alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Jelang Bulan Puasa, Daging Sapi Diprediksi Naik Tipis

DENPASAR – Bulan Ramadhan tinggal setengah bulan lagi. Masuknya bulan puasa ini diprediksi berdampak pada kenaikan harga bahan pokok.

Salah satunya bawang putih dan daging sapi. Pedagang daging sapi Rahmat Hidayat mengatakan, kenaikan harga daging sapi diprediksi terjadi mulai H – 1 bulan puasa.

“Prediksi ini berkaca pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Rahmat Hidayat kemarin. Namun, lonjakan harga daging sapi diprediksi tidak signifikan.

Rata-rata peningkatan hanya mencapai Rp 5.000 per kilogram. Misalnya, saat ini harga daging sapi kualitas nomor dua berada pada harga Rp 85 ribu, diperkirakan akan naik jadi Rp 90 ribu per kilogram.

Sedangkan daging kualitas nomor satu yang harganya Rp 100 ribu akan meningkat jadi Rp 105 per kilogram.

Baca Juga:  Airlangga Apresiasi Peran TNI-Polri Dukung Kebijakan Pemerintah

“Biasanya peningkatan harga kembali terjadi H – 1 jelang Idul Fitri,” tuturnya. Rahmat mengatakan, ketika permintaan naik, secara otomatis jumlah hewan potong juga akan bertambah.

Jika dalam satu hari biasanya memotong tiga ekor, ketika bulan puasa berlangsung akan meningkat menjadi empat ekor.

“Tapi, kalau dibanding tahun sebelumnya turun,” bebernya. Selain faktor ekonomi yang melemah, masuknya daging import asal India dan negara lain ikut berpengaruh dengan harga daging sapi lokal.

Pasalnya, daging import saat ini tidak hanya masuk ke perusahaan, tapi juga merambah pasar tradisional.

“Tapi masyarakat lebih menyukai daging lokal. Karena alasan kesegaran, dan kenyamanan,” pungkasnya. 



DENPASAR – Bulan Ramadhan tinggal setengah bulan lagi. Masuknya bulan puasa ini diprediksi berdampak pada kenaikan harga bahan pokok.

Salah satunya bawang putih dan daging sapi. Pedagang daging sapi Rahmat Hidayat mengatakan, kenaikan harga daging sapi diprediksi terjadi mulai H – 1 bulan puasa.

“Prediksi ini berkaca pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Rahmat Hidayat kemarin. Namun, lonjakan harga daging sapi diprediksi tidak signifikan.

Rata-rata peningkatan hanya mencapai Rp 5.000 per kilogram. Misalnya, saat ini harga daging sapi kualitas nomor dua berada pada harga Rp 85 ribu, diperkirakan akan naik jadi Rp 90 ribu per kilogram.

Sedangkan daging kualitas nomor satu yang harganya Rp 100 ribu akan meningkat jadi Rp 105 per kilogram.

Baca Juga:  Tender Eskalator Berkali-kali Gagal, Waktu Tender Dipangkas 20 Hari

“Biasanya peningkatan harga kembali terjadi H – 1 jelang Idul Fitri,” tuturnya. Rahmat mengatakan, ketika permintaan naik, secara otomatis jumlah hewan potong juga akan bertambah.

Jika dalam satu hari biasanya memotong tiga ekor, ketika bulan puasa berlangsung akan meningkat menjadi empat ekor.

“Tapi, kalau dibanding tahun sebelumnya turun,” bebernya. Selain faktor ekonomi yang melemah, masuknya daging import asal India dan negara lain ikut berpengaruh dengan harga daging sapi lokal.

Pasalnya, daging import saat ini tidak hanya masuk ke perusahaan, tapi juga merambah pasar tradisional.

“Tapi masyarakat lebih menyukai daging lokal. Karena alasan kesegaran, dan kenyamanan,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/