknis keandalan listrik yang menjadi prioritas pun selesai dilakukan.

Sehingga selama IMF berlangsung, pihaknya menjamin ketahanan sistem kelistrikan di Wilayah Bali tanpa gangguan.

“Kami pastikan suplai listrik aman,” ujar Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Hendra Iswahyudi.

Direktur Bisnis Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Djoko Rahardjo Abumanan mengatakan terkait kesiapan PLN untuk mendukung acara IMF-World Bank tersebut telah dilakukan sejak Agustus 2017 lalu.

Dimana pihaknya telah menyiapkan sarana dan prasarana yang berhubungan dengan kelistrikan.

Beberapa di antaranya yakni melakukan pergeseran kabel 150 kilo volt (KV) yang terkena dampak pembangunan underpass simpang Ngurah Rai beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Ekspor Sepeda Motor Honda Triwulan Pertama Melonjak 22,7 Persen

Selain itu adanya pembenahan sistem 20 KV di Bandara Ngurah Rai. Selanjutnya Nusa Dua khususnya pada lokasi venue tempat penyelenggaraan even IMF-World Bank digelar.

“Kami juga lakukan keandalan, reability dan ketahanan sistem kelistrikan. Kegiatan ini semua berjalan baik, dan sudah selesai,” tuturnya.

Selain itu, dari segi pasokan bahan bakar untuk sistem kelistrikan juga menjadi skala prioritas. Dimana dari segi pasokan Batubara dan juga gas liquefied natural gas (LNG) dipastikan aman.

Bahkan, untuk LNG sendiri dilakukan penambahan stok sebanyak satu kargo yang akan masuk di pelabuhan Benoa pada tanggal 3 Oktober mendatang.

Untuk satu kargo LNG setara dengan 23 ribu MM kubik. “Untuk kebutuhan LNG sendiri normalnya selama 14 hari, karena ada IMF ini kami tambah lagi

stok LNG untuk kesiapan lebih dari 14 hari, jadi ketika ada apa-apa kita siap. Dan yang terpenting selain usaha juga doa,” kata Djoko.

Baca Juga:  ASITA NTB Gelar Trip ke Hainan Island, Tiongkok

Untuk kesiapan batubara sendiri, Agus Darmadi selaku Direktur PT General Energi Bali PLTU Celukan Bawang memastikan kesiapan batubara aman.

Pihaknya mengaku kami stok batubara saat ini mencapai 1,5 juta ton yang disimpan di gudang penyimpanan. “Siap beroperasi selama satu bulan ke depan tanpa tambahan,” tegasnya.

Sementara itu, General Manajer, PLN Distribusi Bali, I Nyoman Suwarjoni Astawa menjelaskan, selama ini untuk Kawasan ITDC, tambahan daya sebesar 4 megawatt (MW) dari normal pasokan listrik sebesar 50 MW.

Selain itu, untuk GWK sendiri yang merupakan lokasi dinner para delegasi mengajukan penambahan daya listrik 2,5 MW. “Prediksi kami beban puncak saat acara IMF sebesar 868,2 MW,” terangnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/